Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Harmoni Politik, Rupiah Menguat: Pemilu Damai Bisa Bikin Ekonomi Menguat

M Nurhadi

Kamis, 15 Februari 2024 | 10:57 WIB
Harmoni Politik, Rupiah Menguat: Pemilu Damai Bisa Bikin Ekonomi Menguat
Warga di Trimulyo, Sleman, DI Yogyakarta mengamati kertas suara yang ditempel di TPS [Suara.com/Hadi]

Suara.com - Menurut analis pasar uang Rully Nova, pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang berlangsung lancar dan damai berkontribusi pada peningkatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Berpegang pada hasil hitung cepat pilpres yang positif, diperkirakan rupiah dapat menguat hingga mencapai Rp15.400 dalam rentang satu minggu ke depan," ujar Rully kepada ANTARA di Jakarta pada hari Kamis (15/2/2024).

Analis dari Bank Woori Saudara itu menjelaskan bahwa aliran modal asing terus mengalir ke pasar keuangan Indonesia karena Pemilihan Umum berlangsung dengan damai dan diperkirakan hanya akan dilakukan satu putaran, yang memberikan sentimen positif untuk penguatan rupiah.

Pada lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa lalu, dana sebesar Rp24 triliun terserap dengan permintaan lebih dari dua kali lipat, dan masih ada potensi masuknya modal asing ke dalam negeri atau capital inflow sebesar Rp12 triliun lagi hingga akhir bulan ini.

Merujuk pada hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei termasuk dari Charta Politika Indonesia dan Lembaga Survei KedaiKOPI pada Rabu (14/2/2024) menyatakan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul.

Pilpres kali ini diikuti oleh tiga pasangan, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar selaku nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md nomor urut 3.

Sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022, rekapitulasi suara nasional Pemilu 2024 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Februari sampai 20 Maret 2024.

Namun menurut Rully, penguatan rupiah akan dibatasi oleh faktor eksternal seperti sentimen terkait arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS) atau Fed Funds Rate (FFR) ke depan.

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi naik 22 poin atau 0,14 persen menjadi Rp15.582 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.604 per dolar AS.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Pemilu Damai 2024 di Bundaran HI, Bunga Mawar Dibagikan

Aksi Pemilu Damai 2024 di Bundaran HI, Bunga Mawar Dibagikan

Foto | Selasa, 13 Februari 2024 | 18:55 WIB

Wabendum BPD Hipmi Jabar Muhammad Reza Alkhawarismi Fokus Terhadap Masalah Ekonomi dan Generasi Muda

Wabendum BPD Hipmi Jabar Muhammad Reza Alkhawarismi Fokus Terhadap Masalah Ekonomi dan Generasi Muda

Bisnis | Selasa, 13 Februari 2024 | 17:29 WIB

Klinik Terapi Sel dari Jerman Bakal Buka di Bali, Ini Deretan Manfaatnya

Klinik Terapi Sel dari Jerman Bakal Buka di Bali, Ini Deretan Manfaatnya

Health | Sabtu, 10 Februari 2024 | 09:49 WIB

Urgensi Manajemen Keuangan dalam Buku 'Mendadak Hemat Saat Kepepet'

Urgensi Manajemen Keuangan dalam Buku 'Mendadak Hemat Saat Kepepet'

Your Say | Jum'at, 09 Februari 2024 | 12:06 WIB

Sumpah Kim Jong Un hingga Pembatalan Undang-undang Kerjasama Korut dengan Korsel

Sumpah Kim Jong Un hingga Pembatalan Undang-undang Kerjasama Korut dengan Korsel

News | Jum'at, 09 Februari 2024 | 11:44 WIB

Sandiaga Uno Ungkap Grup WhatsApp Menteri Sepi di Tengah Isu Mundur

Sandiaga Uno Ungkap Grup WhatsApp Menteri Sepi di Tengah Isu Mundur

Bisnis | Kamis, 08 Februari 2024 | 09:44 WIB

Terkini

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai

Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'

Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:22 WIB

Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?

Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:14 WIB

×