Sebanyak 64% perempuan dengan hipotek tidak dapat memperkirakan sisa saldo utang mereka, dan 35% tidak mampu menyebutkan hasil tahunan rata-rata dari investasi mereka.
Lebih dari setengah (54%) perempuan menghadapi tantangan dalam menemukan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan unik mereka. Ketika mencari nasihat keuangan, hampir dua pertiga (63%) lebih memilih berkonsultasi dengan penasihat keuangan perempuan.
Elin Waty, President Commissioner Sun Life Indonesia, mengatakan, perempuan di Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks dalam mencapai stabilitas finansial.
"Survei kami menemukan bahwa lebih dari setengah (54%) perempuan mengalami kesulitan menemukan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan unik mereka. Sun Life berkomitmen untuk memberikan edukasi dan akses terhadap produk yang tidak hanya inklusif, tetapi juga mampu mendukung perencanaan finansial jangka panjang, terutama bagi perempuan yang ingin menabung untuk pendidikan anak, membangun dana darurat, dan merencanakan masa depan yang lebih aman,” kata Elin ditulis Senin (3/3/2025).
Kah Jing Lee, Chief Client Officer Sun Life Indonesia, mengatakan, survei ini menggarisbawahi bahwa perempuan di Indonesia semakin percaya diri dalam mengelola keuangan mereka, namun masih menghadapi tantangan dalam menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka.
"Kami di Sun Life berkomitmen untuk menghadirkan produk dan layanan yang lebih personal serta mendukung perjalanan finansial perempuan dengan solusi yang fleksibel dan inovatif.” pungkas Kah Jing Lee.