Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tidak Ada Manusia, Negara yang Dihuni Penguin Kena Tarif Perang Dagang Trump

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Jum'at, 04 April 2025 | 09:21 WIB
Tidak Ada Manusia, Negara yang Dihuni Penguin Kena Tarif Perang Dagang Trump
Donald Trump [Arsip Kedutaan Besar AS di Italia]

Suara.com - Tarif timbal balik yang agresif dan luas dari Presiden AS Donald Trump ini membuat ekonomi dunia mengalami tekanan. Apalagi, 180 negara, mulai dari mitra dagang utama hingga pulau-pulau terpencil dikenakan tarif cukup besar.

Terlebih mitra dagang utama menanggung sebagian tarif paling tinggi dari 34% untuk Tiongkok, 20% untuk Uni Eropa, 46% untuk Vietnam, dan 32% untuk Taiwan. Yang mengejutkan, di dekat bagian akhir daftar tersebut terdapat serangkaian pulau terpencil tak berpenghuni dan bahkan pangkalan militer dikenakan tarif oleh Trump.

Dilansir CNBC International, Kepulauan Heard dan McDonalds, terletak 4.100 km dari Perth di Australia Barat dan 1.700 km dari Antartika. Wilayah ini dianggap sebagai salah satu lokasi terpencil di bumi dengan ekosistem pulau murni yang langka. Menurut Konvensi Warisan Dunia UNESCO, dan dihuni oleh sejumlah spesies termasuk burung terbang, penguin, anjing laut, dan invertebrata.

Untuk mencapai pulau-pulau tersebut, dibutuhkan perjalanan perahu dua minggu dari Perth yang berarti kunjungan jarang dilakukan. Meskipun tidak memiliki aktivitas ekonomi, Kepulauan Heard dan McDonalds dikenakan tarif 10% oleh Trump.

Sebagai informasi, Presiden Donald Trump menerapkan 'tarif timbal balik' AS yang akan dihadapi lebih dari 180 negara dan wilayah. Termasuk anggota Uni Eropa, hingga Indonesia berdasarkan kebijakan perdagangan barunya yang menyeluruh.  Trump dan Gedung Putih membagikan serangkaian bagan di media sosial yang merinci tarif yang menurut mereka dikenakan negara lain terhadap AS.

Tarif yang dimaksud termasuk 'Manipulasi Mata Uang dan Hambatan Perdagangan' negara-negara tersebut. Kolom yang berdekatan menunjukkan tarif baru AS terhadap setiap negara, serta Uni Eropa.  Tarif tersebut, dalam banyak kasus, kira-kira setengah dari tarif yang diklaim oleh pemerintahan Trump telah 'dibebankan' kepada AS oleh setiap negara.

Trump mengatakan rencananya akan menetapkan tarif dasar 10 persen secara menyeluruh ke beberapa negara. Namun, seperti yang dijelaskan dalam diagramnya, banyak negara akan menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi.

Tarif ‘timbal balik’ menurut Trump, merupakan respons terhadap bea masuk dan hambatan non-tarif lainnya yang dikenakan pada barang-barang AS. Berikut daftar tarif perang dagang yang dilakukan Presiden Trump:

• lgeria 30 persen

• Oman 10 persen

• Uruguay 10 persen

• Bahamas 10 persen

• Lesotho 50 persen

• Ukraine 10 persen

• Bahrain 10 persen

• Qatar 10 persen

• Mauritius 40 persen

• Fiji 32 persen

• Iceland 10 persen

• Kenya 10 persen

• Liechtenstein 37 persen

• Guyana 38 persen

• Haiti 10 persen

• Bosnia and Herzegovina 35 persen

• Nigeria 14 persen

• Namibia 21 persen

• Brunei 24 persen

• Bolivia 10 persen

• Panama 10 persen

• Venezuela 15 persen

• North Macedonia 33 persen

• Ethiopia 10 persen

• Ghana 10 persen

• China 34 persen

• Uni Eropa 20 persen

• Vietnam 46 persen

• Taiwan 32 persen

• Japan 24 persen

• India 26 persen

• South Korea 25 persen

• Thailand 36 persen

• Switzerland 31 persen

• Indonesia 32 persen

• Malaysia 24 persen

• Cambodia 49 persen

• United Kingdom 10 persen

• South Africa 30 persen

• Brazil 10 persen

• Bangladesh 37 persen

• Singapore 10 persen

• Israel 17 persen

• Philippines 17 persen

• Chile 10 persen

• Australia 10 persen

• Pakistan 29 persen

• Turkey 10 persen

• Sri Lanka 44 persen

• Colombia 10 persen

• Peru 10 persen

• Nicaragua 18 persen

• Norway 15 persen

• Costa Rica 10 persen

• Jordan 20 persen

• Dominican Republic 10 persen

• United Arab Emirates 10 persen

• New Zealand 10 persen

• Argentina 10 persen

• Ecuador 10 persen

• Guatemala 10 persen

• Honduras 10 persen

• Madagascar 47persen

• Myanmar (Burma) 44 persen

• Tunisia 28 persen

• Kazakhstan 27 persen

• Serbia 37 persen

• Egypt 10 persen

• Saudi Arabia 10 persen

• El Salvador 10 persen

• Côte d'Ivoire 21 persen

• Laos 48 persen

• Botswana 37 persen

• Trinidad and Tobago 10 persen

• Morocco 10 persen

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indef: Pemerintah Harus Segera Isi Pos Dubes RI di AS untuk Hadapi Kebijakan Baru Trump

Indef: Pemerintah Harus Segera Isi Pos Dubes RI di AS untuk Hadapi Kebijakan Baru Trump

News | Jum'at, 04 April 2025 | 06:54 WIB

Indonesia Diminta Mendekat ke BRICS Pasca Trump Umumkan Tarif Impor AS

Indonesia Diminta Mendekat ke BRICS Pasca Trump Umumkan Tarif Impor AS

Bisnis | Kamis, 03 April 2025 | 22:16 WIB

Soal Tarif Dagang Trump, Dasco: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Tempat Pembuangan Negara Lain

Soal Tarif Dagang Trump, Dasco: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Tempat Pembuangan Negara Lain

News | Kamis, 03 April 2025 | 21:45 WIB

Donald Trump Umumkan Tarif Baru, DPR Desak Pemerintah Segera Konsolidasi Menyeluruh

Donald Trump Umumkan Tarif Baru, DPR Desak Pemerintah Segera Konsolidasi Menyeluruh

News | Kamis, 03 April 2025 | 16:59 WIB

Trump Telah Picu Perang Dagang, Ini Dampaknya Bagi Indonesia

Trump Telah Picu Perang Dagang, Ini Dampaknya Bagi Indonesia

Bisnis | Kamis, 03 April 2025 | 15:25 WIB

Trump Beri Tarif Mahal ke 180 Negara, IMF: Ekonomi Asia Berpotensi Resesi

Trump Beri Tarif Mahal ke 180 Negara, IMF: Ekonomi Asia Berpotensi Resesi

Bisnis | Kamis, 03 April 2025 | 15:02 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×