Market Data
Emas
IHSG
Kurs
Harga Jual Rp2.890.000 Harga Beli Rp2.750.000
7.094,526
USD/IDR 17.017

Harta Kekayaan Sukanto Tanoto dan Gurita Bisnis, Pantas Enteng Beli Hotel Mewah di Shanghai

Rifan Aditya | Suara.com

Minggu, 07 Januari 2024 | 19:05 WIB
Harta Kekayaan Sukanto Tanoto dan Gurita Bisnis, Pantas Enteng Beli Hotel Mewah di Shanghai
Sukanto Tanoto (Dok. Tanoto Foundation)

Suara.com - Sosok Sukanto Tanoto sedang mencuri perhatian publik. Pasalnya, Ia baru-baru ini membeli hotel mewah di China. Hal ini pun lantas membuat publik penasaran, berapa harta kekayaan Sukanto Tanoto? Berikut ulasannya.

Diberitakan bahwa perusahaan milik Sukanto Tanoto, Pacific Eagle Real Estate, secara resmi membeli sebuah hotel mewah yang ada di kawasan Shanghai, China. Hotel mewah ini dibeli dari developer Dalian Wanda Group senilai 1,7 miliar yuan (sekitar Rp 3,7 triliun).

Usai membeli hotel mewah senilai hampir Rp 4 triliun, publik pun dibuat penasaran dan bertanya-tanya mengenai total harta kekayaan Sukanto Tanoto. Nah untuk mengetahui berapa harta kekayaannya, mari simak ulasan profilnya berikut ini.

Profil dan Harta Kekayaan Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto atau yang memiliki nama asli Tan Kang Hoo ini lahir pada 25 Desember 1949 di Belawan, Sumatera Utara. Sukanto Tanoto ini mempunyai gurita bisnis dalam berbagai bidang, satu di antaranya perkebunan sawit yang dikembangkan oleh PT Raja Garuda Mas.

Sebelum terjun ke dunia bisnis, Sukanto kecil pernah menempuh pendidikan di  SD di Belawan tahun 1960. Lalu Ia melanjutkan pendidikan di SMP Medan tahun 1963. Saat masih muda, Sukanto gemar baca buka dan bercita-cita ingin jadi dokter

Namun, cita-cita untuk menjadi dokter pupus saat ayahnya meninggal dunia. Di usainya yang terbilang masih muda, Sukanto harus menggantikan posisi sang ayah jadi tulang punggung keluarga. Dia pun mulai berjualan peralatan mobil, minyak, dan bensin.

Seiring berjalannya waktu, ekonomi Sukanto semakin membaik. Ia pun mulai berbisnis dengan membuka toko pemasok  berbagai suku cadang yang diberi nama Toko Motor. Waktu terus berjalan, Sukanto kemudian mendirikan Tanoto Foundation.

Adapun Tanoto Fondation ini merupakan sebuah organisasi filantropi yang mana di dalamnya berisi beberapa orang terkaya dunia seperti dan keluarga Widjaja (Indonesia), Ray Dalio dan Li Ka-shing.

Pada tahun 2023, Tanoto membangun bisnis kertas tisu dengan mengakuisisi saham OL Papeis di Brazil dan Vinda di China. Saat ini, tercatat harta kekayaan Sukanto sebesar USD 3,3 miliar atau setara Rp 51 triliun. Dengan kekayaan tersebut, Sukanto masuk jajaran 1000 orang terkaya  dunia.

Demikian ulasan mengenai harta kekayaan Sukanto Tanoto yang baru-baru ini mencuri perhatian publik usai membeli hotel seharga hampir Rp 4 triliun. Semoga informasi ini bermanfaat!

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil dan Kekayaan Sukanto Tanoto, Taipan RI Beli Hotel Rp 3 T di Shanghai hingga Siap Bantu Bangun IKN

Profil dan Kekayaan Sukanto Tanoto, Taipan RI Beli Hotel Rp 3 T di Shanghai hingga Siap Bantu Bangun IKN

Bisnis | Jum'at, 05 Januari 2024 | 07:27 WIB

KTT Tiongkok-Uni Eropa Bakal Berlangsung Besok, Sektor Otomotif dan EV dengan Subsidi dari Pemerintah Jadi Topik Penting

KTT Tiongkok-Uni Eropa Bakal Berlangsung Besok, Sektor Otomotif dan EV dengan Subsidi dari Pemerintah Jadi Topik Penting

Otomotif | Rabu, 06 Desember 2023 | 08:58 WIB

Formula E 2024: Jakarta Dicoret, Shanghai Resmi Masuk Kalender Balap

Formula E 2024: Jakarta Dicoret, Shanghai Resmi Masuk Kalender Balap

Sport | Jum'at, 24 November 2023 | 17:47 WIB

Terkini

Mudik Lebaran 2026: Penggunaan SPKLU PLN Melonjak 4 Kali Lipat

Mudik Lebaran 2026: Penggunaan SPKLU PLN Melonjak 4 Kali Lipat

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:40 WIB

Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi

Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:30 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:27 WIB

Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan

Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:16 WIB

SPBE Bekasi Terbakar: Pertamina Patra Niaga Gagap Soal Data Korban, Investigasi Masih Gelap

SPBE Bekasi Terbakar: Pertamina Patra Niaga Gagap Soal Data Korban, Investigasi Masih Gelap

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:11 WIB

Hadiah Prabowo dari Jepang-Korsel, Kantongi Komitmen Investasi Rp 575 Triliun

Hadiah Prabowo dari Jepang-Korsel, Kantongi Komitmen Investasi Rp 575 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:09 WIB

Iran Ungkap Rahasia Donald Trump 'Manipulasi' Harga Saham dan Minyak

Iran Ungkap Rahasia Donald Trump 'Manipulasi' Harga Saham dan Minyak

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 13:59 WIB

Simalakama Harga BBM: Menjaga Dompet Rakyat di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Simalakama Harga BBM: Menjaga Dompet Rakyat di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 13:36 WIB

Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas

Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 12:45 WIB

Motor Ekonomi Baru, Kampung Nelayan Bisa Produksi hingga 2,15 Juta Ton Ikan per Tahun

Motor Ekonomi Baru, Kampung Nelayan Bisa Produksi hingga 2,15 Juta Ton Ikan per Tahun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 12:42 WIB