Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Inul Geram Banyak Rumah di Pondok Indah Dijual Gegara Pajaknya Mahal, Apa Benar?

Achmad Fauzi

Selasa, 16 Januari 2024 | 14:33 WIB
Inul Geram Banyak Rumah di Pondok Indah Dijual Gegara Pajaknya Mahal, Apa Benar?
Inul Darastita (instagram)

Suara.com - Penyanyi dangdut Inul Daratista kembali berbicara terkait soal pajak. Setelah pajak hiburan, dirinya kembali mengutarakan biaya pajak rumah di kawasan elit Pondok Indah.

Lewat akun instagram resminya @inul.d, pemilik gerai karaoke Inul Vista ini menyebut, banyak rumah di Pondok Indah yang dijual akibat biaya pajak yang tinggi.

"Nih, Pondok Indah teman2 sy byk yg nawarin rumahe dijual, gak kuat mbayar pajak rumah yg selangit!! Yang duitnya banyak bodo amat lihat kita nangis darah. Sampe beneran naik nih pajak.... kalian bukanlah wakil rakyat tapi pembunuh rakyat!!!" tulis Inul dalam unggahannya di Instagram yang dikutip, Selasa (16/1/2024).

Atas pernyataan Inul tersebut, Suara.com mencoba menghitung besaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di wilayah Pondok Indonesia. Berdasarkan data dari RUmah 123, besaran Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sekitar Rp 29 juta per m2.

Adapun, PBB akan dipungut oleh Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Provinsi DKI Jakarta. BPRD memungut PBB sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2011 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Dalam aturan tersebut mengatur subjek pajak, wajib pajak, objek pajak dan tarif PBB-P2. Terdapat empat tarif PBB-P2 yang berlaku berdasarkan Perda tersebut, yaitu tarif 0,01% untuk properti dengan NJOP < Rp 200 juta).

Kemudian, tarif 0,1% untuk NJOP Rp 200 juta sampai dengan Rp 2 miliar, tarif 0,2% untuk NJOP Rp 2 miliar sampai dengan Rp 10 miliar, dan tarif 0,3% untuk NJOP Rp 10 miliar atau lebih.

Untuk menghitung PBB, besarannya akan dipotong dari total nilai jual kena pajak (NJKP). Besaran NJKP diperoleh dari nilai jual objek pajak (NJOP) dikurangi NJOP tidak kena pajak alias (NJOPTKP).

Perhitungan NJOP dan NJOPTKP ini akan ditentukan oleh pemerintah daerah, di mana nilai NJOP akan diperbaharui setiap tahunnya oleh pemerintah daerah.

baca juga

Dalam contoh kasus rumah yang dijual di Pondok Indah, terdapat rumah yang dijual dengan luas tanah 2.722 m2 dengan nilai per meternya Rp 29,22 juga. Jika dikalikan maka nilai NJOP rumah tersebut sebesar Rp 79,54 miliar.

Karena nilai NJOP itu di atas Rp 10 miliar maka dikenakan tarif 0,3%, sehingga jika dikalikan maka NJKPnya sebesar Rp 238,63 juta.

Kemudian dikurangin dengan pengurangan atau pembetulan pengenaan Rp 35,79 juta, maka nilai PBB-nya dari rumah mewah di Pondok Indah yang dijual tersebut sebesar Rp 202,83 juta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pajak Usaha Spa Terlalu Tinggi, PHRI Bali Harap Aturan Pajak Direvisi Melalui MK

Pajak Usaha Spa Terlalu Tinggi, PHRI Bali Harap Aturan Pajak Direvisi Melalui MK

Bisnis | Selasa, 16 Januari 2024 | 13:50 WIB

6 Fakta Pajak Hiburan Naik Hingga 75 Persen, Inul hingga Hotman Paris Protes, Siapa Saja yang Kena Imbas?

6 Fakta Pajak Hiburan Naik Hingga 75 Persen, Inul hingga Hotman Paris Protes, Siapa Saja yang Kena Imbas?

Bisnis | Senin, 15 Januari 2024 | 21:02 WIB

IHSG Ditutup Melemah, Pengamat Khawatir Dampak Negatif Kenaikan Pajak

IHSG Ditutup Melemah, Pengamat Khawatir Dampak Negatif Kenaikan Pajak

Bisnis | Senin, 15 Januari 2024 | 16:49 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×