Gunakan Banyak Robot, Hong Kong Bakal Dilanda Tsunami PHK

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Rabu, 26 Februari 2025 | 17:20 WIB
Gunakan Banyak Robot, Hong Kong Bakal Dilanda Tsunami PHK
Ilustrasi PHK Karyawan. [Envato]

Suara.com - Pemerintah Hong Kong telah mengalokasikan 128,67 juta dollar AS untuk pendirian lembaga penelitian kecerdasan buatan.

Disebut Lembaga Penelitian dan Pengembangan AI Hong Kong, fasilitas tersebut akan memimpin dan mendukung R&D inovatif Hong Kong serta penerapan AI secara industri.

Sekretaris Keuangan kota Paul Chan mengatakan dengan penggunaan AI maka beberapa pekerjaan akan digantikan. Gary Ng, ekonom senior di Natixis, melihat investasi Hong Kong dalam inovasi dan AI sebagai langkah positif.

"Industri AI berkembang dengan sangat cepat. Jadi untuk kasus Hong Kong, jika mampu beradaptasi dengan lingkungan baru ini, mencoba menggunakan AI lebih banyak, termasuk apa yang kita lihat dalam pemerintahan, saya pikir itu jelas merupakan sinyal positif," katanya kepada "Street Signs Asia" CNBC Internasional, Rabu (26/2/2026).

Adapun beberapa pekerjaan yang bakal dihilangkan yang perusahaan pada sektor teknologi. Lantaran, saham teknologi menguat setelah pengumuman tersebut, dengan Indeks Teknologi Hang Seng naik sebanyak 4,49%.

Di antara saham-saham yang naik paling tinggi dalam sesi tersebut adalah perusahaan pengiriman makanan Meituan (naik 9,21%) dan platform e-commerce JD.com (8,26%).

Chan mengaitkan peningkatan sentimen di pasar aset tahun ini sebagian dengan langkah-langkah Pemerintah Pusat untuk mendukung pasar modal Hong Kong, dan siklus penurunan suku bunga AS.

“Pasar saham mengalami peningkatan baik dalam harga maupun volume perputaran,” katanya, seraya menambahkan bahwa Indeks Hang Seng naik 18% untuk tahun ini, sementara perputaran harian rata-rata meningkat sebesar 26%. Dana yang dikumpulkan oleh pencatatan baru meningkat menjadi HK$88 miliar," tambahnya.

Chan memperkirakan ekonomi Hong Kong tumbuh pada tingkat rata-rata 2,9% per tahun secara riil dari tahun 2026 hingga 2029, dan tingkat inflasi yang mendasarinya menjadi 2,5% per tahun, secara rata-rata.

Namun, Ng dari Natixis mengatakan bahwa perkiraan pertumbuhan ekonomi "terlalu optimis."

"Dalam jangka pendek, kami masih melihat ketidakpastian ini dalam lingkungan suku bunga global. Sebenarnya masih banyak ketegangan geopolitik yang dapat memengaruhi arus perdagangan Hong Kong," katanya. Kekhawatiran lain yang ia gariskan termasuk lebih banyak pembatasan perdagangan dari Amerika Serikat dan kemungkinan negara lain.

Ng memperkirakan bahwa ekonomi Hong Kong akan tumbuh sebesar 2% tahun ini dan dalam jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BigBox AI dari Telkom, Solusi Keamanan Siber Tanpa Kompromi

BigBox AI dari Telkom, Solusi Keamanan Siber Tanpa Kompromi

Bisnis | Selasa, 25 Februari 2025 | 14:45 WIB

Efisiensi, Starbucks Kembali PHK 1.100 Karyawannya

Efisiensi, Starbucks Kembali PHK 1.100 Karyawannya

Bisnis | Selasa, 25 Februari 2025 | 13:28 WIB

Profil Pemilik Bisnis Mayora, Salah Satu Pengusaha Terkaya di Indonesia

Profil Pemilik Bisnis Mayora, Salah Satu Pengusaha Terkaya di Indonesia

Bisnis | Selasa, 25 Februari 2025 | 09:00 WIB

Terkini

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:25 WIB

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:18 WIB

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 07:15 WIB

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 07:05 WIB

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 07:00 WIB

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 06:58 WIB

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 06:56 WIB

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

×