Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

ATM Sepi dan Nilai Tukar Won Ambles Imbas Darurat Militer Korea Selatan

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 04 Desember 2024 | 12:05 WIB
ATM Sepi dan Nilai Tukar Won Ambles Imbas Darurat Militer Korea Selatan
Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol. (YONHAP / AFP)

Suara.com - Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengungumkan pada Selasa, 3 Desember 2024 menerapkan darurat militer selama enam jam.

Adapun darurat militer ini dilakukan karena pihak oposisi di negara itu mengendalikan parlemen, bersimpati pada Korea Utara dan ingin melumpuhkan pemerintah dengan kegiatan anti-negara.

Tentunya keputusan darurat militer ini berdampak pada pasar keuangan Korea Selatan tersebut. Negara yang terkenal dengan musik Kpop itu ternyata membuat pasar saham dan keuangan bergejolak.

Apalagi setelah pengumuman itu, mata uang Korea melemah hingga 1,4 persen dan menyentuh 1.430 won per dolar selama perdagangan luar negeri malam hari. Lalu, kegiatan masyarakat Korea Selatan pun mendadak sepi  seperti sepinya ATM di beberapa luas jalanan. 

Ini menandai pertama kalinya mata uang tersebut turun ke level ini sejak Oktober 2022, ketika merosot ke 1432,4 won terhadap dolar AS.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Choi Sang-mok mengadakan pertemuan darurat dengan Gubernur Bank Korea Rhee Chang-yong, kepala Komisi Jasa Keuangan Kim Byoung-hwan, dan Gubernur Badan Pengawas Keuangan Lee Bok-hyun untuk menanggapi kemungkinan reaksi pasar.

Choi berjanji untuk mengerahkan semua cara yang tersedia guna menstabilkan pasar keuangan dan valuta asing, termasuk pasokan likuiditas yang tidak terbatas untuk menanggapi faktor ketidakstabilan pasar yang mungkin muncul saat darurat militer diberlakukan.

Para pejabat tinggi pemerintah sepakat untuk mengadakan pertemuan harian mengenai isu-isu ekonomi makro dan keuangan guna membangun sistem manajemen krisis. Langkah-langkah lebih lanjut untuk stabilisasi pasar akan diumumkan mulai Rabu pagi.

“Para peserta pertemuan berjanji untuk mengerahkan upaya maksimal guna menstabilkan ekonomi dalam persiapan menghadapi semua situasi,” kata kementerian keuangan dalam sebuah pernyataan,kata Choi dilansir Koreaherald, Rabu (/12/2024).

Sementara itu, Korsel sudah mencabut deklarasi darurat militer yang mengejutkan di beberapa jam sebelumnya. Ini menjadi langkah mundur dalam kebuntuan dengan parlemen, yang dengan tegas menolak upaya Yoon untuk melarang aktivitas politik dan menyensor media dengan darurat militer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Darurat Militer Korea Selatan dan Alasan Isu Pemakzulan Presiden

Kronologi Darurat Militer Korea Selatan dan Alasan Isu Pemakzulan Presiden

Bisnis | Rabu, 04 Desember 2024 | 11:40 WIB

Korea Selatan Darurat Militer, Shin Tae-yong: Tolong...

Korea Selatan Darurat Militer, Shin Tae-yong: Tolong...

Bola | Rabu, 04 Desember 2024 | 11:23 WIB

Ajudan Presiden Korea Selatan Mundur Massal Setelah Deklarasi Darurat Militer Dibatalkan

Ajudan Presiden Korea Selatan Mundur Massal Setelah Deklarasi Darurat Militer Dibatalkan

News | Rabu, 04 Desember 2024 | 11:22 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB