Biaya Provisi BNI Melonjak 50 Persen, Sinyal Kredit Macet Sritex Mengintai?

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 31 Januari 2025 | 10:57 WIB
Biaya Provisi BNI Melonjak 50 Persen, Sinyal Kredit Macet Sritex Mengintai?
Gedung BNI. (Dok: BNI)

Suara.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat kenaikan biaya provisi yang signifikan pada kuartal IV 2024 yang mencapai 50,3 persen.

Mengutip laporan keuangan tidak diaudit BBNI, kenaikan biaya provisi ini mencapai Rp2,82 triliun dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya Rp1,87 triliun.

Kenaikan ini dipicu oleh ancaman kredit macet dari sejumlah debiturnya termasuk dari PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), perusahaan tekstil yang mengalami masalah keuangan.

BNI menjelaskan bahwa kenaikan biaya provisi ini merupakan langkah antisipasi yang diambil oleh bank untuk menghadapi potensi kerugian akibat kredit macet. Tak hanya itu BNI juga meningkatkan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) mereka atas situasi ini.

"Beban CKPN BNI pada 3 bulan terakhir 2024 atau kuartal IV- 2024 meningkat dibandingkan kuartal III tahun yang sama. Hal ini dilakukan untuk menekan risiko kredit bermasalah utamanya pada segmen kecil dan menengah," kata Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo Budiprabowo kepada Suara.com, Jumat (31/1/2025).

Meski demikian diirnya berdalih bahwa level pencadangan ini menurun 10,7 persen pada 2024 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari menurunnya Credit Cost (CoC) menjadi 1,1 persen dari 1,4 persen pada tahun sebelumnya.

Begitu juga dengan kualitas kredit BNI yang juga semakin membaik dengan NPL ratio yang turun menjadi 2.0 persen dan LAR ratio yang juga membaik jadi 10.3 persen pada 2024.

Diketahui Sritex merupakan salah satu debitur besar BNI tengah mengalami kesulitan keuangan akibat pandemi COVID-19 dan masalah internal perusahaan. Hal ini menyebabkan Sritex gagal memenuhi kewajiban pembayaran utang kepada sejumlah perbankan termasuk BNI.

Kenaikan biaya provisi ini berdampak pada penurunan laba BNI pada kuartal IV 2024. Laba bank berlogo 46 ini turun 8,2 persen secara kuartalan menjadi Rp 5,15 triliun.

baca juga

Meskipun demikian Okki memastikan bahwa langkah antisipasi ini tidak akan berdampak signifikan pada kinerja BNI di masa depan.

Biaya provisi yang telah ditingkatkan dianggap sudah cukup untuk mengantisipasi risiko kredit macet Sritex.

"Pembentukan pencadangan yang terjaga dengan CoC di 1 persen ini sebagai pijakan yang solid dan prudent untuk memulai ekspansi bisnis BNI di tengah tantangan perekonomian global di tahun 2025," kata Okki.

BNI menjadi satu-satunya bank BUMN yang tengah berupaya keras untuk menagih utang sebesar US$23,807,151 atau sekitar Rp375 miliar yang macet di Sritex.

Utang tersebut berasal dari fasilitas kredit yang diberikan kepada anak perusahaan Sritex, Golden Mountain Textile and Trading Pte. Ltd di Singapura.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Airlangga Puji Langkah BRI Hapus Utang UMKM, Ribuan Pelaku Usaha Terbantu!

Menteri Airlangga Puji Langkah BRI Hapus Utang UMKM, Ribuan Pelaku Usaha Terbantu!

Bri | Jum'at, 31 Januari 2025 | 10:20 WIB

BRI Bantu Berikan Kredit Rp 1.106 Triliun untuk Warung Kecil

BRI Bantu Berikan Kredit Rp 1.106 Triliun untuk Warung Kecil

Bisnis | Kamis, 30 Januari 2025 | 12:37 WIB

Bekerja Sebagai Tentara, Pasutri Ini Punya Hobi Doyan Koleksi 15 Kartu Kredit

Bekerja Sebagai Tentara, Pasutri Ini Punya Hobi Doyan Koleksi 15 Kartu Kredit

Bisnis | Senin, 27 Januari 2025 | 15:11 WIB

Terkini

Tazza: The Song of Beelzebub, Balas Dendam Mantan Raja Kasino di Meja Poker

Tazza: The Song of Beelzebub, Balas Dendam Mantan Raja Kasino di Meja Poker

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:30 WIB

6 Zodiak Paling Beruntung pada Jumat, 2 Oktober 2026: Masalah Finansial Mulai Terselesaikan!

6 Zodiak Paling Beruntung pada Jumat, 2 Oktober 2026: Masalah Finansial Mulai Terselesaikan!

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:29 WIB

5 Eye Serum untuk Atasi Mata Panda, Garis Halus dan Mata Lelah

5 Eye Serum untuk Atasi Mata Panda, Garis Halus dan Mata Lelah

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:27 WIB

Profil dan Agama Shandy Aulia yang Jarang Diketahui Publik

Profil dan Agama Shandy Aulia yang Jarang Diketahui Publik

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Indomobil Foton Boyong Mobil Listrik Jadi Bahan Praktik Mahasiswa Vokasi

Indomobil Foton Boyong Mobil Listrik Jadi Bahan Praktik Mahasiswa Vokasi

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Eksploitasi Terselubung: Bahaya Nyata Sharenting bagi Masa Depan Anak

Eksploitasi Terselubung: Bahaya Nyata Sharenting bagi Masa Depan Anak

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:15 WIB

KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS

KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Pabrik Toyota Karawang Pilih Tetap Pertahankan Tenaga Manusia ketimbang Robot

Pabrik Toyota Karawang Pilih Tetap Pertahankan Tenaga Manusia ketimbang Robot

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan

Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?

Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:07 WIB

×