Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

7 Tips Hidup Hemat Orang Jepang, Bikin Cepat Kaya

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Senin, 14 April 2025 | 13:50 WIB
7 Tips Hidup Hemat Orang Jepang, Bikin Cepat Kaya
7 cara hidup hemat ala orang Jepang yang bisa bikin kaya

Suara.com - Hidup sejahtera tidak selalu berarti menghabiskan lebih banyak uang. Di Jepang, negara yang telah menghadapi tantangan ekonomi selama puluhan tahun, orang-orang telah menguasai seni membangun kekayaan yang tenang, keamanan finansial tanpa pamer uang.

Kebiasaan ini bukan tentang berhemat berlebihan, melainkan pendekatan yang bijaksana terhadap uang yang mengarah pada kesehatan finansial yang langgeng. Kebiasaan ini berfokus pada kesadaran, kualitas, dan pemikiran jangka panjang, bukan perbaikan cepat atau mengikuti tren. Berikut cara hidup hemat ala orang Jepang yang bisa bikin kaya dilansir New Trade U:

1.Seni mengurangi sampah
Prinsip senin ini memandu banyak rumah tangga Jepang untuk menggunakan sumber daya sepenuhnya sebelum membuangnya. Dari memanfaatkan setiap bagian bahan dalam memasak hingga memperbaiki pakaian alih-alih menggantinya, mottainai menciptakan pola pikir di mana membuang barang-barang berharga terasa salah.

Ketika Anda memperpanjang umur barang-barang Anda melalui perbaikan, penggunaan ulang, dan penggunaan yang cermat, Anda akan menghabiskan lebih sedikit uang dari waktu ke waktu.

2.Mencatat anggaran yang dikeluarkan
Metode ini melibatkan pencatatan semua pengeluaran dengan tulisan tangan dan menjawab empat pertanyaan sebelum membeli: Apakah saya membutuhkannya? Apakah saya mampu membelinya? Apakah saya akan menggunakannya? Apakah saya punya tempat untuk menyimpannya?.

Pendekatan yang cermat ini menciptakan kebiasaan belanja yang disengaja.Banyak keluarga Jepang duduk setiap bulan untuk meninjau kakeibo mereka, mengkategorikan pengeluaran, dan menetapkan tujuan untuk bulan berikutnya praktik yang membangun literasi dan disiplin finansial. Tindakan fisik menuliskan pengeluaran menciptakan kesadaran yang kuat tentang ke mana uang pergi setiap bulan.

3.Penekanan pada Kualitas daripada Kuantitas

Konsumen Jepang sering kali lebih suka membeli barang yang lebih sedikit tetapi lebih baik. Daripada memenuhi lemari dengan pakaian murah yang cepat rusak, banyak orang Jepang berinvestasi pada barang-barang yang dibuat dengan baik yang mereka harapkan dapat bertahan selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun.

Pendekatan ini berlaku untuk segala hal mulai dari pisau dapur hingga furnitur, barang-barang dipilih dengan mempertimbangkan keawetannya. Meskipun barang-barang berkualitas lebih mahal di awal, barang-barang tersebut biasanya menghemat uang karena daya tahannya.

baca juga

4.Porsi makan yang tidak berlebihan
Dengan makan secukupnya, keluarga membeli dan menyiapkan lebih sedikit makanan secara keseluruhan. Dampak finansial bertambah secara signifikan dari waktu ke waktu. Restoran di Jepang sering menyajikan porsi yang wajar yang mengenyangkan tanpa berlebihan, dan masakan rumahan mengikuti prinsip yang sama.

5.Membuat rumah yang sederhana

Rumah-rumah Jepang biasanya lebih kecil daripada rumah-rumah di Barat, dan ruang digunakan secara efisien melalui desain dan pengaturan yang cerdas. Tradisi hidup kompak ini hadir dengan keuntungan finansial yang substansial: pembayaran hipotek atau sewa yang lebih rendah, biaya utilitas yang lebih rendah, dan lebih sedikit uang yang dihabiskan untuk perabotan dan perawatan.

6.Belanja Berbasis Uang Tunai

Meskipun merupakan masyarakat yang maju secara teknologi, Jepang mempertahankan budaya uang tunai yang kuat. Banyak transaksi dilakukan dengan mata uang fisik daripada kartu kredit atau pembayaran digital.n Pertukaran yang nyata ini menciptakan hambatan psikologis terhadap pengeluaran  Anda melihat uang  keluar dari dompet. 

7.Membuat rekening tabungan

Kebiasaan finansial orang Jepang sering kali mencakup rekening tabungan khusus yang didedikasikan untuk tujuan tertentu. Secara tradisional, “tanomoshi” atau kelompok menabung merupakan membantu orang mengumpulkan sumber daya untuk pengeluaran yang signifikan. Saat ini, rumah tangga Jepang biasanya memiliki beberapa rekening tabungan untuk tujuan tertentu seperti pendidikan, perumahan, perjalanan, atau keadaan darurat.

Banyak keluarga Jepang memprioritaskan menabung untuk pendidikan sejak anak lahir, sehingga menciptakan rasa aman terhadap biaya hidup yang signifikan. Alih-alih tujuan keuangan yang tidak jelas, target tabungan yang spesifik ini membuat kemajuan dapat diukur dan memotivasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Tambah Lagi Dana SAL Rp 70 T ke Bank, BTN dan BSI Kebagian Jatah

Purbaya Tambah Lagi Dana SAL Rp 70 T ke Bank, BTN dan BSI Kebagian Jatah

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:48 WIB

Purbaya Relakan Rp 500 Triliun buat Bebas Pajak Konsolidasi BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Relakan Rp 500 Triliun buat Bebas Pajak Konsolidasi BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:31 WIB

Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rp3.131 Triliun pada 2025, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rp3.131 Triliun pada 2025, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:37 WIB

Literasi Keuangan hingga AI, Sequis Shepreneur Siapkan Wirausaha Perempuan

Literasi Keuangan hingga AI, Sequis Shepreneur Siapkan Wirausaha Perempuan

Foto | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Literasi Keuangan Jadi Fokus, Bank BSN Sambut Kunjungan Peserta ISYF

Literasi Keuangan Jadi Fokus, Bank BSN Sambut Kunjungan Peserta ISYF

Foto | Kamis, 30 Juli 2026 | 05:30 WIB

Purbaya Heran Penduduk RI 5 Kali Lebih Banyak, Tapi Penjualan Mobil Kalah dari Malaysia

Purbaya Heran Penduduk RI 5 Kali Lebih Banyak, Tapi Penjualan Mobil Kalah dari Malaysia

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:38 WIB

AC Panasonic Premium Inverter HU Series, AC Hemat Listrik, Cepat Dingin & Udara Lebih Bersih

AC Panasonic Premium Inverter HU Series, AC Hemat Listrik, Cepat Dingin & Udara Lebih Bersih

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Purbaya Rayu Toyota Pindahkan Pabrik dari Thailand ke Indonesia, Siap Kasih Semua Insentif

Purbaya Rayu Toyota Pindahkan Pabrik dari Thailand ke Indonesia, Siap Kasih Semua Insentif

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:33 WIB

Purbaya Kenang Momen Investasi Hyundai Bangun Pabrik EV ke RI, Cuma Perlu 4 Bulan

Purbaya Kenang Momen Investasi Hyundai Bangun Pabrik EV ke RI, Cuma Perlu 4 Bulan

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:09 WIB

Hampir 'Terjebak' Gratifikasi, Purbaya Sempat Diming-Imingi Diskon Harley-Davidson

Hampir 'Terjebak' Gratifikasi, Purbaya Sempat Diming-Imingi Diskon Harley-Davidson

Video | Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Terkini

KUR Bank Mandiri Tembus Rp25,63 Triliun hingga Juli 2026, Puluhan Ribu UMKM Naik Kelas

KUR Bank Mandiri Tembus Rp25,63 Triliun hingga Juli 2026, Puluhan Ribu UMKM Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik

Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:18 WIB

Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA

Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA

Lampung | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir

Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:08 WIB

Broker Global Kantongi Lisensi Seychelles, Standar Regulasi Makin Diperkuat

Broker Global Kantongi Lisensi Seychelles, Standar Regulasi Makin Diperkuat

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:04 WIB

Jalan Gelap Membawa Petaka: 3 Nyawa Melayang Usai 2 Motor Terlibat Adu Banteng di Mojokerto

Jalan Gelap Membawa Petaka: 3 Nyawa Melayang Usai 2 Motor Terlibat Adu Banteng di Mojokerto

Jatim | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Sambut HUT RI, Monumen 9 Pilar Bogor Berbalut Merah Putih

Sambut HUT RI, Monumen 9 Pilar Bogor Berbalut Merah Putih

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:00 WIB

5 Gold ETF Syariah Resmi Diluncurkan, Analis Soroti Dampaknya Pada Pasar Emas

5 Gold ETF Syariah Resmi Diluncurkan, Analis Soroti Dampaknya Pada Pasar Emas

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:57 WIB

Akses Keuangan Melesat, Literasi Tertinggal: Trader Muda Diminta Waspadai Risiko

Akses Keuangan Melesat, Literasi Tertinggal: Trader Muda Diminta Waspadai Risiko

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:54 WIB

×