Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Sayonara! Tupperware Resmi Hengkang dari Indonesia

Achmad Fauzi

Senin, 14 April 2025 | 08:38 WIB
Sayonara! Tupperware Resmi Hengkang dari Indonesia
Produk Tupperware Frozy Cozy With Bag (shop.tupperware.co.id)

Suara.com - Produsen peralatan makan dan minum berbahan plastik, Tuppeware resmi menutup bisnisnya di Indonesia. Hal ini setelah, induk usaha Tupperware Brands Corporation telah memutuskan untuk menghentikan aktivitasnya di sebagian besar negara, termasuk Indonesia.

Penutupan bisnis ini diumumkan manajemen di Instagram resminya @tupperwareid. Untuk diketahui, Tupperware telah berbisnis di Indone selama 33 tahun.

"33 tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam kurun waktu itu, Tupperware telah menjadi bagian dari dapur, meja makan, dan momen berharga keluarga Indonesia," tulis manajemen seperti dikutip Senin (14/4/2025).

"Dari bekal si kecil hingga hantaran penuh cinta, kami bangga telah menemani perjalanan Anda dengan produk yang dirancang untuk menginspirasi gaya hidup sehat, praktis, dan modern. Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang telah Anda berikan selama ini," sambung manajemen.

Adapun, Manejemen menyebut, sebetulnya Tupperware Indonesia telah resmi hentikan bisnis sejak 31 Januari. Manajemen menegaskan langkah ini mengikuti induk usaha.

"Perjalanan luar biasa kami bersama keluarga Indonesia kini tiba di penghujung jalan. Dengan berat hati, kami mengumumkan bahwa Tupperware Indonesia secara resmi telah menghentikan operasional bisnisnya sejak 31 Januari 2025. Keputusan ini adalah bagian dari langkah global perusahaan," tulis manajemen.

Manajemen merasa, selama 33 tahun banyak cerita dari pelanggan yang menggunakan Tupperware untuk kegiatan sehari-hari

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap Executive Director, Sales Force dan Masyarakat/Konsumen yang telah menjadi bagian penting Tupperware, atas kepercayaan, dukungan, dan kenangan indah yang telah diberikan dan dibagikan bersama Tupperware Indonesia," tulis manajemen.

Sejarah Tupperware

baca juga

Tupperware diperkenal pertama kali tahun 1946 oleh seorang ahli Kimia di Amrika Serikat yang bernama Earl Tupper. Tupper menciptakan tempat untuk menyimpan makanan yang terbuat dari plastik dengan menggunakan penutup inovatif agar makanan tetap segar.

Tempat makanan ini cenderung ringan dan tahan lama sehingga Tupperware ini jadi tempat penyimpanan makanan ideal di rumah.Adapun yang jadi ciri khas Tupperware ini ada pada bagian penutupnya yang burping seal.

Penutup makanan yang berpuring seal sangat berguna karena membantu menjaga kualitas makanan agar tetap segar dan lebih lama. Itulah mengapa Tupperware ini sangat digemari para ibu-ibu karena memang bagus kualitasnya.

Di awal-awal perilisannya, Tupperware ini mulanya belum banyak dapat perhatian publik, khususnya di toko-toko ritel. Pasalnya pada waktu itu inovasi Tupperware ini masih belum sepenuhnya dipahami oleh konsumen.

Namun seiring berjalannya waktu, keberadaan Tupperware pun mulai menarik perhatian publik. Hal ini bermula saat seorang pengusaha wanita yang diketahui bernama Brownie Wise gabung di perusahaan tersebut pada tahun 1951.

Brownie Wise  berhasil mempromosikan dengan konsep Tupperware Party, yakni sebuah strategi penjualan atau pemasaran yang langsung melibatkan ibu-ibu dalam program sosialisasi cara penggunaan produk.

Sejak saat itu, Tupperware pun mulai diminati banyak orang sehinga menjadikan Tupperware sebagai fenomena global. Pada 1950-1980-an, Tupperware semakin populer. Tupperware pun jadi simbol gaya hidup modern.

Di Indonesia, popularitas Tupperware juga dibilang sangat tinggi. Lalu tahun 1990-an sampai awal 2000-an, merek Tupperware ini pun hampir dikenal dan dimiliki setiap rumah tangga. Selain karena tahan lama, Tupperware juga memiliki desain menarik dan berkualitas.

Namun setelah 78 tahun dibanggakan para ibu-ibu, Tupperware dikabarkan tengah berada diambang kebangkrutan. Adapun penyebab Tupperware bangkrut yaitu keuangan perusahaan yang akhir-akhir ini sedang bermasalah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doo Financial Mulai Rambah Bisnis ke Indonesia, Targetkan 200 Nasabah/Bulan

Doo Financial Mulai Rambah Bisnis ke Indonesia, Targetkan 200 Nasabah/Bulan

Bisnis | Jum'at, 11 April 2025 | 09:33 WIB

Segera Pensiun, CEO Harley Davidson Dapat Dana Kompensasi Rp 200 Miliar

Segera Pensiun, CEO Harley Davidson Dapat Dana Kompensasi Rp 200 Miliar

Bisnis | Kamis, 10 April 2025 | 10:37 WIB

Cara Cerdas Menjalankan Bisnis Sambil Mengurus Anak: Tak Ada yang Harus Dikorbankan!

Cara Cerdas Menjalankan Bisnis Sambil Mengurus Anak: Tak Ada yang Harus Dikorbankan!

Bisnis | Rabu, 09 April 2025 | 16:36 WIB

Terkini

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:42 WIB

Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau

Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:33 WIB

Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya

Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:27 WIB

Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik

Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:03 WIB

Gegara Minyak Dunia IHSG Melesat Hampir ke Level 6.000, BBCA Naik Lagi

Gegara Minyak Dunia IHSG Melesat Hampir ke Level 6.000, BBCA Naik Lagi

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:54 WIB

99 Persen Laba GGRM Jadi Dividen, Pemegang Saham Dapat Jatah jumbo!

99 Persen Laba GGRM Jadi Dividen, Pemegang Saham Dapat Jatah jumbo!

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:44 WIB

Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026

Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:18 WIB