Desak Proyek Jalan Kapuk Raya-PIK 1, Menteri Ara Singgung Penggusuran Rumah Warga

M Nurhadi

Minggu, 02 Maret 2025 | 09:53 WIB
Desak Proyek Jalan Kapuk Raya-PIK 1, Menteri Ara Singgung Penggusuran Rumah Warga
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara), mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi DKI Jakarta untuk segera menetapkan lokasi pembangunan jalan akses yang menghubungkan Jalan Kapuk Raya dengan kawasan Pantai Indah Kapuk 1 (PIK 1).

Hal ini disampaikan Menteri Ara usai melakukan pertemuan dengan Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim, Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP James H. Hutajulu, serta perwakilan warga Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara, pada Sabtu (1/3/2025).

Menteri Ara menegaskan bahwa kewenangan untuk menetapkan lokasi dan pembebasan lahan pembangunan jalan akses tersebut berada di tangan Pemda DKI Jakarta. “Saya meminta agar keputusan ini segera ditetapkan. Saya akan kembali pada 15 Maret 2025 untuk menindaklanjuti perkembangan lebih lanjut,” ujar Menteri Ara.

Pembangunan jalan akses ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang dicapai melalui mediasi antara warga Kelurahan Kapuk Muara dengan dua pengembang, PT Mandara Permai dan PT Lumbung Kencana Sakti. Mediasi tersebut dilaksanakan pada Rabu (19/2/2025) di Kantor Kelurahan Kapuk Muara, dan dipimpin langsung oleh Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Menteri Ara menekankan pentingnya mempertimbangkan kepentingan warga dalam proses penetapan lokasi pembangunan jalan. Ia meminta agar Pemda DKI Jakarta memilih lokasi yang tidak mengakibatkan penggusuran rumah-rumah warga.

“Tetapkan lokasi yang mudah diakses oleh semua pihak. Upayakan agar tidak ada atau sangat sedikit rumah warga yang perlu digusur. Ini harus menjadi pertimbangan utama,” tegasnya.

Selain itu, Menteri Ara juga meminta kepolisian, dalam hal ini Polres Jakarta Utara, untuk segera menyelesaikan masalah penumpukan batu di dekat tembok perumahan PIK 1. Batu-batu tersebut, menurut laporan warga, telah menutup saluran air dan menyebabkan gangguan lingkungan. “Investigasi dan penyelesaian masalah ini merupakan kewenangan kepolisian. Saya harap ini dapat segera ditangani,” ucapnya.

Menteri Ara menegaskan bahwa prinsip utama dalam pembukaan jalan akses ini adalah inklusivitas dan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan bahwa jalan tersebut harus dapat digunakan oleh seluruh masyarakat, tanpa adanya pemisahan antara warga kompleks perumahan dan warga sekitar. “Jalan ini harus bisa diakses oleh kendaraan roda 2 dan roda 4, tetapi tidak untuk kendaraan logistik, industri, atau kendaraan besar. Tidak boleh ada masyarakat yang merasa dirugikan,” jelasnya.

Menteri Ara juga menyatakan bahwa Kementerian PKP telah ditugaskan oleh Presiden Prabowo untuk mengawal proses ini dan memastikan bahwa keputusan terbaik diambil untuk kepentingan semua pihak. “Saya akan kembali pada 15 Maret 2025 untuk memastikan bahwa semua langkah telah dilakukan sesuai dengan kesepakatan dan instruksi Presiden,” tambahnya.

baca juga

Pembangunan jalan akses Kapuk Raya-PIK 1 diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas di wilayah tersebut. Dengan adanya jalan ini, diharapkan mobilitas warga akan lebih lancar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Warga Kelurahan Kapuk Muara menyambut baik inisiatif ini, namun tetap berharap agar kepentingan mereka tidak diabaikan. “Kami mendukung pembangunan jalan akses ini asalkan tidak merugikan warga. Kami berharap Pemda dan pemerintah pusat dapat bekerja sama untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil adil bagi semua pihak,” kata salah seorang perwakilan warga.

Dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan, Pemda DKI Jakarta diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk menetapkan lokasi pembangunan jalan akses tersebut. Kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan proyek ini, sekaligus memastikan bahwa prinsip inklusivitas dan kesejahteraan masyarakat benar-benar diwujudkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nusron Wahid Soal Sertifikat Pagar Laut Aguan Batal Dicabut: Itu Tidak Benar!

Nusron Wahid Soal Sertifikat Pagar Laut Aguan Batal Dicabut: Itu Tidak Benar!

Bisnis | Minggu, 23 Februari 2025 | 10:53 WIB

Prabowo Perintahkan Bongkar Pagar PIK, Menteri Ara: Tak Boleh Ada Perumahan Eksklusif di Indonesia

Prabowo Perintahkan Bongkar Pagar PIK, Menteri Ara: Tak Boleh Ada Perumahan Eksklusif di Indonesia

News | Sabtu, 22 Februari 2025 | 11:35 WIB

Dalih Efisiensi, Ahmad Dhani Rela Dewa 19 Tak Dibayar Demi Menteri Ara: Kita Bersahabat

Dalih Efisiensi, Ahmad Dhani Rela Dewa 19 Tak Dibayar Demi Menteri Ara: Kita Bersahabat

News | Jum'at, 21 Februari 2025 | 21:02 WIB

Pandu Sjahrir Makin Santer jadi Bos Danantara, Muliaman D Hadad Disingkirkan?

Pandu Sjahrir Makin Santer jadi Bos Danantara, Muliaman D Hadad Disingkirkan?

Bisnis | Jum'at, 21 Februari 2025 | 17:40 WIB

Hasto Minta KPK Periksa Famili Jokowi, Maruarar Sirait: Jangan Ada Intervensi ke Aparat Hukum

Hasto Minta KPK Periksa Famili Jokowi, Maruarar Sirait: Jangan Ada Intervensi ke Aparat Hukum

News | Jum'at, 21 Februari 2025 | 17:09 WIB

Hasto Bilang Keluarga Jokowi Harus Diperiksa, Maruarar: Jangan Ada Intervensi ke KPK

Hasto Bilang Keluarga Jokowi Harus Diperiksa, Maruarar: Jangan Ada Intervensi ke KPK

News | Jum'at, 21 Februari 2025 | 17:04 WIB

Terkini

356 Perusahaan Diperiksa soal Karhutla, Jumhur Ancam Cabut Izin Korporasi Nakal!

356 Perusahaan Diperiksa soal Karhutla, Jumhur Ancam Cabut Izin Korporasi Nakal!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:24 WIB

Charger Listrik BYD Dirantai Besi Diduga Akibat Persaingan Bisnis

Charger Listrik BYD Dirantai Besi Diduga Akibat Persaingan Bisnis

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Mengupas Kisah Unik dan Spektakuler di Serial Love, Death & Robots Volume 3

Mengupas Kisah Unik dan Spektakuler di Serial Love, Death & Robots Volume 3

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Wantimpres Bedah Isu Geopolitik hingga Kedaulatan Ekonomi untuk Siapkan Masukan ke Prabowo

Wantimpres Bedah Isu Geopolitik hingga Kedaulatan Ekonomi untuk Siapkan Masukan ke Prabowo

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:14 WIB

Oli Shell Advance Matic untuk BeAT, Mio, hingga NMAX: Cek Harga per November!

Oli Shell Advance Matic untuk BeAT, Mio, hingga NMAX: Cek Harga per November!

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:08 WIB

Hashim Bantah Pemerintah Kasih HP Gratis, Klaim Ucapannya Dipelintir

Hashim Bantah Pemerintah Kasih HP Gratis, Klaim Ucapannya Dipelintir

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Bagaimana Nasib Betrand Peto?

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Bagaimana Nasib Betrand Peto?

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC

Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Cinta dan Makna Sebuah Pilihan: Ulasan Novel Islammu Adalah Maharku

Cinta dan Makna Sebuah Pilihan: Ulasan Novel Islammu Adalah Maharku

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Sering Bayar Pakai QRIS? Ini 4 Tips agar Pengeluaran Tetap Terkendali

Sering Bayar Pakai QRIS? Ini 4 Tips agar Pengeluaran Tetap Terkendali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:00 WIB

×