Perluas Akses Pembiayaan UMKM, AwanTunai Raih Pendanaan Utang 60 Juta Dolar AS

Iwan Supriyatna

Kamis, 09 Januari 2025 | 15:56 WIB
Perluas Akses Pembiayaan UMKM, AwanTunai Raih Pendanaan Utang 60 Juta Dolar AS
CEO & Co-founder AwanTunai Dino Setiawan.

Suara.com - Perusahaan rintisan fintech Indonesia, AwanTunai, yang berfokus pada ekosistem rantai pasok FMCG (Fast Moving Consumer Goods), berhasil mengumpulkan pendanaan utang (debt financing) hingga sebesar $60 juta melalui putaran pembiayaan sindikasi yang dipimpin oleh investor berbasis dampak asal AS, Accial Capital.

Pendanaan ini merupakan bagian dari kemitraan strategis yang melibatkan beberapa Perusahaan jasa keuangan global. Beberapa perusahaan tersebut antara lain Variant Investments, Developing World Markets (DWM), Swiss responsAbility, Symbiotics, dan Saison Investment Management.

CEO & Co-founder AwanTunai Dino Setiawan mengungkapkan, pendanaan utang ini akan digunakan untuk mempercepat rencana AwanTunai dalam meningkatkan operasi, memperluas portofolio pinjaman, meningkatkan penyaluran pinjaman, dan memperluas akses pembiayaan bagi UMKM.

“AwanTunai berfokus pada penyediaan solusi kredit yang terjangkau dan fleksibel bagi UMKM tradisional di Indonesia, khususnya dalam rantai pasok FMCG yang melibatkan warung, grosir, toko kelontong, dan distributor. Layanan yang ditawarkan AwanTunai meliputi pembiayaan pembelian stok atau inventaris toko, pemesanan online terintegrasi, dan solusi manajemen inventaris untuk grosir. Keseluruhan layanan ini secara eksklusif dapat di akses melalui ekosistem digital AwanToko,” kata Dino dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/1/2025).

Dino menambahkan, AwanTunai menjembatani kesenjangan pembiayaan untuk UMKM, menawarkan solusi kredit yang fleksibel untuk bisnis yang belum terlayani, membuka peluang untuk pertumbuhan dan ketahanan.

“Dengan menyediakan pembiayaan yang terjangkau, AwanTunai memungkinkan usaha kecil untuk meningkatkan arus kas, berinvestasi dalam teknologi, serta meningkatkan produktivitas dan profitabilitas - memperkuat ekosistem rantai pasokan Indonesia.

Kata dia, UMKM di Indonesia menghadapi kesenjangan pembiayaan sebesar $165 miliar, sehingga banyak usaha kecil yang tidak terlayani oleh sistem perbankan tradisional. AwanTunai menjawab tantangan ini dengan memanfaatkan solusi pinjaman digital untuk memberdayakan UMKM, memperkuat rantai pasokan, dan mempromosikan inklusi keuangan.

Didirikan pada 2017 oleh Dino Setiawan, dan Rama Notowidigdo, AwanTunai saat ini menyalurkan pinjaman lebih dari 1 triliun rupiah per bulan dengan target meningkat menjadi 3 triliun rupiah pada akhir tahun 2025. Perusahaan ini mengklaim suku bunga mereka sekitar 2%, salah satu yang terendah di sektor ini.

"Berbeda dengan banyak pemain fintech lainnya yang mendiversifikasi produk dan wilayah operasional bahkan hingga ke manca negara, kami tetap fokus pada satu sektor dengan permintaan tinggi, yaitu FMCG di Indonesia. Strategi ini menjadi kunci keberhasilan kami," ujar Dino.

baca juga

AwanTunai didukung oleh Insignia Ventures Partners, International Finance Corporation (IFC), Global Brain, BRI Ventures, dan OCBC Ventura, serta sejumlah investor lainnya. Hingga saat ini, AwanTunai telah mengumpulkan lebih dari $50 juta dalam pendanaan ekuitas dan lebih dari $100 juta dalam pendanaan utang dari berbagai investor global.

Pada Maret lalu, AwanTunai menutup putaran pendanaan Seri B senilai $27,5 juta yang dipimpin oleh kelompok perbankan global dan investor negara, termasuk Norfund (dana pemerintah Norwegia untuk negara berkembang), MUFG Innovation Partners (MUIP) dari Jepang, dan OP FinnFund, dana dampak dari Finlandia. Pendanaan ini merupakan investasi pertama Norfund di perusahaan fintech Asia Tenggara.

Pada 2022, AwanTunai meraih $8,48 juta melalui putaran Seri A3, dengan IFC menyumbang $5 juta, Global Brain dari Jepang menyumbang $2 juta, dan Insignia Ventures Partners berkontribusi $1 juta.

Dukungan dari berbagai investor dengan profile yang baik membawa angin segar bagi AwanTunai ditengah kondisi industri Peer-to-Peer (P2P) lending yang sedang didera krisis kepercayaan. Sebagaimana yang banyak diketahui, beberapa Perusahaan P2P yang sudah cukup lama eksis sedang menghadapi dugaan penyelewengan dana.

Dino mengungkapkan, AwanTunai telah mencapai EBITDA positif dan menargetkan laba bersih setelah pajak pada pertengahan 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mayora Suntik Mati Anak Usaha di Belanda, Tinggalkan Utang Rp35 Miliar

Mayora Suntik Mati Anak Usaha di Belanda, Tinggalkan Utang Rp35 Miliar

Bisnis | Kamis, 09 Januari 2025 | 15:03 WIB

Tahun 2025 Baru 7 Hari, Sri Mulyani Sudah Borong Utang Rp85,9 T

Tahun 2025 Baru 7 Hari, Sri Mulyani Sudah Borong Utang Rp85,9 T

Bisnis | Selasa, 07 Januari 2025 | 13:24 WIB

Pakar Politik Ungkap Cara Agar Pemerintah Prabowo "Terlindungi" dari Cawe-cawe Jokowi: Tak Perlu Merasa Utang Budi

Pakar Politik Ungkap Cara Agar Pemerintah Prabowo "Terlindungi" dari Cawe-cawe Jokowi: Tak Perlu Merasa Utang Budi

Tekno | Selasa, 07 Januari 2025 | 11:18 WIB

Terkini

Jadi Menkeu Gantikan Purbaya, Suahasil Nazara Mundur dari Jabatan Komisaris PLN

Jadi Menkeu Gantikan Purbaya, Suahasil Nazara Mundur dari Jabatan Komisaris PLN

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 15:38 WIB

Penumpang Melahirkan di Dalam KRL, Perjalanan Sempat Dihentikan di Stasiun Rawabuntu

Penumpang Melahirkan di Dalam KRL, Perjalanan Sempat Dihentikan di Stasiun Rawabuntu

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:37 WIB

Cari Bedak yang Cocok untuk Kulit Kering? Ini 3 Pilihan dan Harganya

Cari Bedak yang Cocok untuk Kulit Kering? Ini 3 Pilihan dan Harganya

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:35 WIB

Cara Mengatasi HP Cepat Panas Saat Dipakai Hotspot dan Livestreaming

Cara Mengatasi HP Cepat Panas Saat Dipakai Hotspot dan Livestreaming

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 15:34 WIB

Pungli Parkir Terus Berulang, Kabupaten/Kota Jogja Didesak Tak Sekadar Buat Aturan

Pungli Parkir Terus Berulang, Kabupaten/Kota Jogja Didesak Tak Sekadar Buat Aturan

Jogja | Kamis, 24 September 2026 | 15:34 WIB

Daftar QRIS BRI di Indogrosir Bisa Dapat Sembako Gratis, Ini Caranya

Daftar QRIS BRI di Indogrosir Bisa Dapat Sembako Gratis, Ini Caranya

Bri | Kamis, 24 September 2026 | 15:33 WIB

AC Ini Bisa Dinginkan Ruangan Kurang dari 4 Menit, Dayanya Cuma 680 Watt

AC Ini Bisa Dinginkan Ruangan Kurang dari 4 Menit, Dayanya Cuma 680 Watt

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 15:31 WIB

Peran AI di Dunia Kepenulisan: Ancaman atau Partner Kerja bagi Penulis?

Peran AI di Dunia Kepenulisan: Ancaman atau Partner Kerja bagi Penulis?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 15:30 WIB

Drakor Makin Pendek, Benarkah Efek Samping TikTok Bikin Penonton Susah Fokus?

Drakor Makin Pendek, Benarkah Efek Samping TikTok Bikin Penonton Susah Fokus?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 15:29 WIB

AGRA Tak Percaya UU Reforma Agraria Bisa Atasi Monopoli Tanah

AGRA Tak Percaya UU Reforma Agraria Bisa Atasi Monopoli Tanah

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:28 WIB

×