Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Sinyal Suram Pertumbuhan Ekonomi Asia di 2024

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 13 Desember 2024 | 12:46 WIB
Sinyal Suram Pertumbuhan Ekonomi Asia di 2024
Suasana gedung bertingkat perkantoran di Jakarta, Kamis (7-3-2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Asian Development Bank (ADB) merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia yang berkembang menjadi 4,9 persen pada 2024 dan 4,8 persen pada 2025.

“Prospek pertumbuhan Asia berkembang sedikit diturunkan menjadi 4,9 persen untuk tahun 2024 dan 4,8 persen untuk tahun 2025. Sebagian karena dampak terbatas yang diharapkan dari kepresidenan Trump yang baru dalam waktu dekat,” kata Kepala Ekonom ADB Albert Park merujuk pada laporan terbaru ADB dikutip Antara, Jumat (13/12/2024).

Berdasarkan laporan baru ADB dalam Asian Development Outlook (ADO) Desember 2024, pendorong pertumbuhan dan dinamika untuk sisa tahun 2024 secara umum tetap tidak berubah dibandingkan dengan ADO September 2024.

Albert menuturkan proyeksi pertumbuhan terbaru sedikit lebih rendah, 0,1 poin persentase, dari estimasi September. Pertumbuhan yang lebih lemah dari yang diharapkan di Asia Timur dan Asia Selatan mengharuskan revisi ke bawah dari perkiraan pertumbuhan untuk tahun 2024, yang mengimbangi revisi ke atas untuk Kaukasus dan Asia Tengah, khususnya di Azerbaijan, Georgia, Tajikistan, dan Uzbekistan, dan untuk Asia Tenggara.

Untuk tahun 2025, revisi ke bawah terutama disebabkan oleh proyeksi yang lebih rendah untuk Asia Selatan pada prospek permintaan domestik yang lebih lemah. Tekanan harga sekarang terlihat mereda lebih cepat.

Prakiraan inflasi 2024 direvisi turun sedikit menjadi 2,7 persen karena inflasi yang lebih lambat dari perkiraan di sebagian besar subwilayah dalam beberapa bulan terakhir.

Sedangkan prospek inflasi untuk 2025 dipangkas sebesar 0,3 poin persentase menjadi 2,6 persen, yang mencerminkan tekanan harga yang lebih lemah di Asia Timur, Asia Selatan, dan Asia Tenggara.

Menurut laporan terbaru ADB itu, prospek pertumbuhan menghadapi risiko penurunan yang signifikan. Salah satu risiko utama berasal dari besarnya dan kecepatan pergeseran kebijakan yang diharapkan di bawah pemerintahan kedua Trump.

Tarif yang lebih tinggi dari yang diharapkan dan penerapan yang lebih cepat secara menyeluruh oleh Amerika Serikat terhadap Tiongkok dan mitra dagang utama dapat memperkuat ketegangan dan fragmentasi perdagangan.

baca juga

Risiko lain yang terkait dengan kebijakan AS di bawah pemerintahan Trump dikaitkan dengan kebijakan imigrasi yang lebih ketat dari yang diharapkan, kebijakan fiskal yang lebih ekspansif, bank sentral AS atau Fed yang berpotensi lebih dovish, kebijakan lingkungan yang kurang ramah lingkungan, hubungan internasional AS yang lebih berorientasi ke dalam, dan deregulasi yang lebih besar.

Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik dapat menyebabkan volatilitas harga komoditas dan pasar keuangan global. Sementara itu, kemerosotan lebih lanjut di pasar properti Tiongkok dapat melemahkan prospek pertumbuhan di negara dengan ekonomi terbesar di Asia, yang akan mempengaruhi seluruh kawasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Undang Xi Jinping ke Pelantikan, Tiongkok Belum Beri Jawaban

Trump Undang Xi Jinping ke Pelantikan, Tiongkok Belum Beri Jawaban

News | Kamis, 12 Desember 2024 | 23:06 WIB

Timnas Indonesia U-20 Tanpa Welber dan Jens, Keduanya Baru Gabung Jelang Piala Asia?

Timnas Indonesia U-20 Tanpa Welber dan Jens, Keduanya Baru Gabung Jelang Piala Asia?

Your Say | Kamis, 12 Desember 2024 | 21:42 WIB

Mark Zuckerberg Sumbang Rp16 Miliar untuk Pelantikan Donald Trump, Pertanda Damai?

Mark Zuckerberg Sumbang Rp16 Miliar untuk Pelantikan Donald Trump, Pertanda Damai?

News | Jum'at, 13 Desember 2024 | 04:10 WIB

Terkini

Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga

Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:00 WIB

Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia

Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:50 WIB

Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan

Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:36 WIB

Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini

Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:20 WIB

Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta

Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO

B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:43 WIB

Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak

Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:21 WIB

Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat

Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:16 WIB

Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%

Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:10 WIB

Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun

Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:21 WIB

×