Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Perang Narasi Soal Stok Beras: Tom Lembong vs Istana

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 29 Februari 2024 | 09:10 WIB
Perang Narasi Soal Stok Beras: Tom Lembong vs Istana
Penampakan salah satu toko beras di Pasar Ciracas, Jakarta Timur pada Selasa (20/2/2024). . (Suara.com/Muhamad Iqbal Fathurahman)

Suara.com - Co-Captain Timnas Amin Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong kembali berkicau soal permasalahan beras di dalam negeri. Mulai dari stok beras yang langka hingga harganya melambung tinggi.

Tom Lembong menilai, permasalahan beras ini imbas dari kebijakan bantuan sosial (bansos) yang marak digelontorkan jelang Pemilihan Umum (Pemilu).

"Kondisi pasar beras di Indonesia itu lagi kacau balau, dan itu kalau saya menanggapi secara teknokratis, secara profesional, hampir pasti ada kaitannya dengan kebijakan yang diambil di saat-saat di bulan-bulan pemilu terkait bansos," ujarnya dalam konferensi pers di Rumah Koalisi Perubahan, Jakarta Selatan, yang dikutip Kamis (29/2/2024).

Mantan Kepala BKPM ini melanjutkan, setidaknya jutaan stok beras yang masuk dalam cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog telah terkuras gara-gara bansos pemerintah.

Baca Juga
Ditanya Soal Harga Beras Masih Mahal, Jokowi Jawab Dengan Cetus: Coba Dicek!

"Ada indikasi bahwa kebijakan bansos yang ditempuh itu menguras stok bulog sampai 1,3 juta ton, itu angka yang sangat signifikan," imbuh Tom Lembong.

Menanggapi tudingan tersebut, Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menampik semua pendapat Tom Lembong tersebut.

Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Bidang Perekonomian Edy Priyono menjelaskan, penyaluran bansos beras ini tidak menggunakan CBP di Bulog. Dia mengungkapkan, kekinian stok beras milik pemerintah di Bulog sebesar 1,4 juta ton.

"Tidak benar Cadangan Beras Pemerintah terkuras akibat bansos. CBP di Bulog masih kuat, sekitar 1,4 juta ton," tegas Edy.

Edy bilang, sebenarnya stok beras saat ini tidak langka. Hanya saja diakuinya, harga beras memang tengah tinggil.

"Cek saja kalau tidak percaya (stok beras). Yang masalah harganya lebih mahal daripada sebelumnya," beber Edy.

Edy menambahkan, kondisi yang terjadi saat ini, karena produksi yang berkurang imbas dari El Nino. Sehingga, produksi dengan konsumsi tidak imbas dan defisit.

"Perhitungan Kementan dan Badan Pangan Nasional Januari-Februari kita defisit. Produksi lebih kecil daripada kebutuhan. Produksi saat ini lebih rendah daripada biasanya, karena musim tanam mundur akibat El Nino tahun lalu. Ada juga yang mengalami gagal tanam," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Beras Meroket, Satgas Pangan Sidak Pasar Induk Cipinang

Harga Beras Meroket, Satgas Pangan Sidak Pasar Induk Cipinang

News | Kamis, 29 Februari 2024 | 05:35 WIB

Harga Beras Makin Perkasa, Nilai Tukar Rupiah Loyo

Harga Beras Makin Perkasa, Nilai Tukar Rupiah Loyo

News | Rabu, 28 Februari 2024 | 23:05 WIB

Ganjar Pranowo Bikin Status Tanya Harga Beras, Malah Dirujak Netizen Begini

Ganjar Pranowo Bikin Status Tanya Harga Beras, Malah Dirujak Netizen Begini

News | Rabu, 28 Februari 2024 | 15:47 WIB

Terkini

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 14:51 WIB

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:51 WIB

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:33 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:26 WIB

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB