Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

WSKT Terus Kumpulkan Pundi-pundi Proyek Baru, Kini Senilai Rp146 Miliar

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 20 Maret 2025 | 14:27 WIB
WSKT Terus Kumpulkan Pundi-pundi Proyek Baru, Kini Senilai Rp146 Miliar
(Dok: Waskita Karya)

Suara.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) kembali meraih kontrak baru usai perseroan memutuskan tidak lagi menggarap jalan tol sebagai proyek prioritas.

Terbaru, WSKT dipercaya untuk mengerjakan proyek-proyek rumah sakit, yang menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan infrastruktur kesehatan di tanah air.

Proyek Terbaru di Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara

Dalam langkah terbarunya, WSKT akan melaksanakan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun Peningkatan Kelas Rumah Sakit guna Mendukung Program KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi) RSUD Tuan Besar Syarif Idrus di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, pada bulan Februari lalu, WSKT juga berhasil mendapatkan kontrak baru untuk mengerjakan renovasi bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Akhmad Berahim Tana Tidung di Kalimantan Utara. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp164,75 miliar dan ditargetkan selesai dalam waktu kurang dari satu tahun.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyatakan bahwa WSKT sebagai BUMN Konstruksi terus mendukung langkah pemerintah melalui pembangunan infrastruktur, terutama dalam program peningkatan fasilitas kesehatan bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

"KJSU merupakan program Kementerian Kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan untuk penyakit prioritas nasional, melalui kerja sama dengan rumah sakit dan penguatan jejaring rujukan. Maka, suatu kebanggaan bagi Waskita dapat terus terlibat dalam menyukseskan program prioritas pemerintah," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (20/3/2025).

Proyek peningkatan kelas RSUD Tuan Besar Syarif Idrus akan diselesaikan dalam kurun waktu tidak lebih dari satu tahun, dengan nilai kontrak sebesar Rp146,85 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025.

WSKT akan memperbarui desain gedung dan sejumlah fasilitas di RSUD Kabupaten Kubu Raya. Total luas bangunan empat lantai itu pun mencapai 6.795 meter persegi. Dalam proyek ini, WSKT mengusung konsep "New and Modern Healthcare Centre in Kubu Raya" yang menggabungkan teknologi medis terkini, keindahan alam Sungai Kapuas, budaya Kubu Raya, serta lingkungan yang nyaman dan menenangkan.

Desain bangunan RSUD Kubu Raya juga akan dihiasi oleh unsur-unsur tradisional Dayak, seperti ukiran kayu, anyaman bambu, dan berbagai motif khas. Konsep arsitektur yang diusung adalah pendekatan yang berpusat pada pasien, dengan menggabungkan aspek fungsional, estetika, dan keberlanjutan.

WSKT memiliki pengalaman yang kaya dalam membangun berbagai rumah sakit di Indonesia. Beberapa proyek rumah sakit yang telah dikerjakan oleh WSKT antara lain:

RSUD Tigaraksa di Tangerang
RS Cahya Kawaluyan di Padalarang
RSUD Pasar Minggu di Jakarta
RS Darurat Covid-19 Pulau Galang di Batam
RS Universitas Sumatera Utara di Medan
RS Universitas Sebelas Maret di Surakarta
RS Semen Padang di Padang
Samarinda Medical Centre
RS Sentul City di Bogor
RS Dr. Sardjito di Yogyakarta
RS Advent di Bandung
RSUD Kota Tangerang
RS Badung di Bali
RS dr. Muhammad Zein Painan di Sumatera Barat
RS Dr. (HC) Ir. Soekarno di Pangkal Pinang
RS Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM)
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati di Jakarta
Pengalaman panjang ini menunjukkan kemampuan dan keahlian WSKT dalam membangun fasilitas kesehatan yang berkualitas dan modern.

Dengan terus mendapatkan proyek-proyek baru, terutama di sektor kesehatan, WSKT menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Proyek-proyek ini tidak hanya meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah tempat proyek tersebut dilaksanakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Solidaritas Merauke: Ratusan Masyarakat Adat Bersatu Tolak PSN yang Mengancam Hak dan Lingkungan!

Solidaritas Merauke: Ratusan Masyarakat Adat Bersatu Tolak PSN yang Mengancam Hak dan Lingkungan!

Video | Rabu, 19 Maret 2025 | 23:00 WIB

Sidang Sengketa Tanah Mat Solar Ditunda! Ahli Waris Jadi Penentu

Sidang Sengketa Tanah Mat Solar Ditunda! Ahli Waris Jadi Penentu

Video | Rabu, 19 Maret 2025 | 22:38 WIB

YLBHI Persoalkan Keterlibatan Militer dalam Objek Vital Nasional, Termasuk PSN

YLBHI Persoalkan Keterlibatan Militer dalam Objek Vital Nasional, Termasuk PSN

News | Rabu, 19 Maret 2025 | 21:52 WIB

Terkini

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:17 WIB

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:05 WIB

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 13:33 WIB

IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik

IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 13:06 WIB