Potensi Transaksi Rp 276 M, Maroko Jadi Mitra Dagang Nontradisional Indonesia

Jum'at, 03 Mei 2024 | 17:33 WIB
Potensi Transaksi Rp 276 M, Maroko Jadi Mitra Dagang Nontradisional Indonesia
Marrakesh, salah satu kota tujuan wisata di Maroko. Sebagai ilustrasi potensi bisnis Indonesia-Maroko, antara lain di sektor pariwisata [Shutterstock].

Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) melakukan misi dagang ke Maroko dan menghasilkan potensi transaksi sebesar 16,98 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 276 miliar.

Dikutip dari kantor berita Antara, tujuan misi dagang ke Maroko itu dalam rangka meningkatkan penetrasi ekspor Indonesia ke pasar negara-negara di Afrika.

"Alhamdulillah, sebagai gebrakan pertama kami sudah menghasilkan potensi transaksi ini," jelas Didi Sumedi, Direktur Jenderal PEN di Jakarta, Jumat (3/5/2024).

Kegiatan misi dagang ke Maroko sendiri bertujuan untuk memperkuat penetrasi produk Indonesia ke pasar Afrika Utara.

Selain itu dimaksudkan untuk membangun kerja sama bisnis dengan mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon mitranya dari Maroko dan negara sekitarnya.

Maroko memiliki posisi penting bagi Indonesia, terutama dalam perannya sebagai mitra dagang nontradisional serta sebagai hub untuk memasuki pasar Afrika Utara.

Mitra dagang nontradisional sendiri memiliki arti negara tujuan ekspor baru atau yang masih memiliki peluang besar untuk dipicu nilai perdagangannya.

Potensi kerja sama Indonesia dan Maroko masih memiliki peluang yang sangat besar, karena saat ini kedua negara masih merumuskan Prefential Trade Agreement (PTA). Harapannya bisa memberikan katalis pada nilai perdagangan di kawasan Afrika Utara.

"Kenapa Maroko dipilih, karena Maroko ingin kami jadikan sebagai hub untuk pasar Afrika," lanjut Didi Sumedi.

Baca Juga: Dorong Kaum Perempuan Bisnis UMKM, Dekranasda Kota Pekalongan Sasar Pemerataan Ekonomi

"Walau pun di Afrika sendiri kami sudah mempunyai Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di dua negara, yaitu Nigeria dan Afrika Selatan. Afrika kami "kepung" melalui tiga hub ini, karena memang potensi di Afrika cukup besar di mana permintaannya seiring dengan produk-produk nasional kita yang dibutuhkan di Afrika," tandasnya.

Kementerian Perdagangan mendorong pengembangan ekspor, salah satunya ke Afrika. Karena kawasan ini merupakan pasar potensial untuk produk Indonesia.

Dukungan juga selalu diberikan kepada para pelaku usaha, apalagi yang bisa memberikan kontribusi terhadap kinerja ekspor Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI