MUI: Boikot Produk Israel Tidak Mengarah ke PHK Massal, Justru Tumbuhkan Ekonomi

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 11 Desember 2024 | 21:34 WIB
MUI: Boikot Produk Israel Tidak Mengarah ke PHK Massal, Justru Tumbuhkan Ekonomi
Massa dari Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat Palestina (SMURP) saat menggelar aksi boikot produk yang terafiliasi Israel di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (20/5/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa boikot terhadap produk-produk Israel dan afiliasinya tidak akan mengarah pada ancaman pemutusan hubungan kerja secara massal di dalam negeri. Sebaliknya, gerakan boikot ini berhasil memicu perubahan preferensi masyarakat terhadap produk lokal, yang berdampak positif pada perekonomian nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal MUI bidang hukum, Dr. KH Ikhsan Abdullah, dalam diskusi terbuka bertema “Bulan Palestina & Sosialisasi Fatwa Boikot MUI” di Cirebon, Jawa Barat, pada hari Sabtu (30/11).

"Isu PHK massal sengaja disebarkan oleh pihak-pihak yang selama ini mendapat keuntungan besar dari produk multinasional asing pro-Israel di Indonesia. Namun, boikot selama lebih dari setahun ini telah merugikan mereka. Itu wajar, karena mereka yang memulai," ungkap Ikhsan.

Di depan para santri, pejabat, tokoh masyarakat, mahasiswa, aktivis perempuan, dan penggiat Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Barat, Ikhsan menjelaskan bahwa gerakan boikot terhadap produk yang terafiliasi dengan Israel justru memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

"Alhamdulillah, kini banyak produk baru bermunculan, terutama di bisnis air mineral. Produk lokal, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh orang atau perusahaan Indonesia, tidak kalah kualitasnya dibandingkan produk asing," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa produk ayam goreng yang disukai anak-anak kini bisa digantikan dengan banyak produk lokal, membuktikan bahwa pola konsumsi masyarakat bisa berubah. "Dulunya mereka disuguhi waralaba asing, sekarang masyarakat mulai sadar bahwa produk nasional juga berkualitas baik," tambahnya.

Dalam diskusi yang sama, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang pemberdayaan ekonomi, Dr. KH Eman Suryaman, mengatakan bahwa boikot telah berhasil meningkatkan minat konsumen terhadap produk lokal.

"Dampak boikot terhadap produk pro-Israel sangat nyata. Penjualan sejumlah perusahaan multinasional mengalami penurunan signifikan. Jadi, kita semua harus berani melanjutkan gerakan boikot terhadap Israel," katanya.

Eman menambahkan bahwa gerakan boikot telah memberikan banyak dampak positif bagi perusahaan dalam negeri setelah konsumen mulai menjauh dari produk-produk yang dianggap mendukung agresi Israel terhadap Gaza dan Lebanon selama setahun terakhir.

"Produk Indonesia ternyata mampu menggantikan banyak barang yang diboikot, mulai dari air minum hingga makanan cepat saji," lanjutnya.

Sehubungan dengan itu, Eman menyatakan bahwa Fatwa MUI mengenai boikot produk Israel berperan penting dalam memajukan perekonomian nasional, yang terlihat dari semakin terbukanya peluang usaha bagi para pelaku bisnis di dalam negeri. Oleh karena itu, alih-alih memicu PHK massal seperti yang diklaim beberapa pihak, kegiatan bisnis dan ekonomi di dalam negeri justru berangsur bangkit dan berkembang pesat.

Pada November 2023, MUI mengeluarkan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang "Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina." Dalam fatwa tersebut, MUI merekomendasikan umat Islam untuk "semaksimal mungkin menghindari transaksi dan penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel serta yang mendukung penjajahan dan zionisme."

Fatwa tersebut diperkuat dengan Fatwa MUI No. 14/Ijtima’ Ulama/VIII/2024 tentang Prioritas Penggunaan Produk Dalam Negeri, yang mendorong warga Muslim Indonesia untuk berkontribusi dalam membangkitkan ekonomi nasional dengan mengkonsumsi produk lokal serta menghindari produk-produk yang terafiliasi atau diimpor langsung dari Israel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Spionase Mengejutkan: Puluhan Yahudi Israel Diduga Mata-Mata Iran!

Skandal Spionase Mengejutkan: Puluhan Yahudi Israel Diduga Mata-Mata Iran!

News | Rabu, 11 Desember 2024 | 18:24 WIB

Gaza Luncurkan 4 Roket ke Israel, Serangan Balasan Genosida?

Gaza Luncurkan 4 Roket ke Israel, Serangan Balasan Genosida?

News | Rabu, 11 Desember 2024 | 16:19 WIB

Skandal Korupsi Netanyahu: Sidang Perdana Menteri Israel Digelar di Bunker Geng Kriminal

Skandal Korupsi Netanyahu: Sidang Perdana Menteri Israel Digelar di Bunker Geng Kriminal

News | Rabu, 11 Desember 2024 | 13:16 WIB

Suriah Kecam Serangan Israel, Tuntut Tindakan Tegas ke PBB!

Suriah Kecam Serangan Israel, Tuntut Tindakan Tegas ke PBB!

News | Rabu, 11 Desember 2024 | 04:55 WIB

Israel Akui Serang 250 Target Militer di Suriah, Yaman Kecam Agresi

Israel Akui Serang 250 Target Militer di Suriah, Yaman Kecam Agresi

News | Selasa, 10 Desember 2024 | 19:25 WIB

Gempur 300 Serangan Udara, Israel Lumpuhkan Pertahanan Suriah

Gempur 300 Serangan Udara, Israel Lumpuhkan Pertahanan Suriah

News | Selasa, 10 Desember 2024 | 16:52 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi

Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:38 WIB

OJK Batasi TKA di Bank 2026, Wajib Transfer Ilmu dan Kirim Pegawai Lokal ke Luar Negeri

OJK Batasi TKA di Bank 2026, Wajib Transfer Ilmu dan Kirim Pegawai Lokal ke Luar Negeri

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:28 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Membludak, KAI Cirebon Berangkatkan 12.068 Penumpang Sehari

Arus Balik Lebaran 2026 Membludak, KAI Cirebon Berangkatkan 12.068 Penumpang Sehari

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:05 WIB

Jasa Marga Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di GT Cileunyi, Ini Strateginya

Jasa Marga Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di GT Cileunyi, Ini Strateginya

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:40 WIB

Ini Alasan Garuda Indonesia Terus Alami Kerugian

Ini Alasan Garuda Indonesia Terus Alami Kerugian

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:28 WIB

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 21:44 WIB

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:19 WIB

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 18:11 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:58 WIB