SPAM Semarang Barat: Bukti Gotong Royong Pemerintah dan Swasta Hadirkan Air Terjangkau

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Sabtu, 20 Juli 2024 | 07:05 WIB
SPAM Semarang Barat: Bukti Gotong Royong Pemerintah dan Swasta Hadirkan Air Terjangkau
Waduk Jatibarang Semarang. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)

Suara.com - Program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang digagas oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berhasil membawa dampak positif bagi masyarakat. Salah satu masyarakat yang telah menuai manfaat dari program ini adalah Sumarjo. Pria berusia 77 tahun itu mengaku terbantu dengan adanya akses air bersih yang mencapai ke pemukimannya.

Warga Kelurahan Kembang Arum, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah itu bercerita, daerahnya menjadi salah satu kawasan yang sulit mendapatkan air bersih. Hal ini lantaran tanah aluvial di sebagian Semarang mudah terkikis air akibat beban bangunan dan penggunaan air tanah yang terlalu dalam.

Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, dia menggunakan air tanah. Namun, itu belum mencukupi karena air yang mampu dikeluarkan sangat sedikit. Apalagi jika kemarau tiba, mau tidak mau dia mengandalkan sumber lainnya seperti menggunakan air sungai yang kualitasnya buruk atau membeli air setiap hari dengan rupiah yang tidak sedikit.

Sementara jika musim penghujan tiba, Semarang sering banjir dan air sungainya tercemar. Alhasil air pun tak bisa digunakan. Dengan kata lain, baik di musim kemarau pun hujan, dia tidak bisa dengan nyaman menggunakan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, kondisi tersebut tak lagi ditemuinya setelah SPAM Semarang Barat hadir. Kini, Sumarjo cukup membuka keran rumahnya untuk memenuhi kebutuhan air. Dia menyebut, air yang didistribusikan SPAM Semarang Barat jernih dan tidak berbau, sehingga layak untuk digunakan memasak, mandi, mencuci pakaian dan lainnya.

"Alhamdulillah setelah ada SPAM Semarang Barat, saya tidak perlu repot-repot lagi. Cukup buka keran, siang maupun malam hari airnya mengalir terus," tutur Sumarjo ketika ditemui awak media dalam Press Tour Kemenkeu, di Semarang, Kamis, (18/7/2024).

Secara harga, air SPAM Semarang Barat masih terjangkau. Selama sebulan, dia hanya membayar tagihan air sekitar Rp150.000. Dia berharap, kelancaran dan kualitas air bersih yang sudah baik ini terus dijaga.

Harga Terjangkau Berkat Skema KPBU

Presiden Direktur PT Air Semarang Barat (ASB), Yudi Nurpriyantoro. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)
Presiden Direktur PT Air Semarang Barat (ASB), Yudi Nurpriyantoro. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)

Presiden Direktur PT Air Semarang Barat (ASB), Yudi Nurpriyantoro menjelaskan, harga air terjangkau yang dinikmati masyarakat tidak lain berkat adanya skema KPBU. Skema KPBU membuat perusahaan berhasil menghemat biaya investasi infrastruktur karena adanya prinsip gotong royong.

baca juga

Dalam proyek SPAM Semarang Barat, biaya investasi yang dibutuhkan adalah sebesar Rp1,2 triliun. Namun, berkat skema KPBU, PT ASB hanya mengeluarkan biaya investasi 38% atau sekitar Rp458 miliar, sisanya ditanggung oleh Perumda Air Minum Tirta Moedal Rp198 Miliar (16%), Pemkot Semarang Rp224 Miliar (19%) dan Pemerintah Pusat Rp324 Miliar (27%).

"Jadi dengan konsep KPBU inikan sebenarnya pendanaan bisa disharing ya," tutur Yudi.

Lebih jauh Yudi menjelaskan, dengan skema KPBU tersebut, PT ASB bisa menjual air ke Perumda Air Minum Tirta Moedal Rp2.500 per meter kubik. Harga ini masih menguntungkan bagi Perumda Air Minum Tirta Moedal yang harga rata-rata jualnya berada di angka Rp5.000 hingga Rp5.500 per meter kubik.

"Dengan harga Rp2.500 per meter kubik, tentunya masyarakat masih bisa mendapatkan air yang layak. Dan untuk PDAM (Perumda Air Minum Tirta Moedal-red) dengan harga seperti itu mereka juga masih leluasa jualnya," kata Yudi.

Sebagai informasi, KPBU merupakan bentuk kerjasama antara pemerintah dan badan usaha dalam penyediaan infrastruktur jangka panjang yang melibatkan transfer risiko dari pemerintah kepada badan usaha, serta penyediaan insentif berdasarkan kinerja badan usaha.

Dalam skema ini, pihak badan usaha umumnya bertanggung jawab atas desain, pembiayaan, pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan infrastruktur selama masa kerjasama, dan pada akhir periode, aset tersebut akan diserahkan kembali kepada pemerintah. Investasi yang dilakukan oleh badan usaha akan mendapatkan pengembalian beserta keuntungan melalui pembayaran tarif dari masyarakat (user charge) atau pembayaran berkala dari pemerintah (availibility payment).

KPBU tertuang dalam perjanjian KPBU yang mengatur lingkup pekerjaan, tanggung jawab dan tingkat pengembalian investasi dan ditandatangani oleh pemerintah dan badan usaha, hal mana penandatanganan perjanjian ini dikenal sebagai commercial close. Sebagian besar investasi (sekitar 70%) dibiayai melalui pinjaman dari lembaga keuangan dengan sisa 30% berasal dari ekuitas badan usaha.

Adapun, proyek KPBU SPAM Semarang Barat diprakarsai oleh Pemerintah Kota Semarang untuk menyediakan layanan air minum dengan kapasitas target 1.000 liter per detik yang melayani sekitar 70.000 sambungan rumah tangga di Kecamatan Tugu, Ngaliyan, dan Semarang Barat. PJPK proyek ini adalah Perumda Air Minum Tirta Moedal, yang menandatangani perjanjian KPBU dengan SPC bernama PT ASB.

Proyek ini mendapatkan dukungan fiskal dari Kementerian Keuangan berupa Fasilitas PDF dan melalui Penjaminan KPBU oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII). Kementerian PUPR memberikan dukungan teknis untuk pembangunan fasilitas intake dan jaringan distribusi utama, sementara Pemerintah Kota Semarang memberikan dukungan dalam pengadaan lahan.

Dalam proyek ini, BUP yaitu PT ASB bertanggung jawab atas desain, pembangunan, pembiayaan, pengoperasian, dan pemeliharaan fasilitas pengolahan dan penyimpanan air (Water Treatment Plant , Pipa Transmisi, dan Reservo ir ) selama 25 tahun masa kerjasama.

BUP mendapatkan pengembalian investasi dari hasil penjualan air yang dilakukan oleh PDAM Tirta Moedal kepada masyarakat. Proyek KPBU SPAM Semarang Barat telah beroperasi sejak Mei 2021 dan hingga saat ini telah berhasil mencapai penyerapan 605 liter per detik dengan 44.319 sambungan rumah tangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satgas Infrastruktur Sebut IKN Sudah Punya Sumber Air Baku: Penghuni Tak Akan Kekurangan Air

Satgas Infrastruktur Sebut IKN Sudah Punya Sumber Air Baku: Penghuni Tak Akan Kekurangan Air

News | Minggu, 21 Juli 2024 | 19:01 WIB

Krisis Air Jadi Lumbung Bisnis Oligarki Hingga Pelecehan Seksual di KRL Tidak Ditindak

Krisis Air Jadi Lumbung Bisnis Oligarki Hingga Pelecehan Seksual di KRL Tidak Ditindak

News | Minggu, 21 Juli 2024 | 05:00 WIB

Warga Terancam Krisis Air, HNW: Jangan Sampai IKN Berdiri, Tapi Dampaknya Negatif Buat Rakyat Setempat

Warga Terancam Krisis Air, HNW: Jangan Sampai IKN Berdiri, Tapi Dampaknya Negatif Buat Rakyat Setempat

News | Jum'at, 19 Juli 2024 | 19:37 WIB

4 Manfaat Air Kelapa untuk Kesehatan Rambut, Bisa Atasi Berbagai Permasalahan

4 Manfaat Air Kelapa untuk Kesehatan Rambut, Bisa Atasi Berbagai Permasalahan

Lifestyle | Jum'at, 19 Juli 2024 | 19:15 WIB

Air dan Listrik Sudah Siap, Presiden Jokowi Bakal Segera Ngantor di IKN Bulan Juli?

Air dan Listrik Sudah Siap, Presiden Jokowi Bakal Segera Ngantor di IKN Bulan Juli?

News | Jum'at, 19 Juli 2024 | 17:39 WIB

Pakar Ungkap Tantangan Geologi IKN: Air Tanah Jadi Masalah Serius

Pakar Ungkap Tantangan Geologi IKN: Air Tanah Jadi Masalah Serius

News | Jum'at, 19 Juli 2024 | 17:22 WIB

Terkini

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:40 WIB

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:19 WIB

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:17 WIB

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:16 WIB

×