Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Trump Picu Perang Dagang, Masa Depan Rupiah Masih Suram

Achmad Fauzi | Suara.com

Minggu, 02 Februari 2025 | 14:24 WIB
Trump Picu Perang Dagang, Masa Depan Rupiah Masih Suram
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai kondisi ekonomi global kembali bergejolak setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, semakin agresif dalam kebijakan perdagangannya. Hal ini yang membuat masa depan nilai tukar rupiah Indonesia masih suram dan penuh ketidakpastian.

Sejak terpilih sebagai Presiden, Trump terus menunjukkan sikap proteksionis yang kini berujung pada perang dagang besar-besaran.

Pada Januari lalu, Trump memulai ketegangan dengan Tiongkok yang kini semakin meruncing. Tak hanya itu, pada Februari ini, kebijakan perang dagangnya juga diperluas ke Eropa, Kanada, dan Meksiko. Langkah ini semakin memperburuk ketidakpastian ekonomi dunia.

"Kemudian Trump juga sudah mengancam terhadap negara-negara anggota BRICS yang tidak menggunakan mata uang dolar dalam perdagangan internasional. Ini akan mendapatkan denda sebesar 100 persen," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (2/2/2025).

Dia melanjutkan, dalam pertemuan di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Trump menyerukan agar Bank Sentral Global menurunkan suku bunga demi mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, kenyataannya, pada hari Kamis lalu, The Federal Reserve (The Fed) tetap mempertahankan suku bunga dan tidak mengindahkan seruan Trump.

"Artinya apa? Bahwa ucapan-ucapan dari Trump pun juga diindahkan oleh Bank Sentral Amerika, karena kita melihat bahwa Bank Sentral Amerika Independent tidak boleh diberi adanya intervensi ya dari pemerintahan, terutama adalah pemerintahan Trump," beber dia.

Ketidakpastian global ini berdampak langsung pada nilai tukar rupiah. Hal ini juga memicu sejumlah kelompok peretas atau hacker meretas nilai tukar rupiah di Google dari Rp16.304 menjadi Rp8.000 per dolar AS.

"Dan ini kemungkinan besar hanya sesaat, di hari Senin sudah kembali normal, ya bisa saja dalam perdagangan di hari Senin rupiah kembali mengalami pelemahan," ungkap Ibrahim.

Sebelumnya, publik dibuat sesat dan gaduh oleh Google pada 1 Februari 2025 kemarin. Pasalnya, ada sesuatu hal yang janggal, di mana kurs rupiah menguat tajam beratus persen menjadi di bawah Rp10.000 per 1 USD.

Dalam tampilan google tertulis bahwa nilai tukar atau kurs rupiah Rp8.170,65 per dolar Amerika Serikat (AS).

Padahal, dalam penutupan perdagangan pada Jumat (31/1/2025), nilai tukar rupiah masih berada pada level Rp16.305 per dolar AS.

Ibrahim menilai, bahwa fenomena ini merupakan ulah para hacker yang kecewa terhadap pemerintahan Prabowo.

"Karena kita melihat bahwa bisa saja para hacker ini adalah orang yang kecewa dengan pemerintahan saat ini. Mereka ingin menunjukkan bahwa seandainya pertumbuhan ekonomi tahun 2025 mencapai 8 persen, maka rupiah bisa berada di level Rp8.000 per dolar AS," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat Curigai Sesatnya Kurs Rupiah di Google Ulah Hacker yang Kecewa pada Prabowo

Pengamat Curigai Sesatnya Kurs Rupiah di Google Ulah Hacker yang Kecewa pada Prabowo

Bisnis | Minggu, 02 Februari 2025 | 09:45 WIB

Rupiah 'Menguat' Drastis Jadi Rp8.170 per Dolar, Hacker Permainkan Google?

Rupiah 'Menguat' Drastis Jadi Rp8.170 per Dolar, Hacker Permainkan Google?

Bisnis | Sabtu, 01 Februari 2025 | 20:05 WIB

Dollar Anjlok ke Rp8.170,65 di Google, Publik Teringat Sejarah Rupiah Masa Habibie

Dollar Anjlok ke Rp8.170,65 di Google, Publik Teringat Sejarah Rupiah Masa Habibie

Bisnis | Sabtu, 01 Februari 2025 | 19:53 WIB

Terkini

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:42 WIB

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:32 WIB

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19 WIB