Industri Tekstil Berdarah-darah, Bank Diminta Hati-hati Beri Kredit

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 02 Mei 2025 | 12:46 WIB
Industri Tekstil Berdarah-darah, Bank Diminta Hati-hati Beri Kredit
Pengunjung melihat pameran industri tekstil di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (17/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penekanan kepada industri perbankan untuk senantiasa mengedepankan manajemen risiko yang baik dan terukur, serta memegang teguh prinsip kehati-hatian (prudent) dalam menyalurkan kredit kepada sektor Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT).

Meskipun industri ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang menjanjikan, kewaspadaan tetap menjadi kunci dalam menjaga kualitas aset perbankan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan data terkini mengenai penyaluran kredit perbankan ke industri pengolahan TPT, yang meliputi tekstil, pakaian jadi, kulit, dan alas kaki.

"Berdasarkan catatan OJK, posisi Februari 2025 menunjukkan angka sebesar Rp103.549,1 miliar. Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 0,19 persen secara year on year (yoy) jika dibandingkan dengan posisi Februari 2024," kata Dian dikutip Antara, Jumat (2/5/2025).

Lebih lanjut, Dian merinci bahwa pertumbuhan kredit pada subsektor pengolahan kulit dan alas kaki menunjukkan tren yang menggembirakan, dengan masing-masing mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, yaitu sebesar 14,14 persen yoy dan 3,54 persen yoy. Hal ini mengindikasikan adanya geliat aktivitas ekonomi yang positif pada kedua subsektor tersebut.

Kendati demikian, OJK tidak mengendurkan kewaspadaan terhadap potensi risiko kredit di sektor TPT secara keseluruhan. Dian mengungkapkan bahwa industri perbankan telah mengambil langkah-langkah mitigasi risiko yang diperlukan untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit di sektor ini. Salah satu langkah strategis yang telah diimplementasikan adalah pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) atas kredit bermasalah di sektor tekstil. Tingkat coverage CKPN yang mencapai 80-90 persen dari total kredit bermasalah menunjukkan keseriusan perbankan dalam mengelola potensi risiko kerugian.

Di sisi lain, Dian juga memberikan pandangannya mengenai prospek industri TPT di Indonesia yang dinilai masih cukup menjanjikan. Keyakinan ini didasarkan pada peningkatan realisasi investasi di sektor TPT yang mencapai angka Rp39,21 triliun pada tahun 2024. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 31,1 persen dibandingkan dengan realisasi investasi pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp29,92 triliun.

Tren positif ini berlanjut hingga kuartal pertama tahun 2025. Dian mengungkapkan bahwa sebanyak empat perusahaan di sektor tekstil dan pakaian jadi telah berhasil mengantongi Surat Keterangan Usaha (SKU) dengan total nilai investasi yang mencapai Rp304,43 miliar. Hal ini mengindikasikan adanya minat dan kepercayaan investor terhadap potensi pertumbuhan industri TPT di Indonesia.

Lebih jauh lagi, industri TPT memiliki peran yang sangat signifikan dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Sektor ini mampu menyerap sebanyak 3,87 juta tenaga kerja, yang setara dengan 20,51 persen dari total serapan tenaga kerja di sektor manufaktur. Angka ini menegaskan bahwa industri TPT merupakan salah satu sektor padat karya yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

baca juga

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga memberikan indikasi positif terkait kinerja ekspor sektor TPT. Tercatat bahwa ekspor TPT mencapai 1,02 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada Februari 2025, mengalami kenaikan sebesar 1,41 persen secara bulanan. Capaian ini menunjukkan bahwa produk TPT Indonesia masih memiliki daya saing di pasar global.

OJK menilai bahwa industri TPT, termasuk subsektor kulit dan alas kaki, memiliki peran krusial sebagai penopang ekonomi nasional. Selain kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi, sektor ini juga menjadi salah satu yang terbesar dalam menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu, keberlangsungan dan perkembangan industri TPT memiliki implikasi yang luas bagi perekonomian dan sosial di Indonesia.

Dalam konteks ini, Dian menekankan pentingnya dukungan regulasi pemerintah terkait kebijakan perdagangan (trade policy), kebijakan industri (industrial policy), dan kebijakan investasi (investment policy) untuk mengatasi berbagai disrupsi yang dihadapi industri TPT. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain adalah tingginya biaya produksi dan maraknya impor tekstil ilegal. Permasalahan-permasalahan ini pada akhirnya dapat meningkatkan risiko kredit bagi industri perbankan yang menyalurkan pembiayaan kepada sektor TPT.

Menutup keterangannya, Dian Ediana Rae menyampaikan, "Seiring dengan kondisi dinamika dan tantangan perekonomian nasional dan global saat ini serta masih berlangsungnya pertumbuhan pada industri TPT tersebut, dukungan stakeholders termasuk sinergi dengan perbankan akan mendukung pengembangan industri TPT yang merupakan salah satu penopang dalam pertumbuhan ekonomi nasional, dengan tetap mengedepankan manajemen risiko yang baik dan terukur serta prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit." katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hardiknas, BRI Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan Indonesia Melalui BRI Peduli Ini Sekolahku

Hardiknas, BRI Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan Indonesia Melalui BRI Peduli Ini Sekolahku

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 12:08 WIB

Bos Besar HSBC Resign, Segini Dana Pensiun yang Didapatkan Mark Tucker

Bos Besar HSBC Resign, Segini Dana Pensiun yang Didapatkan Mark Tucker

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 07:38 WIB

OJK Dorong Bank DKI Segera IPO, Ini Alasannya

OJK Dorong Bank DKI Segera IPO, Ini Alasannya

Bisnis | Kamis, 01 Mei 2025 | 19:00 WIB

Terkini

Antrean Panjang BBM Masih Terjadi di Riau, Pertamina Jelaskan Alasannya

Antrean Panjang BBM Masih Terjadi di Riau, Pertamina Jelaskan Alasannya

Riau | Selasa, 08 September 2026 | 14:26 WIB

Patah: Ketika Kenangan Menjadi Rumah bagi Hati yang Belum Sembuh

Patah: Ketika Kenangan Menjadi Rumah bagi Hati yang Belum Sembuh

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 14:25 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ancam Kesehatan, Legislator PDIP Desak Pemerintah Perkuat Mitigasi

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ancam Kesehatan, Legislator PDIP Desak Pemerintah Perkuat Mitigasi

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:23 WIB

Aktivitas Vulkanik Anak Krakatau, Kedutaan AS Ingatkan Warganya untuk Waspada

Aktivitas Vulkanik Anak Krakatau, Kedutaan AS Ingatkan Warganya untuk Waspada

Video | Selasa, 08 September 2026 | 14:22 WIB

Tak Ikut-ikutan Malang, Pemda DIY Pilih Evaluasi MBG Meski 70 Orang Keracunan

Tak Ikut-ikutan Malang, Pemda DIY Pilih Evaluasi MBG Meski 70 Orang Keracunan

Jogja | Selasa, 08 September 2026 | 14:18 WIB

7 Cara Memilih Pembersih Udara yang Efektif untuk Kamar Tidur

7 Cara Memilih Pembersih Udara yang Efektif untuk Kamar Tidur

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 14:17 WIB

Jangan Harap Punya Pemimpin Berkualitas Jika Warganya Buta Politik

Jangan Harap Punya Pemimpin Berkualitas Jika Warganya Buta Politik

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 14:15 WIB

Puan Maharani Soal Wacana Penggabungan Badan Geologi dan BMKG: Harus Dikaji Dulu, Tugasnya Beda

Puan Maharani Soal Wacana Penggabungan Badan Geologi dan BMKG: Harus Dikaji Dulu, Tugasnya Beda

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:14 WIB

Pakai Cara Mirip di Indonesia, Malaysia Diguncang Ujaran Kebencian kepada Etnis Rohingya

Pakai Cara Mirip di Indonesia, Malaysia Diguncang Ujaran Kebencian kepada Etnis Rohingya

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:14 WIB

Menara Eiffel Ditutup, Buntut Pekerja Wanita Diskriminasi saat Kunjungan Umat Keagamaan

Menara Eiffel Ditutup, Buntut Pekerja Wanita Diskriminasi saat Kunjungan Umat Keagamaan

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:13 WIB

×