Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Sri Mulyani "Buka Kartu" Strategi AS di Forum G20, Indonesia Mantapkan Posisi dalam Negosiasi Tarif

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 25 April 2025 | 11:35 WIB
Sri Mulyani "Buka Kartu" Strategi AS di Forum G20, Indonesia Mantapkan Posisi dalam Negosiasi Tarif
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) menyampaikan paparan didampoingi Mendiktisaintek Brian Yuliarto (kiri) dan Sekjen Kemendiktisaintek Togar Mangihut Simatupang (kanan) saat konferensi pers tentang tunjangan kinerja pegawai di lingkungan Kemendiktisaintek di Jakarta, Selasa (15/4/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/YU]

Suara.com - Di tengah gelaran Forum G20 dan IMF Spring Meeting 2025 yang berlangsung di Washington DC, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati memanfaatkan momentum penting ini untuk memperkuat posisi Indonesia dalam negosiasi tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS).

Pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menjadi sorotan utama, di mana kedua belah pihak tidak hanya membahas hubungan bilateral, tetapi juga mengupas tuntas arah kebijakan global AS melalui perannya di lembaga-lembaga multilateral.

"Seperti yang disampaikan oleh Pak Scott Bessent, menyampaikan bahwa posisi Amerika Serikat tetap akan menjadi anggota dan sekaligus memimpin lembaga-lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia, yang juga menjadi ajang bagi pelaksanaan berbagai agenda nasionalnya Amerika Serikat melalui lembaga-lembaga tersebut," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers Perkembangan Lanjutan Negosiasi Dagang Indonesia-Amerika Serikat, yang dikutip dari Antara, Jumat (25/4/2025).

Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa AS akan terus memainkan peran dominan dalam membentuk kebijakan ekonomi global, dan dampaknya terhadap struktur perdagangan dan kerja sama internasional, termasuk dengan Indonesia, menjadi krusial untuk dicermati.

Sri Mulyani memahami bahwa memahami sudut pandang AS, terutama dalam konteks dorongan tatanan perdagangan baru yang lebih resiprokal atau saling menguntungkan, adalah kunci keberhasilan negosiasi.

Dalam upaya memperkuat posisi tawar Indonesia, Sri Mulyani menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pendekatan diplomasi ekonomi melalui berbagai jalur. Tidak hanya melalui Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), tetapi juga melalui Kementerian Perdagangan AS, hingga Departemen Keuangan AS. Langkah ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam membangun dialog konstruktif dan mencari solusi yang saling menguntungkan.

"Di dalam konteks ini tentu kita juga harus terus mempelajari perkembangan ini (AS), karena di dalam pembahasan kami (negosiasi), Amerika juga menyoroti mengenai hubungan Amerika dengan China yang merupakan salah satu hal, yang tentu akan berpengaruh terhadap Indonesia maupun seluruh kawasan ekonomi di dunia," jelas Sri Mulyani, menyoroti kompleksitas dinamika geopolitik yang turut mewarnai negosiasi perdagangan ini.

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengungkapkan kabar menggembirakan bahwa proposal yang disampaikan oleh tim delegasi Indonesia mendapat pengakuan sebagai salah satu yang paling komprehensif dan visioner. Pemerintah AS memberikan apresiasi terhadap respons aktif Indonesia dalam membuka ruang dialog dan mendorong reformasi struktural dalam negeri.

"Dengan bekal komunikasi awal, yang tadi Indonesia among the first timer, the first mover, itu dianggap akan memberikan advantage atau keuntungan dalam posisi Indonesia di dalam proses perundingan ini. Feedback yang positif ini tentu akan dijadikan bekal bagi kita untuk terus melakukan pembahasan di level teknis, dengan tentu pada akhirnya diharapkan akan terjadi sebuah agreement," tutur Sri Mulyani, menunjukkan optimisme terhadap hasil negosiasi.

baca juga

Langkah konkret pun diambil dengan penandatanganan perjanjian non-disclosure (NDA) dengan USTR pada 23 April 2025. Proses ini menandai masuknya Indonesia ke fase awal negosiasi tarif, menjadikannya salah satu dari 20 negara pertama yang masuk ke tahap tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menambahkan bahwa pemerintah menargetkan negosiasi teknis dapat diselesaikan dalam waktu 60 hari ke depan. "Kami mengharapkan detail pembahasan dan negosiasi teknis dapat diselesaikan dalam 60 hari," tegas Airlangga, mengisyaratkan urgensi dan intensitas negosiasi yang akan berlangsung.

Pertemuan Sri Mulyani dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dan langkah-langkah strategis yang diambil oleh pemerintah Indonesia di Washington DC, menunjukkan keseriusan dan komitmen kuat dalam menjaga kepentingan nasional di tengah dinamika perdagangan global yang penuh tantangan. Dengan diplomasi ekonomi yang komprehensif, proposal yang visioner, dan target negosiasi yang jelas, Indonesia optimis dapat mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dengan AS dan memperkuat posisinya di panggung perdagangan internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ConocoPhillips Mulai PHK Karyawan Imbas Harga Minyak Turun

ConocoPhillips Mulai PHK Karyawan Imbas Harga Minyak Turun

Bisnis | Jum'at, 25 April 2025 | 07:19 WIB

Sri Mulyani Bocorkan 5 Kesepakatan RI-AS Untuk Batalkan Tarif Trump

Sri Mulyani Bocorkan 5 Kesepakatan RI-AS Untuk Batalkan Tarif Trump

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 15:48 WIB

Sri Mulyani Sebut Rupiah Tahan Banting

Sri Mulyani Sebut Rupiah Tahan Banting

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 15:06 WIB

Terkini

Skandal KUR Fiktif BNI Rp41 M, Kepala Cabang Iming-imingi Petani Dapat Bansos Agar Serahkan KTP-KK

Skandal KUR Fiktif BNI Rp41 M, Kepala Cabang Iming-imingi Petani Dapat Bansos Agar Serahkan KTP-KK

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 15:03 WIB

Demi Rogoh Dividen EXCL, Emiten Sinarmas DSSA Akuisi Saham Pengendalinya Rp4 Triliun

Demi Rogoh Dividen EXCL, Emiten Sinarmas DSSA Akuisi Saham Pengendalinya Rp4 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:56 WIB

Manajer Kopdes Merah Putih Ini Ungkap Sulit Saingi Indomaret, Pendapatan Kalah dari Warung Madura

Manajer Kopdes Merah Putih Ini Ungkap Sulit Saingi Indomaret, Pendapatan Kalah dari Warung Madura

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:37 WIB

Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini

Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:35 WIB

BPJS Kesehatan Perluas Akses JKN di Wilayah 3T melalui Viola dan BPJS Keliling

BPJS Kesehatan Perluas Akses JKN di Wilayah 3T melalui Viola dan BPJS Keliling

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:28 WIB

Kopdes Merah Putih Melawai Baru Raup Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Pengurus Belum Digaji

Kopdes Merah Putih Melawai Baru Raup Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Pengurus Belum Digaji

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:21 WIB

Prabowo Mau 800 BUMN Ditutup Tahun 2026, Bagaimana Nasib Asetnya?

Prabowo Mau 800 BUMN Ditutup Tahun 2026, Bagaimana Nasib Asetnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:17 WIB

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:41 WIB

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:27 WIB

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:22 WIB

×