Badai PHK Masih Tinggi, Lima Kebiasaan Ini Bisa Bikin Miskin

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Senin, 10 Februari 2025 | 13:46 WIB
Badai PHK Masih Tinggi, Lima Kebiasaan Ini Bisa Bikin Miskin
Lima kebiasaan yang jadi miskin(Pexels/Karolina Grabowska)

Suara.com - Kesenjangan antara pendapatan dan kekayaan merupakan masalah yang meluas dan sering kali tidak diperhatikan. Banyak orang memperoleh gaji yang layak tetapi kesulitan untuk membangun stabilitas keuangan jangka panjang.

Apalagi badai pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai dunia masih terus tinggi. Hal itu membuat Anda terjebak dalam siklus tekanan ekonomi.

Dilansir New Trade U, ada lima kebiasaan yang bikin Anda masuk kategori miskin ketika badai PHK masih tinggi:

1. Inflasi Gaya Hidup
Salah satu perangkap keuangan yang paling berbahaya adalah perangkap inflasi gaya hidup. Seiring dengan bertambahnya pendapatan kita, wajar saja jika ingin meningkatkan standar hidup. Namun, kecenderungan untuk meningkatkan pengeluaran seiring dengan penghasilan, yang dikenal sebagai gaya hidup yang meningkat, dapat berdampak buruk bagi kesehatan keuangan jangka panjang.

Penelitian telah menunjukkan bahwa peningkatan pengeluaran tahunan sebesar 1% sekalipun dapat mengakibatkan pengurangan tabungan pensiun sebesar 25% selama 30 tahun. Kita dapat mengalihkan sumber daya keuangan untuk membangun kekayaan yang langgeng dengan secara sadar menahan godaan berbelanja.

2. Utang
Siklus utang konsumen adalah kebiasaan lain yang membuat banyak orang terjebak dalam siklus kesulitan keuangan.
Suku bunga tinggi yang terkait dengan utang kartu kredit membuat semakin sulit untuk melunasi saldo, menjebak kita dalam siklus pembayaran minimum dan beban bunga yang meningkat.

Untuk terbebas dari siklus utang konsumen, mengembangkan strategi untuk hidup sesuai kemampuan sangatlah penting, seperti membuat anggaran, melacak pengeluaran, dan memprioritaskan pembayaran utang.

3. Kurangnya Pendidikan Finansial

Kurangnya pendidikan dan perencanaan finansial adalah perangkap umum lainnya yang menghalangi banyak orang untuk membangun kekayaan. Literasi finansial adalah keterampilan penting yang sering kali diabaikan dalam sistem pendidikan tradisional.

baca juga

Tanpa pemahaman yang kuat tentang konsep ekonomi dasar seperti penganggaran, menabung, berinvestasi, dan manajemen risiko, mudah untuk menjadi mangsa kesalahpahaman investasi umum dan membuat keputusan keuangan yang buruk.

4. Tidak Merencanakan Pensiun
Salah satu kesalahan paling merugikan yang dilakukan individu adalah menunda perencanaan pensiun.
Sebaliknya, mereka yang menunda menabung untuk pensiun menghadapi tantangan berat, yang sering kali mengharuskan mereka menabung lebih banyak untuk mengejar ketertinggalan.

Dengan memprioritaskan pendidikan dan perencanaan keuangan sejak dini, kita dapat mempersiapkan diri untuk meraih kesuksesan finansial jangka panjang dan menghindari kemunduran yang merugikan.

5. Tidak Memiliki Pola Pikir Membangun Kekayaan

Faktor kunci lain yang membedakan mereka yang membangun kekayaan dari mereka yang terjebak dalam kesulitan keuangan adalah perbedaan antara pola pikir yang berfokus pada pendapatan dan pola pikir membangun kekayaan. Banyak orang hanya berfokus pada peningkatan pendapatan mereka, percaya bahwa gaji yang lebih tinggi adalah kunci kesuksesan finansial.

Mereka yang memiliki pola pikir membangun kekayaan memahami pentingnya menciptakan berbagai aliran pendapatan dan memperoleh aset yang nilainya meningkat seiring berjalannya waktu. Mereka berfokus pada investasi pada aset yang menghasilkan pendapatan seperti properti sewaan, saham pembayar dividen, atau usaha bisnis yang menguntungkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ajarkan Anak Soal Uang Sejak Dini, Mulai dari Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Ajarkan Anak Soal Uang Sejak Dini, Mulai dari Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 21:32 WIB

Purbaya Mau Anggaran MBG Dipangkas Lagi Tahun Ini Setelah Efisiensi Jadi Rp 229 T

Purbaya Mau Anggaran MBG Dipangkas Lagi Tahun Ini Setelah Efisiensi Jadi Rp 229 T

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:11 WIB

Ketika AI Bisa Memutuskan Transaksi Sendiri, Siapa yang Bertanggung Jawab Jika Terjadi Kerugian?

Ketika AI Bisa Memutuskan Transaksi Sendiri, Siapa yang Bertanggung Jawab Jika Terjadi Kerugian?

Tekno | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:19 WIB

Siapa Saja? Ini 3 Zodiak yang Diprediksi Ketiban Rezeki Sepanjang September 2026

Siapa Saja? Ini 3 Zodiak yang Diprediksi Ketiban Rezeki Sepanjang September 2026

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Ekonomi Tumbuh 5,11%, Purbaya Klaim Kemiskinan dan Pengangguran Makin Susut di Era Prabowo

Ekonomi Tumbuh 5,11%, Purbaya Klaim Kemiskinan dan Pengangguran Makin Susut di Era Prabowo

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 07:57 WIB

OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Digital, Transaksi Kripto Terus Meroket

OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Digital, Transaksi Kripto Terus Meroket

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 07:55 WIB

Strategi Purbaya Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027, Dari Reformasi Regulasi hingga Manufaktur

Strategi Purbaya Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027, Dari Reformasi Regulasi hingga Manufaktur

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:16 WIB

Purbaya Buktikan APBN Sukses Kurangi Kemiskinan dan Pengangguran Warga RI

Purbaya Buktikan APBN Sukses Kurangi Kemiskinan dan Pengangguran Warga RI

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:22 WIB

Tok! Sardjito Resmi Jadi Bos Bursa Mineral OJK

Tok! Sardjito Resmi Jadi Bos Bursa Mineral OJK

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:13 WIB

Dari Paylater ke Mindful Spending: Saat Gen Z Lebih Bijak Kelola Keuangan

Dari Paylater ke Mindful Spending: Saat Gen Z Lebih Bijak Kelola Keuangan

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Terkini

4 Shio yang Makin Beruntung Setelah 29 Agustus 2026, Rencana Lebih Mudah Terwujud

4 Shio yang Makin Beruntung Setelah 29 Agustus 2026, Rencana Lebih Mudah Terwujud

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:45 WIB

Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?

Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:09 WIB

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×