Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Petani Jagung Menangis Karena Harga Murah, Begini Respon Bulog Hingga Bapanas

Achmad Fauzi

Jum'at, 17 Mei 2024 | 15:41 WIB
Petani Jagung Menangis Karena Harga Murah, Begini Respon Bulog Hingga Bapanas
Produksi jagung di Lampung diproyeksi naik dibanding tahun sebelumnya. [ANTARA]

Suara.com - Petani Jagung kekinian di daerah tengah merana dengan harga jagung yang anjlok. Bahkan, petani sampai menangis, karena kini harga jagung sudah tidak ada harganya lagi.

Hal ini terlihat dari video yang viral di media sosial. Video yang dibagikan oleh akun instagram @daenginfo2 ini, memperlihat petani tengah merangkak sambil menangis teriak harga jagung yang turun drastis.

"Udah nggak ada harganya Jagung. Tolong minta dinaikan harganya jagung," teriak petani tersebut.

Atas hal tersebut, Direktur Bisnis Bulog, Feby Novita menyebut, pihaknya telah mengunjungi lokasi petani di Mamuju, Sulawesi Barat, Menurut dia, tidak ada harga jagung yang dibeli di bawah harga acuan pembelian (HAP) yang sudah ditetapkan pemerintah, yang sebesar Rp 5.000/kg.

Dirinya juga tidak mendapatkan panen jagung seperti yang terlihat dalam video tersebut.

"Bulog langsung nyamperin kesana, ternyata memang tidak ditemukan harga jagung segitu. Bahkan Bulog di sana bilang bukan ada hamparan, tapi cuma ada 20 kg," ujar Febby di Jakarta, Rabu (17/5/2024).

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, meminta semua orang agar jika terjadi kejadian tersebut untuk segera melapor agar langsung bisa diserap.

"Sebaiknya kalau seperti itu langsung kasih tahu aja lokasinya dimana, termasuk Mamuju, jadi bukan diviralkan. Kasih aja badan pangan/Bulog setempat supaya bisa kita serap," jelas dia.

Arief menambakan, Bapanas juga yelah menaikkan HAP jagung dari Rp 4.200/kg menjadi Rp 5.000/kg untuk mengantisipasi harga jagung yang anjlok.

baca juga

"Untuk antisipasi sudah menaikkan harga dari sebelumnya Rp 4.200 tahun ini Rp 5.000. Harus memperhatikan agroinput sehingga produk tanaman pangan seperti jagung harus hargai petani," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Ton Beras Harga Terjangkau Dipasarkan per Hari, Atasi Kebutuhan Warga Sorong Papua

10 Ton Beras Harga Terjangkau Dipasarkan per Hari, Atasi Kebutuhan Warga Sorong Papua

Bisnis | Kamis, 16 Mei 2024 | 14:15 WIB

Bapanas Kembangkan Teknik Cold Chain Perkuat Distribusi Logistik Pangan Indonesia, Apakah Itu?

Bapanas Kembangkan Teknik Cold Chain Perkuat Distribusi Logistik Pangan Indonesia, Apakah Itu?

Bisnis | Jum'at, 10 Mei 2024 | 14:39 WIB

Harga Eceran Beras Bulog Naik, Paling Mahal Rp13.500 Per Kilogram

Harga Eceran Beras Bulog Naik, Paling Mahal Rp13.500 Per Kilogram

Bisnis | Senin, 06 Mei 2024 | 10:46 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×