Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Petani Jagung Menangis Karena Harga Murah, Begini Respon Bulog Hingga Bapanas

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 17 Mei 2024 | 15:41 WIB
Petani Jagung Menangis Karena Harga Murah, Begini Respon Bulog Hingga Bapanas
Produksi jagung di Lampung diproyeksi naik dibanding tahun sebelumnya. [ANTARA]

Suara.com - Petani Jagung kekinian di daerah tengah merana dengan harga jagung yang anjlok. Bahkan, petani sampai menangis, karena kini harga jagung sudah tidak ada harganya lagi.

Hal ini terlihat dari video yang viral di media sosial. Video yang dibagikan oleh akun instagram @daenginfo2 ini, memperlihat petani tengah merangkak sambil menangis teriak harga jagung yang turun drastis.

"Udah nggak ada harganya Jagung. Tolong minta dinaikan harganya jagung," teriak petani tersebut.

Atas hal tersebut, Direktur Bisnis Bulog, Feby Novita menyebut, pihaknya telah mengunjungi lokasi petani di Mamuju, Sulawesi Barat, Menurut dia, tidak ada harga jagung yang dibeli di bawah harga acuan pembelian (HAP) yang sudah ditetapkan pemerintah, yang sebesar Rp 5.000/kg.

Dirinya juga tidak mendapatkan panen jagung seperti yang terlihat dalam video tersebut.

"Bulog langsung nyamperin kesana, ternyata memang tidak ditemukan harga jagung segitu. Bahkan Bulog di sana bilang bukan ada hamparan, tapi cuma ada 20 kg," ujar Febby di Jakarta, Rabu (17/5/2024).

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, meminta semua orang agar jika terjadi kejadian tersebut untuk segera melapor agar langsung bisa diserap.

"Sebaiknya kalau seperti itu langsung kasih tahu aja lokasinya dimana, termasuk Mamuju, jadi bukan diviralkan. Kasih aja badan pangan/Bulog setempat supaya bisa kita serap," jelas dia.

Arief menambakan, Bapanas juga yelah menaikkan HAP jagung dari Rp 4.200/kg menjadi Rp 5.000/kg untuk mengantisipasi harga jagung yang anjlok.

"Untuk antisipasi sudah menaikkan harga dari sebelumnya Rp 4.200 tahun ini Rp 5.000. Harus memperhatikan agroinput sehingga produk tanaman pangan seperti jagung harus hargai petani," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Ton Beras Harga Terjangkau Dipasarkan per Hari, Atasi Kebutuhan Warga Sorong Papua

10 Ton Beras Harga Terjangkau Dipasarkan per Hari, Atasi Kebutuhan Warga Sorong Papua

Bisnis | Kamis, 16 Mei 2024 | 14:15 WIB

Bapanas Kembangkan Teknik Cold Chain Perkuat Distribusi Logistik Pangan Indonesia, Apakah Itu?

Bapanas Kembangkan Teknik Cold Chain Perkuat Distribusi Logistik Pangan Indonesia, Apakah Itu?

Bisnis | Jum'at, 10 Mei 2024 | 14:39 WIB

Harga Eceran Beras Bulog Naik, Paling Mahal Rp13.500 Per Kilogram

Harga Eceran Beras Bulog Naik, Paling Mahal Rp13.500 Per Kilogram

Bisnis | Senin, 06 Mei 2024 | 10:46 WIB

Terkini

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 16:06 WIB

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:14 WIB

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:11 WIB

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:17 WIB