Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Trump Picu Perang Dagang, Masa Depan Rupiah Masih Suram

Achmad Fauzi

Minggu, 02 Februari 2025 | 14:24 WIB
Trump Picu Perang Dagang, Masa Depan Rupiah Masih Suram
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai kondisi ekonomi global kembali bergejolak setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, semakin agresif dalam kebijakan perdagangannya. Hal ini yang membuat masa depan nilai tukar rupiah Indonesia masih suram dan penuh ketidakpastian.

Sejak terpilih sebagai Presiden, Trump terus menunjukkan sikap proteksionis yang kini berujung pada perang dagang besar-besaran.

Pada Januari lalu, Trump memulai ketegangan dengan Tiongkok yang kini semakin meruncing. Tak hanya itu, pada Februari ini, kebijakan perang dagangnya juga diperluas ke Eropa, Kanada, dan Meksiko. Langkah ini semakin memperburuk ketidakpastian ekonomi dunia.

"Kemudian Trump juga sudah mengancam terhadap negara-negara anggota BRICS yang tidak menggunakan mata uang dolar dalam perdagangan internasional. Ini akan mendapatkan denda sebesar 100 persen," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (2/2/2025).

Dia melanjutkan, dalam pertemuan di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Trump menyerukan agar Bank Sentral Global menurunkan suku bunga demi mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, kenyataannya, pada hari Kamis lalu, The Federal Reserve (The Fed) tetap mempertahankan suku bunga dan tidak mengindahkan seruan Trump.

"Artinya apa? Bahwa ucapan-ucapan dari Trump pun juga diindahkan oleh Bank Sentral Amerika, karena kita melihat bahwa Bank Sentral Amerika Independent tidak boleh diberi adanya intervensi ya dari pemerintahan, terutama adalah pemerintahan Trump," beber dia.

Ketidakpastian global ini berdampak langsung pada nilai tukar rupiah. Hal ini juga memicu sejumlah kelompok peretas atau hacker meretas nilai tukar rupiah di Google dari Rp16.304 menjadi Rp8.000 per dolar AS.

"Dan ini kemungkinan besar hanya sesaat, di hari Senin sudah kembali normal, ya bisa saja dalam perdagangan di hari Senin rupiah kembali mengalami pelemahan," ungkap Ibrahim.

baca juga

Sebelumnya, publik dibuat sesat dan gaduh oleh Google pada 1 Februari 2025 kemarin. Pasalnya, ada sesuatu hal yang janggal, di mana kurs rupiah menguat tajam beratus persen menjadi di bawah Rp10.000 per 1 USD.

Dalam tampilan google tertulis bahwa nilai tukar atau kurs rupiah Rp8.170,65 per dolar Amerika Serikat (AS).

Padahal, dalam penutupan perdagangan pada Jumat (31/1/2025), nilai tukar rupiah masih berada pada level Rp16.305 per dolar AS.

Ibrahim menilai, bahwa fenomena ini merupakan ulah para hacker yang kecewa terhadap pemerintahan Prabowo.

"Karena kita melihat bahwa bisa saja para hacker ini adalah orang yang kecewa dengan pemerintahan saat ini. Mereka ingin menunjukkan bahwa seandainya pertumbuhan ekonomi tahun 2025 mencapai 8 persen, maka rupiah bisa berada di level Rp8.000 per dolar AS," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat Curigai Sesatnya Kurs Rupiah di Google Ulah Hacker yang Kecewa pada Prabowo

Pengamat Curigai Sesatnya Kurs Rupiah di Google Ulah Hacker yang Kecewa pada Prabowo

Bisnis | Minggu, 02 Februari 2025 | 09:45 WIB

Rupiah 'Menguat' Drastis Jadi Rp8.170 per Dolar, Hacker Permainkan Google?

Rupiah 'Menguat' Drastis Jadi Rp8.170 per Dolar, Hacker Permainkan Google?

Bisnis | Sabtu, 01 Februari 2025 | 20:05 WIB

Dollar Anjlok ke Rp8.170,65 di Google, Publik Teringat Sejarah Rupiah Masa Habibie

Dollar Anjlok ke Rp8.170,65 di Google, Publik Teringat Sejarah Rupiah Masa Habibie

Bisnis | Sabtu, 01 Februari 2025 | 19:53 WIB

Terkini

Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim

Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:32 WIB

Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg

Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:10 WIB

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:03 WIB

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:53 WIB

Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi

Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:37 WIB

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:31 WIB

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:13 WIB

Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK

Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:37 WIB

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:14 WIB