Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Bahlil: Putusan Tambahan LPG Hingga BBM dari AS Belum Final

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 02 Mei 2025 | 14:10 WIB
Bahlil: Putusan Tambahan LPG Hingga BBM dari AS Belum Final
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana peningkatan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG), minyak mentah, dan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Amerika Serikat (AS) masih dalam tahap negosiasi antara tim Indonesia dan Pemerintah AS.

Pernyataan ini disampaikan Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat (2/5/2025).

"Kami sampai dengan sekarang belum melakukan eskalasi terhadap impor tambahan," tegas Menteri Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa implementasi rencana peningkatan impor sejumlah komoditas energi dari Negeri Paman Sam tersebut sangat bergantung pada hasil negosiasi yang saat ini tengah berlangsung. Tim negosiasi dari pemerintah Indonesia saat ini berada di Amerika Serikat untuk melakukan pembahasan intensif dengan pihak terkait di pemerintahan AS.

Bahlil juga menyinggung bahwa dirinya telah melakukan diskusi awal mengenai isu peningkatan impor ini dengan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Namun, pembicaraan tersebut belum menghasilkan kesepakatan konkret mengenai poin-poin yang akan menjadi fokus dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.

"Sampai dengan sekarang, tim negosiasi dengan pemerintah Amerika lagi berjalan. Belum ada satu keputusan yang pasti," ulangnya, menekankan bahwa proses negosiasi masih memerlukan waktu dan pembahasan lebih lanjut.

Rencana pemerintah Indonesia untuk meningkatkan impor komoditas energi dari Amerika Serikat merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menyeimbangkan neraca perdagangan antara kedua negara. Menteri Bahlil sebelumnya menjelaskan bahwa meskipun data Badan Pusat Statistik (BPS) RI menunjukkan surplus neraca dagang Indonesia sebesar 14,5 miliar dolar AS, angka yang tercatat di pihak AS justru lebih tinggi. Hal ini mengindikasikan adanya ketidaksesuaian data dan menjadi salah satu pendorong pemerintah untuk mencari cara menyeimbangkan arus perdagangan.

Salah satu langkah konkret yang dipertimbangkan adalah mengalihkan sumber impor LPG, minyak mentah (crude oil), dan BBM secara langsung dari Amerika Serikat dengan nilai potensi transaksi yang diperkirakan melebihi 10 miliar dolar AS. Langkah ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi ketidakseimbangan neraca perdagangan yang tercatat oleh AS.

Secara lebih rinci, rencana peningkatan impor ini mencakup perubahan signifikan dalam komposisi sumber impor energi Indonesia. Untuk LPG, pemerintah berencana meningkatkan porsi impor dari AS yang saat ini berada di kisaran 54 persen menjadi antara 65 hingga 80 persen. Peningkatan ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjadikan AS sebagai salah satu pemasok utama LPG bagi Indonesia.

Sementara itu, impor minyak mentah (crude oil) dari AS yang saat ini masih sangat rendah, di bawah 4 persen dari total impor, ditargetkan untuk ditingkatkan secara drastis menjadi lebih dari 40 persen. Langkah ini akan membawa perubahan besar dalam diversifikasi sumber impor minyak mentah Indonesia, yang selama ini mungkin lebih bergantung pada negara-negara di kawasan Timur Tengah atau Afrika.

Untuk komoditas BBM, Menteri Bahlil menyatakan bahwa pemerintah masih menunggu hasil pembahasan teknis yang sedang dilakukan oleh tim dari Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero). Pembahasan ini kemungkinan akan mencakup jenis BBM yang akan diimpor, volume yang dibutuhkan, serta aspek teknis terkait logistik dan infrastruktur penerimaan BBM dari AS.

Dalam kesempatan sebelumnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (17/4/2025), Menteri Bahlil telah menegaskan bahwa rencana peningkatan impor ini bukanlah merupakan penambahan kuota impor secara nasional. Melainkan, langkah ini lebih bersifat pengalihan sumber pembelian dari negara-negara lain ke Amerika Serikat. Dengan kata lain, total volume impor energi Indonesia diperkirakan tidak akan bertambah secara signifikan, namun komposisi negara pemasok akan mengalami perubahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Merosot, Pengangguran Bertambah 241 Ribu di Amerika

Ekonomi Merosot, Pengangguran Bertambah 241 Ribu di Amerika

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 07:39 WIB

Blak-blakan Bahlil Sebut Golkar Siap Dukung Prabowo 2 Periode: Kami Jaga Kapan Pun, di Mana Pun

Blak-blakan Bahlil Sebut Golkar Siap Dukung Prabowo 2 Periode: Kami Jaga Kapan Pun, di Mana Pun

News | Jum'at, 02 Mei 2025 | 06:41 WIB

Ketum Golkar Bahlil Minta AMPI Serius Gaet Pemilih Muda: Goes to School, Campus, dan Pesantren

Ketum Golkar Bahlil Minta AMPI Serius Gaet Pemilih Muda: Goes to School, Campus, dan Pesantren

News | Jum'at, 02 Mei 2025 | 05:54 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB