Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

MUI: Boikot Produk Israel Tidak Mengarah ke PHK Massal, Justru Tumbuhkan Ekonomi

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 11 Desember 2024 | 21:34 WIB
MUI: Boikot Produk Israel Tidak Mengarah ke PHK Massal, Justru Tumbuhkan Ekonomi
Massa dari Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat Palestina (SMURP) saat menggelar aksi boikot produk yang terafiliasi Israel di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (20/5/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa boikot terhadap produk-produk Israel dan afiliasinya tidak akan mengarah pada ancaman pemutusan hubungan kerja secara massal di dalam negeri. Sebaliknya, gerakan boikot ini berhasil memicu perubahan preferensi masyarakat terhadap produk lokal, yang berdampak positif pada perekonomian nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal MUI bidang hukum, Dr. KH Ikhsan Abdullah, dalam diskusi terbuka bertema “Bulan Palestina & Sosialisasi Fatwa Boikot MUI” di Cirebon, Jawa Barat, pada hari Sabtu (30/11).

"Isu PHK massal sengaja disebarkan oleh pihak-pihak yang selama ini mendapat keuntungan besar dari produk multinasional asing pro-Israel di Indonesia. Namun, boikot selama lebih dari setahun ini telah merugikan mereka. Itu wajar, karena mereka yang memulai," ungkap Ikhsan.

Di depan para santri, pejabat, tokoh masyarakat, mahasiswa, aktivis perempuan, dan penggiat Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Barat, Ikhsan menjelaskan bahwa gerakan boikot terhadap produk yang terafiliasi dengan Israel justru memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

"Alhamdulillah, kini banyak produk baru bermunculan, terutama di bisnis air mineral. Produk lokal, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh orang atau perusahaan Indonesia, tidak kalah kualitasnya dibandingkan produk asing," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa produk ayam goreng yang disukai anak-anak kini bisa digantikan dengan banyak produk lokal, membuktikan bahwa pola konsumsi masyarakat bisa berubah. "Dulunya mereka disuguhi waralaba asing, sekarang masyarakat mulai sadar bahwa produk nasional juga berkualitas baik," tambahnya.

Dalam diskusi yang sama, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang pemberdayaan ekonomi, Dr. KH Eman Suryaman, mengatakan bahwa boikot telah berhasil meningkatkan minat konsumen terhadap produk lokal.

"Dampak boikot terhadap produk pro-Israel sangat nyata. Penjualan sejumlah perusahaan multinasional mengalami penurunan signifikan. Jadi, kita semua harus berani melanjutkan gerakan boikot terhadap Israel," katanya.

Eman menambahkan bahwa gerakan boikot telah memberikan banyak dampak positif bagi perusahaan dalam negeri setelah konsumen mulai menjauh dari produk-produk yang dianggap mendukung agresi Israel terhadap Gaza dan Lebanon selama setahun terakhir.

"Produk Indonesia ternyata mampu menggantikan banyak barang yang diboikot, mulai dari air minum hingga makanan cepat saji," lanjutnya.

Sehubungan dengan itu, Eman menyatakan bahwa Fatwa MUI mengenai boikot produk Israel berperan penting dalam memajukan perekonomian nasional, yang terlihat dari semakin terbukanya peluang usaha bagi para pelaku bisnis di dalam negeri. Oleh karena itu, alih-alih memicu PHK massal seperti yang diklaim beberapa pihak, kegiatan bisnis dan ekonomi di dalam negeri justru berangsur bangkit dan berkembang pesat.

Pada November 2023, MUI mengeluarkan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang "Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina." Dalam fatwa tersebut, MUI merekomendasikan umat Islam untuk "semaksimal mungkin menghindari transaksi dan penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel serta yang mendukung penjajahan dan zionisme."

Fatwa tersebut diperkuat dengan Fatwa MUI No. 14/Ijtima’ Ulama/VIII/2024 tentang Prioritas Penggunaan Produk Dalam Negeri, yang mendorong warga Muslim Indonesia untuk berkontribusi dalam membangkitkan ekonomi nasional dengan mengkonsumsi produk lokal serta menghindari produk-produk yang terafiliasi atau diimpor langsung dari Israel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Spionase Mengejutkan: Puluhan Yahudi Israel Diduga Mata-Mata Iran!

Skandal Spionase Mengejutkan: Puluhan Yahudi Israel Diduga Mata-Mata Iran!

News | Rabu, 11 Desember 2024 | 18:24 WIB

Gaza Luncurkan 4 Roket ke Israel, Serangan Balasan Genosida?

Gaza Luncurkan 4 Roket ke Israel, Serangan Balasan Genosida?

News | Rabu, 11 Desember 2024 | 16:19 WIB

Skandal Korupsi Netanyahu: Sidang Perdana Menteri Israel Digelar di Bunker Geng Kriminal

Skandal Korupsi Netanyahu: Sidang Perdana Menteri Israel Digelar di Bunker Geng Kriminal

News | Rabu, 11 Desember 2024 | 13:16 WIB

Suriah Kecam Serangan Israel, Tuntut Tindakan Tegas ke PBB!

Suriah Kecam Serangan Israel, Tuntut Tindakan Tegas ke PBB!

News | Rabu, 11 Desember 2024 | 04:55 WIB

Israel Akui Serang 250 Target Militer di Suriah, Yaman Kecam Agresi

Israel Akui Serang 250 Target Militer di Suriah, Yaman Kecam Agresi

News | Selasa, 10 Desember 2024 | 19:25 WIB

Gempur 300 Serangan Udara, Israel Lumpuhkan Pertahanan Suriah

Gempur 300 Serangan Udara, Israel Lumpuhkan Pertahanan Suriah

News | Selasa, 10 Desember 2024 | 16:52 WIB

Terkini

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB