Alasan Thailand Bisa Panen Beras Melimpah saat Indonesia Krisis

M Nurhadi

Kamis, 29 Februari 2024 | 18:00 WIB
Alasan Thailand Bisa Panen Beras Melimpah saat Indonesia Krisis
Pedagang beras melayani pembeli di pasar Cibubur, Jakarta, Senin (19/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pemerintah Indonesia berencana mengimpor dua juta ton beras dari Thailand dalam waktu dekat jika produksi dalam negeri kurang. Bak bumi dan langit, Negeri Gajah Putih itu bisa panen beras melimpah di saat Indonesia justru krisis makanan pokok tersebut. 

Dalam keterangan resminya, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy menyebutkan keputusan impor ini diambil untuk menanggulangi melonjaknya harga beras. Terkait harga beras yang menyentuh Rp18.000 – Rp20.000 tersebut, Sarwo mengatakan penyebabnya adalah ongkos produksi yang tinggi hingga dampak El Nino. Namun, dua hal tersebut tampaknya tak dialami oleh Thailand. 

Melansir Nikkei Asia, Thailand mulai memperbaiki sistem pertanian lantaran pernah terpuruk pada era ’90-an. Kekeringan yang melanda negara itu membuat Thailand terperosok dalam tiga masalah serius yang mempengaruhi ekspor berasnya, yakni penurunan produksi, kekeringan, dan biaya tambahan ekspor yang mahal. Padahal, Thailand sebelumnya pernah menjadi eksportir beras terbesar di dunia. 

Pemerintah kemudian menegaskan rencana untuk menurunkan biaya tambahan yang dikumpulkannya dari eksportir untuk ekspor beras ke Uni Eropa dan Inggris dari 2.500 baht (USD 80,51) per ton menjadi 1.200 hingga 1.500 baht.

Dari segi tenaga kerja petani, Thailand mengusung visi agar petani mendapatkan standar hidup yang lebih baik, masyarakat memiliki ketahanan pangan, dan negara memperoleh penerimaan.

Dengan visi ini Thailand berhasil meningkatkan indeks kemakmuran petani hingga 80 persen pada tahun 2016. Peningkatan ini kemudian diikuti dengan peningkatan ekonomi sektor pertanian sebesar tiga persen per tahun, dan pemanfaatan sumber daya secara tepat untuk peningkatan produksi pertanian. Kebijakan ini utamanya diterapkan pada pertanian beras. 

Dengan penerapan kebijakan yang ketat, Thailand akhirnya bertengger sebagai salah satu negara pengekspor beras terbesar dunia selain Vietnam dan India.

Beras merupakan salah satu komoditas pertanian utama dan unggulan Thailand. Beras juga menjadi salah satu prioritas utama pembangunan pertanian Thailand di samping komoditas lain seperti gula, jagung, sayuran, dan buah yang sudah menjadi produk global. 

Kebijakan pembangunan pertanian kunci Thailand salah satunya terkait dengan peningkatan harga beras atau rice pledging policy. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah Thailand berupaya menjamin agar petani beras mendapatkan harga riil yang relatif tinggi di tingkat panen dan penggilingan padi. Untuk itu pemerintah Thailand menyiapkan mekanisme pembelian langsung beras petani.

baca juga

Di samping itu, pemerintah Thailand juga melaksanakan kebijakan peningkatan harga ekspor beras. Pemerintah Thailand merasa memiliki daya tawar dan daya saing beras secara dominan di pasar global.

Peningkatan harga ekspor beras tersebut ditransmisikan dan diteruskan ke harga petani dan pedagang. Kebijakan peningkatan harga di atas diiringi dengan program dan kegiatan peningkatan kualitas dan mutu beras, mulai dari tingkat petani/panen sampai ke tingkat eksportir/pasar dunia. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prediksi Cak Nun Beras Mahal Dan Menteri Keuangan Mundur Viral, Bakal Terbukti?

Prediksi Cak Nun Beras Mahal Dan Menteri Keuangan Mundur Viral, Bakal Terbukti?

News | Kamis, 29 Februari 2024 | 15:30 WIB

Partai Buruh Desak Presiden Jokowi Turunkan Harga Beras Dalam 7 Hari, Jika Tidak Ancam Lakukan Ini

Partai Buruh Desak Presiden Jokowi Turunkan Harga Beras Dalam 7 Hari, Jika Tidak Ancam Lakukan Ini

News | Kamis, 29 Februari 2024 | 15:21 WIB

Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir, Dirut Bulog: Stok Beras Cukup dan Harga Mulai Stabil

Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir, Dirut Bulog: Stok Beras Cukup dan Harga Mulai Stabil

News | Kamis, 29 Februari 2024 | 14:36 WIB

Ternyata Segini Kekayaan Dedi Mulyadi, Pantas Nyinyirin Warga yang Ngeluh Harga Beras Naik

Ternyata Segini Kekayaan Dedi Mulyadi, Pantas Nyinyirin Warga yang Ngeluh Harga Beras Naik

Lifestyle | Kamis, 29 Februari 2024 | 14:30 WIB

Menapik Beras Naik, Jokowi Suruh Cek Pasar Cipinang: Saya Selalu Dapat Angka-angkanya

Menapik Beras Naik, Jokowi Suruh Cek Pasar Cipinang: Saya Selalu Dapat Angka-angkanya

News | Kamis, 29 Februari 2024 | 14:18 WIB

Jokowi Salahkan Pupuk Usai Ramai Produksi Pangan RI Anjlok

Jokowi Salahkan Pupuk Usai Ramai Produksi Pangan RI Anjlok

Bisnis | Kamis, 29 Februari 2024 | 11:57 WIB

Terkini

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

×