Alarm! Ekonomi RI Mengkhawatirkan, Melemah Terus di Era Jokowi

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 15 Agustus 2024 | 13:30 WIB
Alarm! Ekonomi RI Mengkhawatirkan, Melemah Terus di Era Jokowi
Ekonom Senior sekaligus Founder Core Indonesia, Hendri Saparini (Foto Fadil)

Suara.com - Kondisi ekonomi Indonesia terus menunjukkan tanda-tanda pelemahan dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini terlihat dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang melambat, tingkat inflasi yang tinggi, dan nilai tukar rupiah yang terus melemah.

Pelemahan ekonomi ini berdampak signifikan terhadap masyarakat. Daya beli masyarakat semakin menurun, sehingga permintaan terhadap barang dan jasa juga ikut melambat. Hal ini menyebabkan banyak perusahaan mengalami kesulitan dan terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"10 tahun terakhir sekarang ini (periode Presiden Joko Widodo) apa yang terjadi pada kondisi ekonomi sosial kita, apakah daya beli masyarakat terutama kelompok bawah dan menengah membaik, apakah ekonomi membaik sehingga mampu menciptakan lapangan kerja yang sangat besar bagi anak muda? Ternyata tidak," kata Ekonom Senior sekaligus Founder Core Indonesia, Hendri Saparini dalam acara Ruang Gagasan Kemerdekaan Indonesia bertajuk 'Anak Muda Bisa Berkontribusi Apa? yang diselenggarakan Core Indonesia dan Suara.com di Jakarta pada Rabu malam (14/8/2024).

Bahkan kata Hendri saat ini daya beli kelompok menengah juga mengalami pelemahan daya beli. Kata dia kondisi ini tidak pernah terjadi sebelumnya. "Ini adalah alarm. Ini adalah alarm bagi kita sebuah bangsa dimana kita pernah berjaya tapi sekarang ini kita memiliki beban yang sangat berat," katanya.

Menurut dia pelemahan kondisi ekonomi Indonesia sudah terjadi sejak era awal reformasi, tren tidak baik ini kata dia sangat mengkhawatirkan. "Ada tren ekonomi kita yang tidak baik dan sangat mengkhawatirkan kita apa yang sering disampaikan bahwa Indonesia Emas 2045 itu buka era bagi seluruh masyarakat Indonesia, karena ternyata pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menurun," katanya.

Hendri memaparkan bahwa pada tahun 1980 sampai 2000 rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,4 persen, dari tahun 2000 sampai 2019 rata-rata pertumbuhannya turun ke 5,3 persen, kemudian tahun 2019 hingga saat ini kembali turun menjadi 5 persen.

"Apakah ini bermasalah? Iya. Kita mengalami prematur deindustrialisasi yang terlalu dini. Ini membahayakan untuk kita karena sektor ini yang membuka lapangan kerja yang paling banyak," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bonus Demografi Indonesia Bisa Jadi Beban Pada 2035

Bonus Demografi Indonesia Bisa Jadi Beban Pada 2035

Bisnis | Kamis, 15 Agustus 2024 | 12:20 WIB

Rapat Kabinet Perdana di IKN, Jokowi Sudah Buat Pusing Para Menteri Soal Laporan Ekonomi Ini

Rapat Kabinet Perdana di IKN, Jokowi Sudah Buat Pusing Para Menteri Soal Laporan Ekonomi Ini

Bisnis | Senin, 12 Agustus 2024 | 15:01 WIB

BI Buka-bukaan Soal Data Daya Beli Masyarakat RI yang Lesu

BI Buka-bukaan Soal Data Daya Beli Masyarakat RI yang Lesu

Bisnis | Jum'at, 09 Agustus 2024 | 10:48 WIB

Terkini

Bongkar Dugaan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Ditjen Pas Periksa Ferdy Sambo

Bongkar Dugaan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Ditjen Pas Periksa Ferdy Sambo

News | Senin, 28 September 2026 | 12:39 WIB

Dituding Nikmati Lapas Mewah, Ini Alasan Kemenimipas Soal Bingkai Foto Koruptor Jimmy Masrin

Dituding Nikmati Lapas Mewah, Ini Alasan Kemenimipas Soal Bingkai Foto Koruptor Jimmy Masrin

News | Senin, 28 September 2026 | 12:39 WIB

Mau Bagaimanapun, Mindfulness Tidak Bisa Memperbaiki Dunia yang Membuat Kita Cemas

Mau Bagaimanapun, Mindfulness Tidak Bisa Memperbaiki Dunia yang Membuat Kita Cemas

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:30 WIB

Bagaimana Cara Memilih Sampo Khusus Uban yang Cocok untuk Kulit Kepala Sensitif?

Bagaimana Cara Memilih Sampo Khusus Uban yang Cocok untuk Kulit Kepala Sensitif?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 12:30 WIB

Joey Pelupessy Tak Sabar Tumpas Timnas Malaysia Malam Ini

Joey Pelupessy Tak Sabar Tumpas Timnas Malaysia Malam Ini

Bola | Senin, 28 September 2026 | 12:29 WIB

12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur

12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 12:26 WIB

6 Rekomendasi Bedak Padat untuk Olive Undertone, Bikin Makeup Lebih Natural

6 Rekomendasi Bedak Padat untuk Olive Undertone, Bikin Makeup Lebih Natural

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 12:26 WIB

Tak Sekadar Limbah Dapur, Cangkang Telur Ternayta Bisa Diolah Jadi Pupuk: Bagaimana Caranya?

Tak Sekadar Limbah Dapur, Cangkang Telur Ternayta Bisa Diolah Jadi Pupuk: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 12:22 WIB

Marah Itu Wajar, I Hate Everything! Mengajarkannya dengan Cara Lucu

Marah Itu Wajar, I Hate Everything! Mengajarkannya dengan Cara Lucu

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:20 WIB

BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan

BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan

Kaltim | Senin, 28 September 2026 | 12:19 WIB

×