Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Peringati May Day 2024, Menaker Minta Pekerja Terus Tingkatkan Kompetensi di Era Digitalisasi

Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah | Suara.com

Rabu, 01 Mei 2024 | 15:47 WIB
Peringati May Day 2024, Menaker Minta Pekerja Terus Tingkatkan Kompetensi di Era Digitalisasi
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah dalam peringatan May Day 2024 di PT Puninar Logistic, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (1/5/2024). (Dok: Kemnaker)

Suara.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2024 dengan menggelar acara di PT Puninar Logistic, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (1/5/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengatakan pada peringatan Hari Buruh tahun ini, Kemnaker mengusung tema ‘Kerja Bersama Wujudkan Pekerja/Buruh Yang Kompeten’ dengan Tag line 'MayDay is 'Terampil' 'Day''.

Ida menekankan, selaras dengan tema May Day tahun ini, penting bagi para pekerja untuk terus meningkatkan skill dan kompetensi dan hal tersebut harus terus dimiliki pekerja dan buruh.

“Tema ini juga berangkat dari keinginan kita bersama untuk terus menjadikan peningkatan kompetensi sebagai salah satu jawaban pasti dari tantangan industri 4.0,” ucap Menaker Ida.

Ia menuturkan, masa depan dunia ketenagakerjaan akan dipenuhi dengan dinamika dunia usaha dan dunia industri yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan informasi. Hal tersebut tercermin dari kondisi saat ini yang telah memasuki era digitalisasi.

Oleh karena itu menurut Ida, masa depan dunia ketenagakerjaan Indonesia sangat ditentukan oleh kompetensi dan daya saing pekerja/buruh, yang mana hal tersebut akan berperan besar terhadap daya saing bangsa.

“Masa depan bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh seberapa kompeten dan seberapa kompetitif pekerja/buruh kita. Oleh karenanya, secara khusus, saya mengajak teman-teman pekerja/buruh untuk terus berupaya meningkatkan kompetensi dan daya saing,” kata Ida Fauziyah.

Menurut Ida Fauziyah, peningkatan kompetensi dan daya saing pekerja/buruh memiliki 2 tujuan utama bagi pekerja/buruh. Pertama, meningkatkan keterampilan, keahlian, kemampuan, dan kapasitasnya sehingga dia mampu meningkatkan karirnya.

Kedua, peningkatan kompetensi dan daya saing bertujuan untuk membekali diri dengan berbagai keterampilan dan kompetensi yang dapat digunakan untuk alih profesi.

Dua hal tersebut menurutnya sangat penting agar pekerja/buruh dapat terus survive menghadapi dinamika dunia ketenagakerjaan yang semakin dinamis dan kompetitif.

Menurutnya, salah satu yang harus dilakukan adalah terus menerus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dimana harus lebih baik dibanding negara lain.

“Targetnya di Asean kita harus memiliki SDM terbaik yang kemudian ditingkatkan ke level asia bahkan dunia,” ungkap Menaker.

Menaker Ida juga tidak bosan mendorong komitmen dari semua pihak tidak hanya pekerja, buruh tapi juga pengusaha untuk membantu pemerintah yang terus membuat program peningkatan kompetensi.

“Perusahaan juga diharapkan turut melakukan  program peningkatan kompetensi tersebut yang tidak hanya dilakukan kepada pekerja tapi ke calon pekerja atau bahkan pelajar. Saya mengajak serikat pekerja, serikat buruh turut serta berpartisipasi mendorong inovasi digital dan peningkatan kualitas sumber data manusia di perusahaan,” papar Ida.

Ia menambahkan bahwa saat ini dunia ketenagakerjaan dihadapkan pada beberapa tantangan di industri 4.0, terutama digitalisasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perayaan Hari Buruh: Bagaimana Kabar Pekerja Informal?

Perayaan Hari Buruh: Bagaimana Kabar Pekerja Informal?

Your Say | Rabu, 01 Mei 2024 | 14:45 WIB

Siapa Pencetus Hari Buruh 1 Mei Pertama Kali di Dunia, Ini Dia Sosoknya

Siapa Pencetus Hari Buruh 1 Mei Pertama Kali di Dunia, Ini Dia Sosoknya

Bisnis | Rabu, 01 Mei 2024 | 13:50 WIB

Buruh Terjebak Kerja Kontrak Tanpa Kepastian, Omnibus Law Harus Dievaluasi

Buruh Terjebak Kerja Kontrak Tanpa Kepastian, Omnibus Law Harus Dievaluasi

Bisnis | Rabu, 01 Mei 2024 | 13:41 WIB

Refleksi Hari Buruh: Perspektif Psikologis dalam Kehidupan Sehari-hari

Refleksi Hari Buruh: Perspektif Psikologis dalam Kehidupan Sehari-hari

Your Say | Rabu, 01 Mei 2024 | 13:39 WIB

Said Iqbal Respons Ucapan Selamat Hari Buruh Dari Prabowo: Semoga Presiden Baru Anulir UU Ciptaker

Said Iqbal Respons Ucapan Selamat Hari Buruh Dari Prabowo: Semoga Presiden Baru Anulir UU Ciptaker

News | Rabu, 01 Mei 2024 | 13:39 WIB

Said Iqbal: Outsourcing Adalah Perbudakan Modern, Harus Dihapuskan

Said Iqbal: Outsourcing Adalah Perbudakan Modern, Harus Dihapuskan

News | Rabu, 01 Mei 2024 | 13:29 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB