Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Harta Kekayaan Sukanto Tanoto dan Gurita Bisnis, Pantas Enteng Beli Hotel Mewah di Shanghai

Rifan Aditya | Suara.com

Minggu, 07 Januari 2024 | 19:05 WIB
Harta Kekayaan Sukanto Tanoto dan Gurita Bisnis, Pantas Enteng Beli Hotel Mewah di Shanghai
Sukanto Tanoto (Dok. Tanoto Foundation)

Suara.com - Sosok Sukanto Tanoto sedang mencuri perhatian publik. Pasalnya, Ia baru-baru ini membeli hotel mewah di China. Hal ini pun lantas membuat publik penasaran, berapa harta kekayaan Sukanto Tanoto? Berikut ulasannya.

Diberitakan bahwa perusahaan milik Sukanto Tanoto, Pacific Eagle Real Estate, secara resmi membeli sebuah hotel mewah yang ada di kawasan Shanghai, China. Hotel mewah ini dibeli dari developer Dalian Wanda Group senilai 1,7 miliar yuan (sekitar Rp 3,7 triliun).

Usai membeli hotel mewah senilai hampir Rp 4 triliun, publik pun dibuat penasaran dan bertanya-tanya mengenai total harta kekayaan Sukanto Tanoto. Nah untuk mengetahui berapa harta kekayaannya, mari simak ulasan profilnya berikut ini.

Profil dan Harta Kekayaan Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto atau yang memiliki nama asli Tan Kang Hoo ini lahir pada 25 Desember 1949 di Belawan, Sumatera Utara. Sukanto Tanoto ini mempunyai gurita bisnis dalam berbagai bidang, satu di antaranya perkebunan sawit yang dikembangkan oleh PT Raja Garuda Mas.

Sebelum terjun ke dunia bisnis, Sukanto kecil pernah menempuh pendidikan di  SD di Belawan tahun 1960. Lalu Ia melanjutkan pendidikan di SMP Medan tahun 1963. Saat masih muda, Sukanto gemar baca buka dan bercita-cita ingin jadi dokter

Namun, cita-cita untuk menjadi dokter pupus saat ayahnya meninggal dunia. Di usainya yang terbilang masih muda, Sukanto harus menggantikan posisi sang ayah jadi tulang punggung keluarga. Dia pun mulai berjualan peralatan mobil, minyak, dan bensin.

Seiring berjalannya waktu, ekonomi Sukanto semakin membaik. Ia pun mulai berbisnis dengan membuka toko pemasok  berbagai suku cadang yang diberi nama Toko Motor. Waktu terus berjalan, Sukanto kemudian mendirikan Tanoto Foundation.

Adapun Tanoto Fondation ini merupakan sebuah organisasi filantropi yang mana di dalamnya berisi beberapa orang terkaya dunia seperti dan keluarga Widjaja (Indonesia), Ray Dalio dan Li Ka-shing.

Pada tahun 2023, Tanoto membangun bisnis kertas tisu dengan mengakuisisi saham OL Papeis di Brazil dan Vinda di China. Saat ini, tercatat harta kekayaan Sukanto sebesar USD 3,3 miliar atau setara Rp 51 triliun. Dengan kekayaan tersebut, Sukanto masuk jajaran 1000 orang terkaya  dunia.

Demikian ulasan mengenai harta kekayaan Sukanto Tanoto yang baru-baru ini mencuri perhatian publik usai membeli hotel seharga hampir Rp 4 triliun. Semoga informasi ini bermanfaat!

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil dan Kekayaan Sukanto Tanoto, Taipan RI Beli Hotel Rp 3 T di Shanghai hingga Siap Bantu Bangun IKN

Profil dan Kekayaan Sukanto Tanoto, Taipan RI Beli Hotel Rp 3 T di Shanghai hingga Siap Bantu Bangun IKN

Bisnis | Jum'at, 05 Januari 2024 | 07:27 WIB

KTT Tiongkok-Uni Eropa Bakal Berlangsung Besok, Sektor Otomotif dan EV dengan Subsidi dari Pemerintah Jadi Topik Penting

KTT Tiongkok-Uni Eropa Bakal Berlangsung Besok, Sektor Otomotif dan EV dengan Subsidi dari Pemerintah Jadi Topik Penting

Otomotif | Rabu, 06 Desember 2023 | 08:58 WIB

Formula E 2024: Jakarta Dicoret, Shanghai Resmi Masuk Kalender Balap

Formula E 2024: Jakarta Dicoret, Shanghai Resmi Masuk Kalender Balap

Sport | Jum'at, 24 November 2023 | 17:47 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB