Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Hilirisasi di Indonesia Terancam Gagal Tanpa Strategi Penyiapan SDM yang Tepat

Iwan Supriyatna

Jum'at, 14 Februari 2025 | 06:53 WIB
Hilirisasi di Indonesia Terancam Gagal Tanpa Strategi Penyiapan SDM yang Tepat
Acara Metalurgy Conference, yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Metalurgi Institut Teknologi Bandung (IMMG).

Suara.com - Billy Mambrasar, Anggota Dewan Pakar Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) dan Sekretaris Jendral Dewan Energi Muda Nasional (Youth Energy and Environment Council) menyampaikan keresahannya, terkait rencana pemerintah untuk melakukan proses hilirisasi, akan tetapi tidak bersamaan dengan penyiapan SDM Indonesia.

Hal ini disampaikan dalam acara Metalurgy Conference, yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Metalurgi Institut Teknologi Bandung (IMMG). Billy juga sempat menyampaian keresahannya terkait pengurangan anggaran Pendidikan yang dapat mempengaruhi kecepatan pemenuhan kebutuhan SDM Indonesia untuk kebutuhan industrialisasi dan hilirisasi.

Menurutnya, ada 4 faktor yang menjadi kunci keberhasilan Hilirisasi, yakni Kebijakan yang memberikan insentif yang tepat kepada Investor untuk dapat berinvestasi, Kesiapan Infrastruktur yang mendukung, Kemampuan negara melakukan lobi geopolitik dalam menghadapi tekanan internasional seperti tuntutan hukum dari WTO dan sebagainya, dan yang terakhir adalah ketersediaan SDM yang berkualitas.

“Dari keempat hal yang saya sebutkan diatas, saya ingin menyoroti hal yang paling mudah untuk di kontrol dan dikelola pemerintah, akan tetapi malah yang paling lambat perkembangannya, yakni penyiapan SDM yang berkualitas”, ujar Billy Mambrasar, ditulis Jumat (14/2/2025).

Billy menjabarkan bahwa data dari Kementerian ESDM menunjukkan kebutuhan hingga 16.000 tenaga kerja terampil setiap tahunnya, untuk mendukung hilirisasi. Kenyataannya, lulusan sarjana dari sekolah berbasis Teknik dan MIPA (STEM), sangat rendah jumlahnya. Itupun yang lulus belum tentu memiliki kualitas dan kapasitas yang mumpuni.

Billy Mambrasar juga menyoroti jumlah sekolah kejuruan dan sekolah Teknik yang saat ini masih minim, termasuk kualitasnya yang juga belum cukup baik untuk menyediakan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan untuk proses hilirisasi ini.

Salah satu saran yang diberikan oleh Billy Mambrasar, adalah kemitraan pemerintah dengan sektor swasta, untuk sama-sama menyiapkan SDM tersebut, dengan misalnya membangun sekolah bersama, mendanai operasional sekolah tersebut dengan dana CSR, hingga membangun pusat pusat pelatihan nonformal untuk penyiapan tenaga kerja.

“Saya berharap, pemerintah dapat memperbaiki kualitas dan meningkatkan kuantitas infrastruktur Pendidikan di Indonesia, termasuk penyiapan tenaga kerja terampil. Saya berharap, ada rancangan strategis pemerintah sebagai alternatif pengurangan anggaran Pendidikan yang ada, agar jumlah lulusan Teknik, atau ilmu pasti, yang dibutuhkan untuk mendukung hilirisasi, dapat tetap tercapai.” pungkas Billy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ironi Hilirisasi, Gaji Tenaga Kerja Lokal 7 Kali Lebih Rendah dari Pekerja Asing

Ironi Hilirisasi, Gaji Tenaga Kerja Lokal 7 Kali Lebih Rendah dari Pekerja Asing

Bisnis | Senin, 03 Februari 2025 | 18:06 WIB

INDEF Sebut RI Bisa Cuan Gede dari Hilirisasi Tembaga

INDEF Sebut RI Bisa Cuan Gede dari Hilirisasi Tembaga

Bisnis | Senin, 03 Februari 2025 | 15:35 WIB

FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

News | Senin, 03 Februari 2025 | 09:45 WIB

Terkini

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:24 WIB

ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS

ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:09 WIB

Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban

Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:07 WIB

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:01 WIB

Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK

Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:52 WIB

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:48 WIB

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:47 WIB

Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG

Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:44 WIB

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:18 WIB

Rupiah Melemah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar, Bagaimana Nasib Harga Pertalite?

Rupiah Melemah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar, Bagaimana Nasib Harga Pertalite?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:00 WIB