7 Tips Hidup Hemat Orang Jepang, Bikin Cepat Kaya

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Senin, 14 April 2025 | 13:50 WIB
7 Tips Hidup Hemat Orang Jepang, Bikin Cepat Kaya
7 cara hidup hemat ala orang Jepang yang bisa bikin kaya

Suara.com - Hidup sejahtera tidak selalu berarti menghabiskan lebih banyak uang. Di Jepang, negara yang telah menghadapi tantangan ekonomi selama puluhan tahun, orang-orang telah menguasai seni membangun kekayaan yang tenang, keamanan finansial tanpa pamer uang.

Kebiasaan ini bukan tentang berhemat berlebihan, melainkan pendekatan yang bijaksana terhadap uang yang mengarah pada kesehatan finansial yang langgeng. Kebiasaan ini berfokus pada kesadaran, kualitas, dan pemikiran jangka panjang, bukan perbaikan cepat atau mengikuti tren. Berikut cara hidup hemat ala orang Jepang yang bisa bikin kaya dilansir New Trade U:

1.Seni mengurangi sampah
Prinsip senin ini memandu banyak rumah tangga Jepang untuk menggunakan sumber daya sepenuhnya sebelum membuangnya. Dari memanfaatkan setiap bagian bahan dalam memasak hingga memperbaiki pakaian alih-alih menggantinya, mottainai menciptakan pola pikir di mana membuang barang-barang berharga terasa salah.

Ketika Anda memperpanjang umur barang-barang Anda melalui perbaikan, penggunaan ulang, dan penggunaan yang cermat, Anda akan menghabiskan lebih sedikit uang dari waktu ke waktu.

2.Mencatat anggaran yang dikeluarkan
Metode ini melibatkan pencatatan semua pengeluaran dengan tulisan tangan dan menjawab empat pertanyaan sebelum membeli: Apakah saya membutuhkannya? Apakah saya mampu membelinya? Apakah saya akan menggunakannya? Apakah saya punya tempat untuk menyimpannya?.

Pendekatan yang cermat ini menciptakan kebiasaan belanja yang disengaja.Banyak keluarga Jepang duduk setiap bulan untuk meninjau kakeibo mereka, mengkategorikan pengeluaran, dan menetapkan tujuan untuk bulan berikutnya praktik yang membangun literasi dan disiplin finansial. Tindakan fisik menuliskan pengeluaran menciptakan kesadaran yang kuat tentang ke mana uang pergi setiap bulan.

3.Penekanan pada Kualitas daripada Kuantitas

Konsumen Jepang sering kali lebih suka membeli barang yang lebih sedikit tetapi lebih baik. Daripada memenuhi lemari dengan pakaian murah yang cepat rusak, banyak orang Jepang berinvestasi pada barang-barang yang dibuat dengan baik yang mereka harapkan dapat bertahan selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun.

Pendekatan ini berlaku untuk segala hal mulai dari pisau dapur hingga furnitur, barang-barang dipilih dengan mempertimbangkan keawetannya. Meskipun barang-barang berkualitas lebih mahal di awal, barang-barang tersebut biasanya menghemat uang karena daya tahannya.

baca juga

4.Porsi makan yang tidak berlebihan
Dengan makan secukupnya, keluarga membeli dan menyiapkan lebih sedikit makanan secara keseluruhan. Dampak finansial bertambah secara signifikan dari waktu ke waktu. Restoran di Jepang sering menyajikan porsi yang wajar yang mengenyangkan tanpa berlebihan, dan masakan rumahan mengikuti prinsip yang sama.

5.Membuat rumah yang sederhana

Rumah-rumah Jepang biasanya lebih kecil daripada rumah-rumah di Barat, dan ruang digunakan secara efisien melalui desain dan pengaturan yang cerdas. Tradisi hidup kompak ini hadir dengan keuntungan finansial yang substansial: pembayaran hipotek atau sewa yang lebih rendah, biaya utilitas yang lebih rendah, dan lebih sedikit uang yang dihabiskan untuk perabotan dan perawatan.

6.Belanja Berbasis Uang Tunai

Meskipun merupakan masyarakat yang maju secara teknologi, Jepang mempertahankan budaya uang tunai yang kuat. Banyak transaksi dilakukan dengan mata uang fisik daripada kartu kredit atau pembayaran digital.n Pertukaran yang nyata ini menciptakan hambatan psikologis terhadap pengeluaran  Anda melihat uang  keluar dari dompet. 

7.Membuat rekening tabungan

Kebiasaan finansial orang Jepang sering kali mencakup rekening tabungan khusus yang didedikasikan untuk tujuan tertentu. Secara tradisional, “tanomoshi” atau kelompok menabung merupakan membantu orang mengumpulkan sumber daya untuk pengeluaran yang signifikan. Saat ini, rumah tangga Jepang biasanya memiliki beberapa rekening tabungan untuk tujuan tertentu seperti pendidikan, perumahan, perjalanan, atau keadaan darurat.

Banyak keluarga Jepang memprioritaskan menabung untuk pendidikan sejak anak lahir, sehingga menciptakan rasa aman terhadap biaya hidup yang signifikan. Alih-alih tujuan keuangan yang tidak jelas, target tabungan yang spesifik ini membuat kemajuan dapat diukur dan memotivasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OKX Ungkap Cadangan Kripto US$27,4 Miliar, Klaim Lindungi 690 Ribu Pengguna

OKX Ungkap Cadangan Kripto US$27,4 Miliar, Klaim Lindungi 690 Ribu Pengguna

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:51 WIB

Persiapan Dana Pensiun Harus Dimulai Sejak Hari Pertama Bekerja

Persiapan Dana Pensiun Harus Dimulai Sejak Hari Pertama Bekerja

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:36 WIB

Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp210,2 Triliun per Agustus 2026, Pengawasan Barang Ilegal Makin Ketat

Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp210,2 Triliun per Agustus 2026, Pengawasan Barang Ilegal Makin Ketat

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 14:19 WIB

Penerimaan Pajak Capai Rp1.409 Triliun per Agustus 2026, Tumbuh 24,1%

Penerimaan Pajak Capai Rp1.409 Triliun per Agustus 2026, Tumbuh 24,1%

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 13:54 WIB

Dispenser Galon Bawah Berapa Watt? Ini 5 Rekomendasi yang Murah dan Hemat Listrik

Dispenser Galon Bawah Berapa Watt? Ini 5 Rekomendasi yang Murah dan Hemat Listrik

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 15:00 WIB

Suahasil Ungkap Anggaran Sekolah Gratis Diambil dari Dana Pendidikan Rp 824 Triliun

Suahasil Ungkap Anggaran Sekolah Gratis Diambil dari Dana Pendidikan Rp 824 Triliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:29 WIB

Bisalunas Rilis Formula Pelunasan Pinjol Tanpa Utang Baru

Bisalunas Rilis Formula Pelunasan Pinjol Tanpa Utang Baru

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 17:09 WIB

Suahasil Janji Kasih Bunga KPR Murah ke Warga RI Penghasilan Rendah

Suahasil Janji Kasih Bunga KPR Murah ke Warga RI Penghasilan Rendah

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:09 WIB

Meski Obligasi BLBI Lunas, Suahasil Akui Pemerintah Akan Terus Tarik Utang Baru

Meski Obligasi BLBI Lunas, Suahasil Akui Pemerintah Akan Terus Tarik Utang Baru

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 16:31 WIB

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Lebihi 5,5% di Q3-Q4 2026

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Lebihi 5,5% di Q3-Q4 2026

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 16:17 WIB

Terkini

Pemimpin Arab Sampaikan Duka Cita Atas Tragedi KMP Virgo Transport 8

Pemimpin Arab Sampaikan Duka Cita Atas Tragedi KMP Virgo Transport 8

News | Senin, 28 September 2026 | 10:30 WIB

Mau Ikut Fun Run 5K? Ini 5 Rekomendasi Sepatu Lari Nyaman dari Lokal Sampai Global

Mau Ikut Fun Run 5K? Ini 5 Rekomendasi Sepatu Lari Nyaman dari Lokal Sampai Global

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:29 WIB

Rebutan Lahan Parkir Berujung Bentrok di Garut, Satu Orang Terkena Sajam

Rebutan Lahan Parkir Berujung Bentrok di Garut, Satu Orang Terkena Sajam

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 10:25 WIB

Enam Lokasi Pasar Murah di Pekanbaru Periode Sepekan ke Depan

Enam Lokasi Pasar Murah di Pekanbaru Periode Sepekan ke Depan

Riau | Senin, 28 September 2026 | 10:23 WIB

Tak Takut Atmosfer GBK, Pelatih Malaysia Kenang Pernah Bikin Timnas Indonesia Terluka

Tak Takut Atmosfer GBK, Pelatih Malaysia Kenang Pernah Bikin Timnas Indonesia Terluka

Bola | Senin, 28 September 2026 | 10:22 WIB

Cari Serum Wardah untuk Samarkan Kerutan? Ini Pilihannya, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Cari Serum Wardah untuk Samarkan Kerutan? Ini Pilihannya, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:20 WIB

Hamzah Batik Malioboro Terbakar Lagi Setelah 2004, Ini Sejarahnya dengan Sosok Raminten dan Mirota

Hamzah Batik Malioboro Terbakar Lagi Setelah 2004, Ini Sejarahnya dengan Sosok Raminten dan Mirota

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:19 WIB

Pasar Kripto Memerah, CFX10 Turun ke Level 1.005

Pasar Kripto Memerah, CFX10 Turun ke Level 1.005

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:13 WIB

Apa Perbedaan Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:10 WIB

Timnas Indonesia Diberi Peringakatan Keras Jelang Hadapi Malaysia: Tak Boleh Lagi Monoton!

Timnas Indonesia Diberi Peringakatan Keras Jelang Hadapi Malaysia: Tak Boleh Lagi Monoton!

Bola | Senin, 28 September 2026 | 10:09 WIB

×