Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Industri Tekstil Berdarah-darah, Bank Diminta Hati-hati Beri Kredit

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 02 Mei 2025 | 12:46 WIB
Industri Tekstil Berdarah-darah, Bank Diminta Hati-hati Beri Kredit
Pengunjung melihat pameran industri tekstil di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (17/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penekanan kepada industri perbankan untuk senantiasa mengedepankan manajemen risiko yang baik dan terukur, serta memegang teguh prinsip kehati-hatian (prudent) dalam menyalurkan kredit kepada sektor Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT).

Meskipun industri ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang menjanjikan, kewaspadaan tetap menjadi kunci dalam menjaga kualitas aset perbankan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan data terkini mengenai penyaluran kredit perbankan ke industri pengolahan TPT, yang meliputi tekstil, pakaian jadi, kulit, dan alas kaki.

"Berdasarkan catatan OJK, posisi Februari 2025 menunjukkan angka sebesar Rp103.549,1 miliar. Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 0,19 persen secara year on year (yoy) jika dibandingkan dengan posisi Februari 2024," kata Dian dikutip Antara, Jumat (2/5/2025).

Lebih lanjut, Dian merinci bahwa pertumbuhan kredit pada subsektor pengolahan kulit dan alas kaki menunjukkan tren yang menggembirakan, dengan masing-masing mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, yaitu sebesar 14,14 persen yoy dan 3,54 persen yoy. Hal ini mengindikasikan adanya geliat aktivitas ekonomi yang positif pada kedua subsektor tersebut.

Kendati demikian, OJK tidak mengendurkan kewaspadaan terhadap potensi risiko kredit di sektor TPT secara keseluruhan. Dian mengungkapkan bahwa industri perbankan telah mengambil langkah-langkah mitigasi risiko yang diperlukan untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit di sektor ini. Salah satu langkah strategis yang telah diimplementasikan adalah pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) atas kredit bermasalah di sektor tekstil. Tingkat coverage CKPN yang mencapai 80-90 persen dari total kredit bermasalah menunjukkan keseriusan perbankan dalam mengelola potensi risiko kerugian.

Di sisi lain, Dian juga memberikan pandangannya mengenai prospek industri TPT di Indonesia yang dinilai masih cukup menjanjikan. Keyakinan ini didasarkan pada peningkatan realisasi investasi di sektor TPT yang mencapai angka Rp39,21 triliun pada tahun 2024. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 31,1 persen dibandingkan dengan realisasi investasi pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp29,92 triliun.

Tren positif ini berlanjut hingga kuartal pertama tahun 2025. Dian mengungkapkan bahwa sebanyak empat perusahaan di sektor tekstil dan pakaian jadi telah berhasil mengantongi Surat Keterangan Usaha (SKU) dengan total nilai investasi yang mencapai Rp304,43 miliar. Hal ini mengindikasikan adanya minat dan kepercayaan investor terhadap potensi pertumbuhan industri TPT di Indonesia.

Lebih jauh lagi, industri TPT memiliki peran yang sangat signifikan dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Sektor ini mampu menyerap sebanyak 3,87 juta tenaga kerja, yang setara dengan 20,51 persen dari total serapan tenaga kerja di sektor manufaktur. Angka ini menegaskan bahwa industri TPT merupakan salah satu sektor padat karya yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga memberikan indikasi positif terkait kinerja ekspor sektor TPT. Tercatat bahwa ekspor TPT mencapai 1,02 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada Februari 2025, mengalami kenaikan sebesar 1,41 persen secara bulanan. Capaian ini menunjukkan bahwa produk TPT Indonesia masih memiliki daya saing di pasar global.

OJK menilai bahwa industri TPT, termasuk subsektor kulit dan alas kaki, memiliki peran krusial sebagai penopang ekonomi nasional. Selain kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi, sektor ini juga menjadi salah satu yang terbesar dalam menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu, keberlangsungan dan perkembangan industri TPT memiliki implikasi yang luas bagi perekonomian dan sosial di Indonesia.

Dalam konteks ini, Dian menekankan pentingnya dukungan regulasi pemerintah terkait kebijakan perdagangan (trade policy), kebijakan industri (industrial policy), dan kebijakan investasi (investment policy) untuk mengatasi berbagai disrupsi yang dihadapi industri TPT. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain adalah tingginya biaya produksi dan maraknya impor tekstil ilegal. Permasalahan-permasalahan ini pada akhirnya dapat meningkatkan risiko kredit bagi industri perbankan yang menyalurkan pembiayaan kepada sektor TPT.

Menutup keterangannya, Dian Ediana Rae menyampaikan, "Seiring dengan kondisi dinamika dan tantangan perekonomian nasional dan global saat ini serta masih berlangsungnya pertumbuhan pada industri TPT tersebut, dukungan stakeholders termasuk sinergi dengan perbankan akan mendukung pengembangan industri TPT yang merupakan salah satu penopang dalam pertumbuhan ekonomi nasional, dengan tetap mengedepankan manajemen risiko yang baik dan terukur serta prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit." katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hardiknas, BRI Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan Indonesia Melalui BRI Peduli Ini Sekolahku

Hardiknas, BRI Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan Indonesia Melalui BRI Peduli Ini Sekolahku

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 12:08 WIB

Bos Besar HSBC Resign, Segini Dana Pensiun yang Didapatkan Mark Tucker

Bos Besar HSBC Resign, Segini Dana Pensiun yang Didapatkan Mark Tucker

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 07:38 WIB

OJK Dorong Bank DKI Segera IPO, Ini Alasannya

OJK Dorong Bank DKI Segera IPO, Ini Alasannya

Bisnis | Kamis, 01 Mei 2025 | 19:00 WIB

Terkini

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:04 WIB

ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana

ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:57 WIB

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:51 WIB

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:31 WIB

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:22 WIB

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:01 WIB

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52 WIB

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:48 WIB

Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026

Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:27 WIB