Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pabrik Gula SGN Siap Giling Tebu Petani untuk Memenuhi Kebutuhan Gula Masyarakat

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 24 April 2024 | 10:53 WIB
Pabrik Gula SGN Siap Giling Tebu Petani untuk Memenuhi Kebutuhan Gula Masyarakat
PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang memiliki 36 pabrik gula (PG) siap memulai masa giling tebu tahun 2024 untuk memenuhi kebutuhan gula masyarakat.

Suara.com - Sinyal kelangkaan gula konsumsi di dalam negeri mulai membuat masyarakat khawatir. Defisit produksi gula konsumsi nasional, tekanan geopolitik yang semakin meningkat serta penguatan mata uang dolar yang menyebabkan harga gula terus mengalami kenaikan menjadi fakta pahit yang harus diterima masyarakat.

Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, PTPN sebagai salah satu instrumen negara melalui PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang memiliki 36 pabrik gula (PG) siap memulai masa giling tebu tahun 2024 untuk memenuhi kebutuhan gula masyarakat.

“Saat ini pabrik gula SGN telah siap giling tebu petani untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi masyarakat. Kami tinggal menunggu tingkat kemasakan tebu untuk mencapai rendemen optimal,” ungkap Direktur Utama SGN, Aris Toharisman ditulis Rabu (24/4/2024).

Aris menyebut, harga gula saat ini yang cenderung naik dikarenakan stok gula yang berkurang dan sebagian gula impor masih dalam proses pengadaan. Namun, ia meyakinkan bahwa stok gula akan terpenuhi ketika PG telah menggiling kembali.

“Total stok saat ini kurang lebih sebesar 144 ribu ton yang tersebar diseluruh wilayah kerja SGN. Sedangkan proyeksi produksi tahun 2024 sebesar total 992 ribu ton gula kristal putih untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi masyarakat," terang Aris.

Aris menambahkan bahwa produksi gula dalam negeri tahun ini sedikit di atas tahun lalu yaitu mencapai 2,3 juta ton. Sekitar 800-an ribu ton di antaranya adalah produksi PTPN dan petani yang memasok tebu PTPN.

“Data taksasi Maret ada peningkatan dibanding tahun 2023, yakni 12,8 juta ton dari tahun lalu yang hanya 10 juta ton tebu. Sedangkan protas juga naik menjadi 69 ton per hektare dari 58 ton per hektare pada tahun 2023,” lanjutnya.

Menurutnya, peran petani tebu sangat besar dalam pencapaian swasembada gula nasional. Oleh karena itu, pihaknya memberikan perhatian khusus kepada petani mitra, termasuk penyediaan sarana produksi melalui program Makmur yang berkolaborasi dengan PT Petrokimia Gresik dan lembaga keuangan untuk memfasilitasi kebutuhan permodalan dari biaya kebun hingga proses tebang angkut.

Lebih lanjut, Aris menyampaikan bahwa PTPN Group, melalui SGN, terus berupaya meningkatkan kinerja industri gula dengan berbagai cara. Pertama, dengan memperbaiki hubungan kemitraan dengan petani tebu. Kedua, memfasilitasi petani dalam penjualan gula dengan harga yang menguntungkan dan pembayaran yang cepat. Ketiga, memfasilitasi ketersediaan pupuk melalui program Makmur yang bekerja sama dengan BUMN Pupuk dan lembaga keuangan.

"Dampak dari upaya ini terlihat dari perluasan area tebu rakyat tahun ini, yang meningkat dari sekitar 120 ribu hektar menjadi 123 ribu hektare," tambahnya.

"PTPN membantu kami dalam meningkatkan produktivitas tebu dan kesejahteraan petani. Melalui program unggulan dan pendampingan teknis, mereka membantu kami meningkatkan hasil panen dan pendapatan. Kerjasama ini sangat berarti bagi kemajuan dan kesejahteraan kami." Ungkap Tuji, salah satu petani mitra.

Tuji juga berharap agar program Makmur yang semakin banyak digunakan oleh para petani tidak memiliki batasan dalam pemberian dana bantuan kepada petani.

Di sisi lain, Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga melakukan penyesuaian Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp17.500 per kilogram sesuai dengan dinamika harga di lapangan, terutama untuk mengakomodasi harga jual gula dari petani.

Ketua DPD Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Sunardy Edy, menyambut baik berbagai kebijakan PTPN dan Pemerintah yang sangat mendukung kelancaran usaha tani tebu.

"Kami menyambut positif kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung upaya swasembada gula, baik dari PTPN maupun Pemerintah. Karena pada dasarnya, peran petani tebu tidak boleh dilupakan, dan pencapaian swasembada gula berhubungan langsung dengan peningkatan kesejahteraan para petani tebu," ujar Sunardy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Gula Pasir Meroket, Penyebabnya Karena Kurs Rupiah Anjlok?

Harga Gula Pasir Meroket, Penyebabnya Karena Kurs Rupiah Anjlok?

Bisnis | Selasa, 23 April 2024 | 17:15 WIB

Misteri Motor di Tengah Kebun Tebu Malang Munculkan Spekulasi, Netizen: Info Bibitnya

Misteri Motor di Tengah Kebun Tebu Malang Munculkan Spekulasi, Netizen: Info Bibitnya

News | Selasa, 23 April 2024 | 10:37 WIB

Jangan Sembarangan, Dokter Ingatkan Dampak Buruk Konsumsi Gula Berlebihan pada Bayi

Jangan Sembarangan, Dokter Ingatkan Dampak Buruk Konsumsi Gula Berlebihan pada Bayi

Health | Senin, 22 April 2024 | 12:16 WIB

Terkini

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:05 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:25 WIB

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:55 WIB

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:16 WIB

Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna

Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:10 WIB

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:48 WIB

IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China

IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:39 WIB

Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed

Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:32 WIB

Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense

Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:30 WIB

Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus

Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:55 WIB