22 Juta Akun Kripto di Indonesia, BLK 2025 Galakkan Literasi untuk Investasi yang Lebih Aman

Iwan Supriyatna

Rabu, 05 Maret 2025 | 13:36 WIB
22 Juta Akun Kripto di Indonesia, BLK 2025 Galakkan Literasi untuk Investasi yang Lebih Aman
Ilustrasi kripto. (Dok: KunciCoin)

Suara.com - Bulan Literasi Kripto (BLK) 2025, inisiatif tahunan dari Asosiasi Blockchain dan Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo - ABI), telah digelar dari 3 hingga 27 Februari 2025.

Dengan mengusung tema "Bijak Berinvestasi: Bangun Masa Depan Sejak Dini," BLK 2025 menekankan pentingnya literasi kripto untuk membantu masyarakat memahami ekosistem aset digital dan mengambil keputusan investasi yang lebih cerdas dan aman.

BLK 2025 resmi dibuka pada 3 Februari 2025 di Jakarta dengan lebih dari 400 peserta menghadiri seremoni pembukaan. Acara ini menampilkan panel diskusi interaktif yang membahas perkembangan industri blockchain, regulasi, serta strategi investasi yang aman bagi masyarakat

Sebagai penutup, Closing Ceremony & Konferensi Pers BLK 2025 diadakan pada 27 Februari 2025 di Makara Art Center, Universitas Indonesia, Depok. Acara ini menghadirkan diskusi seputar arah regulasi kripto dan inovasi industri, dengan pembicara utama Djoko Kurnijanto, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan IAKD OJK, serta Dimas Utomo, Sekretaris Jendral Aspakrindo-ABI.

Ketua Asosiasi Perdagangan Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Robby mengatakan rangkaian edukasi nasional digelar di duabelas kota besar—Medan, Tangerang, Pontianak, Palangkaraya, Palembang, Jakarta, Bandung, Tasikmalaya, Semarang, Surabaya, Denpasar dan Makassar—dengan lebih dari 70 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 10.000 peserta.

“Setiap sesi menghadirkan diskusi mendalam tentang tren industri, perlindungan konsumen, serta regulasi aset digital,” ujar Robby ditulis Rabu (5/3/2025).

Diskusi panel yang dipandu oleh Asih Karnengsih, Direktur Eksekutif Aspakrindo-ABI, juga menghadirkan Uli Agustina dari OJK, Mohammad Naufal Alvira dari Indodax, AKBP Irvan Reza, S.H., S.I.K dan Kombes Pol Robertus Yohanes De Deo dari Bareskrim Polri, dan Rifai Taberi dari Xendit.

Pembahasan meliputi regulasi kripto, perlindungan konsumen, tren investasi, serta peran sistem pembayaran digital dalam mendukung transaksi aset kripto yang lebih aman dan efisien.

Didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), BLK 2025 bertujuan untuk membantu masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku ekonomi digital, agar lebih memahami ekosistem kripto serta menjadi investor yang cerdas dan bertanggung jawab.

baca juga

Direktur Utama PT Bursa Komoditi Nusantara (Central Finansial X/CFX), Subani mengungkapkan, jumlah akun kripto di Indonesia saat ini telah menembus angka 22 juta. Hal ini menunjukkan, minat masyarakat terhadap aset digital ini cukup tinggi.

“Kalau kita bicara tren adopsi ke depannya, ini bisa dilihat dari bagaimana peningkatan jumlah akun, sekarang sudah lebih dari 22 juta. Kita perkirakan akan terus tumbuh,” ungkap Subani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Tekankan Transparansi, Keamanan dan Edukasi di Industri Kripto

OJK Tekankan Transparansi, Keamanan dan Edukasi di Industri Kripto

Bisnis | Senin, 03 Maret 2025 | 14:58 WIB

Genjot Transaksi Ekosistem Digital, Perbankan Garap Komunitas Kripto

Genjot Transaksi Ekosistem Digital, Perbankan Garap Komunitas Kripto

Bisnis | Sabtu, 01 Maret 2025 | 09:02 WIB

FBI: Hacker Korea Utara Gasak Kripto Senilai Rp24 Triliun, Terbesar dalam Sejarah

FBI: Hacker Korea Utara Gasak Kripto Senilai Rp24 Triliun, Terbesar dalam Sejarah

News | Kamis, 27 Februari 2025 | 15:13 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×