Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Segera Pensiun, CEO Harley Davidson Dapat Dana Kompensasi Rp 200 Miliar

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 10 April 2025 | 10:37 WIB
Segera Pensiun, CEO Harley Davidson Dapat Dana Kompensasi Rp 200 Miliar
Jochen Zeitz dari Harley-Davidson pensiun

Suara.com - Jochen Zeitz dari Harley-Davidson berencana untuk pensiun sebagai CEO pada tahun 2025. Hal ini mengakhiri masa jabatan lima tahun yang ditandai dengan upaya untuk menghidupkan kembali pembuat sepeda motor Amerika yang berjuang dengan permintaan yang anjlok.

Zeitz, yang telah membantu menghidupkan kembali bisnis merek sepatu Jerman Puma yang hampir bangkrut, bergabung dengan dewan Harley pada tahun 2007 dan diangkat sebagai CEO pada bulan Mei 2020. Pria berusia 62 tahun, meluncurkan strategi "Hardwire" pada tahun 2021 untuk mengubah pembuat sepeda motor terkenal yang ingin terhubung dengan pengendara muda sebagai basis pelanggan utamanya yang berusia baby boomer.

Strategi lima tahun tersebut melibatkan prioritas produk dengan margin tinggi, keluar dari pasar internasional dengan volume penjualan rendah, dan memodernisasi daya tarik merek.

"Jochen telah melakukan pekerjaan yang baik dalam mengecilkan jejak global Harley dan memfokuskan kembali perusahaan pada sepeda Touring intinya dan Cruiser besar," kata analis Raymond James, Joe Altobello dilansir New York Post, Kamis (10/4/2025).

“Sayangnya, industri ini menghadapi tantangan dari beberapa faktor, termasuk suku bunga yang lebih tinggi; pada saat yang sama, konsumen tampaknya lebih menyukai sepeda motor yang lebih kecil dan lebih terjangkau, yang bukan merupakan kekuatan Harley," tambahnya.

Sementara itu, dikabarkan dia mendapatkan uang pensiunan yang cukup besar. Adapun total kompensasi sebesar 11,95 juta dollar AS atau sekiar Rp 199 miliar. Sedangkan, estimasi kekayaan bersih Jochen Zeitz setidaknya 12 Juta dolar dollar AS atau sekitar Jochen Zeitz adalah Presiden dan CEO Harley-Davidson Inc dan memiliki sekitar 508.870 saham Harley-Davidson Inc (HOG) senilai lebih dari 12 Juta dollar AS.

Sementara itu, Harley pada bulan Februari memperkirakan laba tahun 2025 dan pendapatan sepeda motor akan stagnan hingga turun 5% karena konsumen mengurangi pembelian barang mahal. “Kurangnya permintaan pasar akhir tampaknya akan terus berlanjut di masa mendatang dan telah merusak rencana pemulihan dan mengguncang kepercayaan dealer & investor,” kata analis riset Longbow David MacGregor.

Ia mengatakan prospek kemajuan yang berarti tampaknya semakin jauh dari jangkauan Harley karena terjebak dalam baku tembak perang dagang global yang sedang berkembang. Saham Harley turun sekitar 1% menjadi $22,90 dalam perdagangan tengah hari di tengah pemulihan di pasar yang lebih luas.

Harga saham naik lebih dari 11% hingga penutupan hari Senin sejak Zeitz mengambil alih, dibandingkan dengan kenaikan 77% dalam indeks acuan S&P. Sebagai informasi, Harley-Davidson adalah produsen sepeda motor premium yang mendesain, merakit, dan memasarkan sepeda motor serta suku cadang dan aksesori sepeda motor. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1903 oleh William S. Harley dan Arthur Davidson, dan berkantor pusat di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat.

Harley-Davidson didirikan pada tahun 1903 dan telah menjadi merek ikonik dalam dunia sepeda motor. Perusahaan ini memiliki pangsa pasar yang signifikan di AS dalam industri pembuatan sepeda motor. Pada tahun-tahun pertama, Harley Davidson mampu menciptakan 3 sepeda, diantaranya sepeda engkol dan pedal serta motor dengan satu silinder.

Kemudian berbagai perkembangan dan inovasi terus berlangsung, hingga pada 1909 mampu menghasilkan 1000 sepeda motor per tahun. Saat itu mereka juga menunjukkan eksitensinya melaui pabrik sendiri yang memiliki pekerja kurang lebih mencapai 35 orang. Nama Motor Harley Davidson kemudian semakin dikenal di pasar Amerika Serikat, terutama di masa Perang Dunia I. Militer AS saat itu berani memasok motor Harley sebagai unit yang dibutuhkan selama perang terjadi.

Pada 1930 logo sayap terbang khas Harley Davidson lahir. Logo tersebut mulai digunakan di bagian tangki motor dan terus digunakan hingga saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dituduh Jual Skincare Merkuri, Heni Sagara Seret Buzzer hingga ke Pengadilan

Dituduh Jual Skincare Merkuri, Heni Sagara Seret Buzzer hingga ke Pengadilan

Entertainment | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:47 WIB

Strategi Metropolitan Land Mengelola Risiko di Tengah Dinamika Properti

Strategi Metropolitan Land Mengelola Risiko di Tengah Dinamika Properti

Video | Minggu, 03 Mei 2026 | 08:00 WIB

Berapa Besaran Dana Pensiun yang Aman di Indonesia? Ini Perhitungannya

Berapa Besaran Dana Pensiun yang Aman di Indonesia? Ini Perhitungannya

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:52 WIB

Kapan Waktu Terbaik Menyiapkan Dana Pensiun? Ini Strateginya

Kapan Waktu Terbaik Menyiapkan Dana Pensiun? Ini Strateginya

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 17:05 WIB

Berburu Moge di Kejagung, Beli Harley Mewah Gak Bikin Kantong Murung

Berburu Moge di Kejagung, Beli Harley Mewah Gak Bikin Kantong Murung

Otomotif | Kamis, 30 April 2026 | 15:05 WIB

Tak Sekadar Bisnis, Emiten TAPG Mulai Jalankan Program Hunian Layak

Tak Sekadar Bisnis, Emiten TAPG Mulai Jalankan Program Hunian Layak

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:20 WIB

Program Pendampingan Bisnis Bantu Siswa Kembangkan Usaha dan Pola Pikir Adaptif

Program Pendampingan Bisnis Bantu Siswa Kembangkan Usaha dan Pola Pikir Adaptif

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 16:20 WIB

Gurita Bisnis Ekstraktif di Lingkaran Kabinet Merah Putih, Siapa Saja Pemainnya?

Gurita Bisnis Ekstraktif di Lingkaran Kabinet Merah Putih, Siapa Saja Pemainnya?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 11:04 WIB

Perusahaan Ritel China Gencar Ekspansi Buka Toko Fisik di RI

Perusahaan Ritel China Gencar Ekspansi Buka Toko Fisik di RI

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 12:55 WIB

UMKM Jadi Ujung Tombak Ekonomi Hijau ASEAN, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat

UMKM Jadi Ujung Tombak Ekonomi Hijau ASEAN, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 10:46 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB