Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Ternyata Bukan Iran-Israel, Bankir Bilang Rupiah Loyo Imbas Hal Ini

Achmad Fauzi

Selasa, 23 April 2024 | 08:42 WIB
Ternyata Bukan Iran-Israel, Bankir Bilang Rupiah Loyo Imbas Hal Ini
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan 90 persen barang yang dijual di e-commerce Indonesia merupakan produk impor. [Antara]

Suara.com - Nilai tukar rupiah meloyo terhadap dolar AS dalam dua pekan ini hingga menyentuh level Rp 16.350 per dolar AS. Banyak faktor yang membuat laju rupiah tak berdaya, seperti dibilang para analis salah satunya konflik antara Iran dengan Israel.

Namun demikian, bankir melihat pelemahan rupiah ini bukan imbas dari memanasnya konflik di Timur Tengah. Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA), Jahja Setiaatmadja menyebut, anjloknya kurs rupiah justru imbas dari faktor musiman, misalnya meningkatnya kebutuhan sektor riil.

Dia menjelaskan, para pengusaha jor-joran membeli bahan baku untuk memenuhi kebutuhan di ramadan dan Idul Fitri.

"Sehingga, kebutuhan impor juga meningkat," ujar Jahja saat konferens persi kinerja BCA Kuartal I-2024 secara virtual, yang dikutip Selasa (23/4/2024).

Petugas menunjukan uang dollar AS di Money Changer, Jakarta, Rabu (17/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas menunjukan uang dollar AS di Money Changer, Jakarta, Rabu (17/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Kemudian, sambung dia, banyak investor luar negeri yang ramai-ramai menarik dananya yang berada di saham dan obligasi. Selanjutnya, Jahja mengatakan, ada jadwal pembagian dividen di kuartal I tahun 2024 yang memang dibayarkan ke investor asing.

"Nah ini ada masalah supply dan demand," bilang dia.

Jahja juga melihat, belum ada respon seperti intevensi dari Bank Indonesia atas pelemahan rupiah ini. Akan tetapi, hal ini dianggapnya wajar, karena memang faktor pelemahannya imbas dari banyak kebutuhan dolar AS.

Kendati demikian, Jahja tetap berharap BI bisa menstabilkan rupiah hingga di bawah Rp 16.000, jika memang kebutuhan akan dolar AS mulai menurun.

"Memang kalau lagi ada kebutuhan riil yang meningkat tidak boleh diintervensi. Saya pikir itu akan seperti membuang garam ke laut," pungkas dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dolar AS Naik, Sri Mulyani Sebut Masih Ada Untungnya

Dolar AS Naik, Sri Mulyani Sebut Masih Ada Untungnya

Bisnis | Senin, 22 April 2024 | 15:38 WIB

BI Pernah Terbitkan Uang Koin Rupiah Emas, Simak Berbagai Serinya

BI Pernah Terbitkan Uang Koin Rupiah Emas, Simak Berbagai Serinya

Bisnis | Senin, 22 April 2024 | 15:04 WIB

Rupiah Mereda Menguat Dikit Atas Dolar Jelang Pengumuman Sengketa Pilpres

Rupiah Mereda Menguat Dikit Atas Dolar Jelang Pengumuman Sengketa Pilpres

Bisnis | Senin, 22 April 2024 | 09:50 WIB

Terkini

LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar

LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:07 WIB

Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan

Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:01 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed

Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:50 WIB

DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru

DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:50 WIB

Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:37 WIB

IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing

IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:16 WIB

Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram

Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025

Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:56 WIB

Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:52 WIB

SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja

SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:47 WIB