Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

UMKM Kini Bisa Jalankan Bisnis Dengan Sistem Kerja Serba Digital

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 05 Mei 2025 | 12:26 WIB
UMKM Kini Bisa Jalankan Bisnis Dengan Sistem Kerja Serba Digital
Ilustrasi Digitalisasi. [Pixabay]

Suara.com - Kabar gembira datang dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia. Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) melaporkan bahwa hingga akhir tahun 2024, jumlah UMKM di Tanah Air telah mencapai angka fantastis 64,2 juta unit.

Kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional pun tak main-main, mencapai 61,07 persen atau setara dengan Rp 8.573,89 triliun. Namun, pencapaian gemilang ini membutuhkan fondasi operasional yang kuat dan efisien, dan kini hadir Kolabo, aplikasi karya anak bangsa yang siap menjadi solusi terintegrasi bagi jutaan pelaku UMKM.

Dikembangkan oleh PT Langit Anantara Kreasi, Kolabo hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pengelolaan bisnis yang semakin kompleks, tak hanya bagi UMKM yang baru merintis, namun juga bagi perusahaan besar yang mendambakan sistem kerja modern dan terkonsolidasi. Aplikasi ini dirancang untuk mendigitalisasi berbagai aspek operasional bisnis, memungkinkan alur kerja yang efisien dan real-time.

Aldy Putra Dwitama, CEO PT Langit Anantara Kreasi, dengan antusias menjelaskan visi di balik pengembangan Kolabo mengatakan bahwa banyak perangkat bisnis hadir hanya untuk perusahaan besar, sedangkan UMKM sering kesulitan mengakses sistem manajemen yang terjangkau dan mudah digunakan.

"Kolabo hadir untuk meruntuhkan batas itu. Kami percaya setiap bisnis, kecil atau besar, pantas mendapatkan akses ke teknologi yang efisien. Kami ingin membantu pelaku usaha untuk mengelola urusan teknis sehingga mereka bisa lebih fokus pada pertumbuhan bisnis. Kolabo juga bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menjembatani UMKM dalam memasuki era digitalisasi,” ujarnya dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (5/5/2025).

Kolabo mengklaim diri sebagai aplikasi buatan anak bangsa pertama di Indonesia yang menawarkan solusi selengkap ini dalam satu platform. Bayangkan, pemilik usaha kini dapat memantau kinerja karyawan, mengelola keuangan secara akurat, mengatur komunikasi tim dengan lancar, hingga mengawasi perkembangan proyek—semuanya dalam satu genggaman. Penggabungan berbagai sistem krusial ini menjadikan Kolabo sebagai pilihan menarik dan praktis bagi para pelaku bisnis yang ingin bekerja lebih cerdas, lebih cepat, dan tentunya lebih aman.

Keunggulan Kolabo tak hanya terletak pada integrasinya, namun juga pada kemudahan penggunaan, keterjangkauan, dan fleksibilitasnya. Aplikasi ini bahkan dilengkapi dengan berbagai fitur canggih yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi penting perusahaan.

Semangat inklusi digital menjadi landasan utama pengembangan Kolabo. PT Langit Anantara Kreasi berkomitmen untuk menghadirkan fitur-fitur setara platform enterprise namun dengan biaya yang sangat kompetitif, terutama bagi UMKM yang sedang dalam fase pertumbuhan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong adopsi teknologi secara merata di kalangan pelaku usaha, tanpa harus terbebani anggaran yang besar.

Berdasarkan data Program UMKM Go Digital yang diluncurkan oleh pemerintah Indonesia telah memberikan hasil yang mengesankan dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah UMKM yang beralih ke digitalisasi terus melebihi target dan secara konsisten meningkat dari tahun 2020 hingga 2023. Program ini tidak hanya mempercepat kemajuan usaha para pelaku UMKM, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital secara keseluruhan di Indonesia.

baca juga

Pada tahun 2020, jumlah UMKM yang terdigitalisasi mencapai 12 juta, melampaui target yang ditetapkan sebesar 10 juta UMKM. Tren positif ini terus berlanjut hingga tahun 2023 dengan semakin banyak UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital dan melebihi target. Program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) pada tahun 2020 berhasil meningkatkan proporsi UMKM yang terdigitalisasi dari 14% menjadi 25%.

Dengan hadirnya Kolabo, diharapkan para pelaku UMKM di seluruh Indonesia dapat mengoptimalkan operasional bisnis mereka, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya berkontribusi lebih besar lagi terhadap perekonomian nasional. Aplikasi ini bukan hanya sekadar alat bantu, namun juga mitra strategis bagi UMKM dalam memasuki era digital dan meraih kesuksesan yang lebih gemilang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Q1 2025, Lebih dari 3 Juta Ancaman Siber Menargetkan Pengguna di Indonesia

Q1 2025, Lebih dari 3 Juta Ancaman Siber Menargetkan Pengguna di Indonesia

Tekno | Senin, 05 Mei 2025 | 12:19 WIB

8 Aplikasi Penghasil Uang Jadi Saldo DANA dan Cara Mendapatkannya

8 Aplikasi Penghasil Uang Jadi Saldo DANA dan Cara Mendapatkannya

Tekno | Senin, 05 Mei 2025 | 12:17 WIB

Aplikasi Penghasil Uang Cashzine Aman atau Tidak? Bisa Dapat Ratusan Ribu Tiap Hari

Aplikasi Penghasil Uang Cashzine Aman atau Tidak? Bisa Dapat Ratusan Ribu Tiap Hari

Tekno | Minggu, 04 Mei 2025 | 19:37 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB