Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Ketua Bapanas: Penyaluran Bantuan Sudah Sejak Lama, Tak Berkaitan dengan Pemilu

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 01 Februari 2024 | 14:38 WIB
Ketua Bapanas: Penyaluran Bantuan Sudah Sejak Lama, Tak Berkaitan dengan Pemilu
Warga keluar Gudang Bulog Pajangan Bantul usai menerima bantuan pangan beras yang dihadiri Presiden Joko Widodo. Selasa (30/1/2024) (ANTARA/Hery Sidik)

Suara.com - Pemerintah terus mengupayakan impor beras dari sejumlah negara untuk mengisi cadangan beras pemerintah (CBP) di tengah sulitnya memenuhi kebutuhan dari dalam negeri akibat rendahnya produksi petani.

CBP digunakan pemerintah untuk mendistribusikan bantuan beras dan intervensi pasokan serta harga. Sebagaimana diketahui, akibat rendahnya produksi, harga beras masih tinggi.

Namun demikian, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi membantah kebijakan impor beras berdampak negatif pada petani lokal.

Sebaliknya, menurut dia, Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) naik signifikan, ditunjukkan pada NTPP Desember lalu yang lebih tinggi dibanding setahun sebelumnya.

"Kalau ada yang menyampaikan harga di tingkat petani jatuh, tidak benar. Harga di tingkat petani, NTPP itu harga terbaik itu, di tahun ini. Harga di petani tinggi, gabah di atas Rp 7.000, ada yang Rp 8.000," kata dia dalam keterangan resminya, dikutip Suara.com pada Kamis (1/2/2024).

Dampak kenaikan harga gabah di petani menyebabkan harga beras juga naik. Ketika harga gabah berkisar antara Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per kilogram, harga beras bisa mencapai Rp 14.000 hingga Rp 16.000 per kilogram. Angka ini melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 10.900 per kilogram.

Sehingga, bantuan pangan beras diberikan untuk membantu masyarakat golongan rendah agar tidak terpengaruh oleh kenaikan harga beras. 

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau operasi pasar juga memberikan alternatif kepada masyarakat untuk memperoleh beras dengan harga lebih terjangkau.

"Presiden memerintahkan saya dan Dirut Bulog untuk melakukan bantuan pangan, tentunya untuk 22 juta KPM," ujar dia.

Ia juga membantah penyaluran bantuan pangan yang sedang dilakukan memiliki motif politik karena mendekati pemilihan umum (pemilu).

"Bantuan pangan beras yang sedang dilaksanakan bukan karena menjelang Pemilu. Program ini sudah berlangsung sejak tahun lalu dan akan terus dilanjutkan, karena saudara-saudara kita yang berjumlah 22 juta KPM, membutuhkan bantuan ini dengan sangat mendesak," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Habib Rizieq: Jika Ada Kecurangan di Pilpres Segera Eksekusi, Jangan Bawa ke MK, Basi!

Habib Rizieq: Jika Ada Kecurangan di Pilpres Segera Eksekusi, Jangan Bawa ke MK, Basi!

Kotak Suara | Kamis, 01 Februari 2024 | 13:49 WIB

Penyebab Harga Beras Naik Belakangan Ini, BPS Ungkap Datanya

Penyebab Harga Beras Naik Belakangan Ini, BPS Ungkap Datanya

Bisnis | Kamis, 01 Februari 2024 | 13:42 WIB

Rafael Struick, Sandy Walsh dan 5 Pemain Lain Bakal Nyoblos di Pilpres? Netizen: 02 Aja Bang

Rafael Struick, Sandy Walsh dan 5 Pemain Lain Bakal Nyoblos di Pilpres? Netizen: 02 Aja Bang

News | Kamis, 01 Februari 2024 | 13:13 WIB

Aktor Fedi Nuril Tegaskan Tak Pilih 02, Pendukung AMIN Langsung Gercep Ajak Gabung

Aktor Fedi Nuril Tegaskan Tak Pilih 02, Pendukung AMIN Langsung Gercep Ajak Gabung

Kotak Suara | Kamis, 01 Februari 2024 | 13:01 WIB

Fedi Nuril Terang-terangan Tak akan Pilih 02, Netizen: Karena yang 2 Cukup Istrimu di Film-film Aja ya Bang

Fedi Nuril Terang-terangan Tak akan Pilih 02, Netizen: Karena yang 2 Cukup Istrimu di Film-film Aja ya Bang

News | Kamis, 01 Februari 2024 | 11:45 WIB

Makin Lengket Dengan Prabowo, Jokowi Ingin Alihkan Suara Loyalis PDIP Demi Menang Satu Putaran?

Makin Lengket Dengan Prabowo, Jokowi Ingin Alihkan Suara Loyalis PDIP Demi Menang Satu Putaran?

Kotak Suara | Kamis, 01 Februari 2024 | 11:24 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB