Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Gapensi NTB Sebut Pilkada Berdampak Negatif terhadap Laju Konstruksi Daerah

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 12 September 2024 | 14:56 WIB
Gapensi NTB Sebut Pilkada Berdampak Negatif terhadap Laju Konstruksi Daerah
Gapensi NTB menyampaikan pembangunan infrastruktur cenderung melambat di saat pemilu.

Suara.com - Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Gabungan Pengusaha Kontruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Agus Mulyadi mengatakan kontestasi politik, baik pilpres maupun pilkada, memiliki dampak cukup signifikan terhadap sektor konstruksi di NTB. Agus menyampaikan pembangunan infrastruktur cenderung melambat di saat pemilu.

"Sudah pasti sektor konstruksi terganggu karena dananya akan terkuras semua ke pilpres atau pilkada," ujar Agus ditulis Kamis (12/9/2024).

Agus menyampaikan perputaran perekonomian, terutama di sektor konstruksi kerap mengalami perlambatan ketika adanya masa kontestasi politik. Hal ini pun berdampak cukup signifikan bagi anggota Gapensi NTB dalam mendapatkan project pemerintah.

Agus menyampaikan kondisi ini mengancam keberlangsungan perusahaan kontraktor lokal di provinsi berjuluk Bumi Gora tersebut.

"Kalau proyeknya sedikit, otomatis banyak yang tidak bisa dapat kerja. Saya saja yang Ketua Umum Gapensi NTB sampai hari ini belum dapat kerjaan karena kita prioritaskan untuk anggota dulu," ucap Agus.

Agus menyampaikan mayoritas proyek konstruksi di NTB ialah sektor infrastruktur pariwisata. Namun, lanjut Agus, keterlibatan kontraktor lokal masih cukup minim dalam mengajarkan proyek infrastruktur pariwisata, terutama yang berasal dari program pemerintah pusat.

"Keterlibatan Gapensi NTB tidak cukup signifikan dalam program pemerintah pusat. Kadang-kadang kita tidak tahu itu proyeknya, tiba-tiba sudah muncul," lanjut Agus.

Agus berharap pemerintahan baru dengan presiden terpilih Prabowo Subianto dapat memberikan perhatian lebih kepada kontraktor lokal di NTB. Gapensi NTB, lanjut Agus, siap mendukung penuh program infrastruktur Prabowo di NTB ke depan.

"Kami juga berharap program perumahan yang ada di pemerintah pusat itu bisa diturunkan ke NTB. Kita berharap sangat besar karena selain membantu menekan backlog hunian juga dapat menunjang perekonomian di NTB," sambung Agus.

Agus optimistis sinergitas Gapensi dam pemerintah pusat akan lebih erat dalam mendukung akselerasi pembangunan infrastruktur.

Agus menyampaikan keyakinannya ini ditopang oleh model kepemimpinan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Gapensi Andi Rukman Karumpa yang terus mendorong peningkatan kolaborasi anggota Gapensi dengan pemerintah.

"Dengan Ketua Umum Gapensi yang baru, Bapak Andi Rukman Karumpa, kita melihat memang gebrakannya setelah terpilih cukup spektakuler. Ketum cukup intens perhatiannya ke daerah dan mendorong keterlibatan Gapensi di setiap daerah dalam program pembangunan pemerintah," kata Agus.

Ketua Umum BPP Gapensi Andi Rukman Karumpa mendukung upaya Gapensi NTB ikut serta melakukan pembangunan infrastruktur di NTB. Andi menyebut anggota Gapensi NTB memiliki kemampuan mumpuni untuk mengerjakan program pembangunan pemerintah.

"NTB memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata. Hal ini memerlukan akselerasi pembangunan infrastruktur yang mana Gapensi di NTB tentu siap mendukung pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terkait hal itu," kata Andi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Autoconz Ikut Serta Diskusi soal 3D Printing Bersama Kementerian PUPR Demi Kemajuan Industri Konstruksi

Autoconz Ikut Serta Diskusi soal 3D Printing Bersama Kementerian PUPR Demi Kemajuan Industri Konstruksi

Bisnis | Rabu, 11 September 2024 | 15:05 WIB

Garap Beberapa Proyek Strategis, Mucoindo Perkasa Optimis Growth 20 Persen di 2024

Garap Beberapa Proyek Strategis, Mucoindo Perkasa Optimis Growth 20 Persen di 2024

Bisnis | Rabu, 11 September 2024 | 10:14 WIB

Kinerja Sektor Konstruksi Menunjukkan Tren Positif Dalam Beberapa Tahun Terakhir

Kinerja Sektor Konstruksi Menunjukkan Tren Positif Dalam Beberapa Tahun Terakhir

Bisnis | Senin, 02 September 2024 | 12:10 WIB

Terkini

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB