Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Kemnaker Beri Diseminasi 250 Calon PMI untuk Perluas Wawasan Pekerjaan

Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah | Suara.com

Kamis, 16 Mei 2024 | 19:57 WIB
Kemnaker Beri Diseminasi 250 Calon PMI untuk Perluas Wawasan Pekerjaan
Kemnaker Gelar Diseminasi kepada 250 Calon Pekerja Migran Indonesia. (Dok: Kemnaker)

Suara.com - 250 orang Calon Pekerja Migran Indonesia diberikan Diseminasi Penempatan dan Pelindungan Calon Pekerja Migran Indonesia oleh Kementerian Ketenagakerjaan di kota Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/5/2024).

Kegiatan bertema 'Saya Indonesia' tersebut diberikan kepada calon PMI sebelum mereka bertolak menuju negara penempatan di Hong Kong, Taiwan, Singapura, Malaysia, dan negara di Kawasan Asia Pasifik lainnya.

Plt. Dirjen Binapenta & PKK Kemnaker, Estiarty Haryani mengatakan Diseminasi bertujuan agar ke-250 calon Pekerja Migran memperoleh wawasan pelindungan Pekerjaan Migran Indonesia sesuai UU PPMI No 17 Tahun 2018 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, secara umum dan dari aspek kesehatan.

“Para Calon Pekerja Migran atau Pekerja Migran Indonesia harus benar-benar siap atau dipersiapkan dengan baik. Utamanya dari aspek kualitas atau kompetensi, agar nantinya dapat berkompetisi atau tidak kalah dengan pekerja migran dari negara-negara pengirim lainnya,” ujar Estiarty Haryani.

Sedangkan Direktur Bina P2PMI Kemnaker, Rendra Setiawan mengatakan dengan memiliki Kompetensi dari sisi bahasa maupun dari sisi keterampilan, maka dapat meminimalisir terjadinya permasalahan pada saat bekerja. 

“Apabila kita memiliki kompetensi, maka kita memiliki posisi tawar yang tinggi dan dengan memiliki kompetensi kita dapat melindungi diri kita sendiri, sebab pelindungan pekerja itu, sejatinya berawal dari diri sendiri," lanjut Rendra.

(Dok: Kemnaker)
(Dok: Kemnaker)

Selain itu, dari sisi kesehatan, PMI perlu diberikan informasi secara utuh sebelum berangkat ke negara penempatan. Seperti informasi mengenai penyakit menular, pentingnya mengenali penyakit yang terjadi di tempat kerja, dan bagaimana cara memitigasi atau mencegah penyakit yang dimulai dari diri sendiri.

Rendra mengungkapkan selama tahun 2023, sebanyak 274.965 Pekerja Migran Indonesia telah ditempatkan di berbagai negara. Taiwan menjadi negara yang menduduki jumlah penempatan terbanyak, yaitu 83.216 orang, disusul Malaysia (72.260), dan Hong Kong (65.916). 

Sedangkan Jawa Timur menjadi provinsi terbesar daerah asal Pekerja Migran Indonesia sebanyak 68.069 orang, diikuti Jawa Tengah (59.009) dan Jawa Barat (52.961), 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menaker Apresiasi Gerakan 1.000 Pengusaha Mengajar oleh APINDO

Menaker Apresiasi Gerakan 1.000 Pengusaha Mengajar oleh APINDO

Bisnis | Kamis, 16 Mei 2024 | 08:00 WIB

Menaker: Pelaksanaan KB Serentak di Tempat Kerja Jadi Upaya Melindungi Pekerja

Menaker: Pelaksanaan KB Serentak di Tempat Kerja Jadi Upaya Melindungi Pekerja

Bisnis | Rabu, 15 Mei 2024 | 20:38 WIB

Kemnaker Gandeng BKKBN Gelar Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak di Tempat Kerja

Kemnaker Gandeng BKKBN Gelar Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak di Tempat Kerja

Bisnis | Rabu, 15 Mei 2024 | 20:30 WIB

Taspen Jadi Sarana Penting untuk Kesejahteraan ASN, Jadi jaminan Sosial yang Beri Perlindungan Finansial

Taspen Jadi Sarana Penting untuk Kesejahteraan ASN, Jadi jaminan Sosial yang Beri Perlindungan Finansial

News | Rabu, 15 Mei 2024 | 17:42 WIB

Mengintip Pelatihan Para Pencari Kerja di PPKD Jakarta Pusat

Mengintip Pelatihan Para Pencari Kerja di PPKD Jakarta Pusat

Foto | Selasa, 14 Mei 2024 | 16:16 WIB

Investasi 150 Juta Dolar AS, Pabrik PT Yadea Teknologi Indonesia Dijadwalkan Operasi 2026

Investasi 150 Juta Dolar AS, Pabrik PT Yadea Teknologi Indonesia Dijadwalkan Operasi 2026

Bisnis | Selasa, 14 Mei 2024 | 08:36 WIB

Terkini

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:46 WIB

Harga Beras Lagi Mahal di 111 Kota

Harga Beras Lagi Mahal di 111 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:25 WIB

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:09 WIB

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 16:06 WIB

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:14 WIB

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:11 WIB

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB