Ini Alasan Masyarakat Pilih Gunakan Pinjol untuk Dapatkan Uang

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Minggu, 04 Mei 2025 | 06:08 WIB
Ini Alasan Masyarakat Pilih Gunakan Pinjol untuk Dapatkan Uang
Ini alasan masyarakat gunakan pinjol untuk uang

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan literasi edukasi mengenai sektor jasa keuangan. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak terjebak dari investasi bodong, pinjaman online (pinjol) tidak resmi hingga judi online.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Frederica Widyasari Dewi mengatakan banyak pinjol ilegal yang meresahkan masyarakat Indonesia. Apalagi, bunga pinjol dan proses penagihan tidak sesuai dengan aturan OJK.

"Nah yang banyak menyesarakan itu adalah yang ilegal. Karena dengan mereka ilegal, tidak di bawah pengawasan OJK tidak mematuhi peraturan OJK, mereka mengenakan bunga yang semaunya mereka, bunga berbunganya semua mereka, mudah penagihan yang semaunya mereka yang mempermalukan, yang menyusahkan yang sampai banyak orang akhirnya frustasi," kata Frederica di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (2/5/2025)

Dia mengatakan banyak juga yang menggunakan pinjol legal. Hal ini dikarenakan penawaran pinjol ilegal ini bikin masyarakat tergiur untuk menggunakannya.

" Walaupun itu sudah diawasi tetapi kalau penggunaannya tidak bijaksama misalnya untuk konsumtif, kemarin ada data terbaru juga misalnya segmen apa sih yang banyak menggunakan Pindar ini," katanya.

Dia menambahkan bahwa yang menjadi masalah ada sifat konsumtif masyarakat membuat mereka memilih menggunakan pinjol. Apalagi, pinjaman yang dipilih ini ternyata tidak sesuai dengan limit keuangan yang dimiliki masyarakat membuat utang meningkat.

"Tapi kebanyakan adalah yang kemudian menjadi masalah walaupun mereka sudah pakai Pindar yang  legal yang di AOC-OJK, tetapi penggunanya tidak bijaksama akhirnya menjadikan orang over-indebtness. Over-indebtness itu bahasa keren, bahasa sebenarnya itu adalah kebanyakan utang," jelasnya.

Menurut, penggunaan pinjol yang tidak bijak juga dialami oleh beberapa negara. Apalagi, kecanggihan teknologi membuat masyarakt mudah mendapatkan uang dari pinjaman secara cepat.

"Over-indebtness yang menjadi problem masyarakat di berbagai negara. Jadi tidak cuma di Indonesia saja, kalau kita para regulator itu bertemu yang menjadi permasalahan utama masyarakat kita terkait keuangan itu adalah over-indebtness. Jadi memang banyak orang karena akses kepada keuangan itu semakin mudah," tandasnya.

baca juga

Sementara itu, OJK dan Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan hasil Survei Nasional Literasidan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang menunjukkan kenaikanindeks literasi keuangan mencapai 66,46 persen dan indeks inklusikeuangan 80,51 persen. 

Hasil SNLIK 2025 ini meningkat dibandingSNLIK 2024 yang menunjukkan indeks literasi keuangan 65,43 persen dan indeks inklusi keuangan 75,02 persen.

OJK dan BPS kembali menyelenggarakan Survei Nasional Literasidan Inklusi Keuangan (SNLIK) untuk mengukur indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia sebagai landasan program peningkatan literasi dan inklusi keuangan ke depan. SNLIK Tahun 2025 merupakan hasil kerja sama antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk yang kedua kali, setelah SNLIK Tahun 2024.

Kerja sama dimaksud untuk mendapatkan gambaran kondisi literasidan inklusi keuangan Indonesia dari dua sudut pandang yaitudengan mempertimbangkan evaluasi pada pelaksanaan SNLIK sebelumnya dan kebutuhan data pemerintah melalui Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) yang lebih komprehensif.

Penghitungan SNLIK Tahun 2025 dilakukan menggunakan dua metode. Metode pertama, disebut sebagai Metode Keberlanjutan, adalah metode perhitungan yang dilakukan dengan cakupansembilan sektor jasa keuangan (Perbankan, Pasar Modal, Perasuransian, Lembaga Pembiayaan, Dana Pensiun, Pergadaian, Lembaga Keuangan Mikro, Fintech Lending (Pindar), PT Permodalan Nasional Madani) dan Penyelenggara SistemPembayaran (PSP) sebagaimana cakupan pada SNLIK Tahun 2024 sehingga dapat digunakan sebagai alat ukur keberhasilan program literasi dan inklusi keuangan OJK. 

Sementara itu, metode kedua, disebut sebagai Metode CakupanDNKI, adalah metode penghitungan yang memperluas cakupansektor keuangan dengan penambahan Badan PenyelenggaraJaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan sertaLembaga Jasa Keuangan Lain (Koperasi Simpan Pinjam(KSP)/Penyelenggara Perdagangan Aset Kripto/PT Pos Indonesia/Lembaga Penjaminan/dan lain-lain).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%

Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:27 WIB

BEI Bakal Dimiliki Pemerintah dan Swasta, Bagaimana Nasib Independensi Bursa?

BEI Bakal Dimiliki Pemerintah dan Swasta, Bagaimana Nasib Independensi Bursa?

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Suahasil Klaim Indonesia Punya Kekayaan Alam yang Tak Dimiliki Negara Lain, Dari Hutan hingga Laut

Suahasil Klaim Indonesia Punya Kekayaan Alam yang Tak Dimiliki Negara Lain, Dari Hutan hingga Laut

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:54 WIB

Gegara Karhutla hingga Banjir Sumatra, Suahasil Tambah Anggaran TKD 2026 Jadi Rp 720 T

Gegara Karhutla hingga Banjir Sumatra, Suahasil Tambah Anggaran TKD 2026 Jadi Rp 720 T

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:28 WIB

What's Keeping You Broke: Kebocoran Finansial yang Sering Tidak Disadari

What's Keeping You Broke: Kebocoran Finansial yang Sering Tidak Disadari

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Biaya Hidup Meningkat, 66 Persen Masyarakat RI Mulai Siapkan Masa Depan Finansial

Biaya Hidup Meningkat, 66 Persen Masyarakat RI Mulai Siapkan Masa Depan Finansial

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Laba SIG Meroket 471 Persen, Tata Kelola Perusahaan Terus Dipacu

Laba SIG Meroket 471 Persen, Tata Kelola Perusahaan Terus Dipacu

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Permata Bank Raih Laba Bersih Rp2,6 Triliun hingga Kuartal III 2026

Permata Bank Raih Laba Bersih Rp2,6 Triliun hingga Kuartal III 2026

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:27 WIB

Suahasil Siapkan Insentif Rp 1 Triliun ke Pemda Jika Kinerja Memuaskan

Suahasil Siapkan Insentif Rp 1 Triliun ke Pemda Jika Kinerja Memuaskan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:55 WIB

702 Ribu Rekening Diblokir Terkait Penipuan, Dana Rp825,2 Miliar Berhasil Diamankan

702 Ribu Rekening Diblokir Terkait Penipuan, Dana Rp825,2 Miliar Berhasil Diamankan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:09 WIB

Terkini

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Pertamina Ajak Anak Muda Jadi Penggerak Inovasi Indonesia di Momentum Sumpah Pemuda

Pertamina Ajak Anak Muda Jadi Penggerak Inovasi Indonesia di Momentum Sumpah Pemuda

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:37 WIB

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27 WIB

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap

Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi

Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya

Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:19 WIB

×