Indonesia Buncit di Indeks Perdagangan Global, Peluang Emas di Era Prabowo?

Achmad Fauzi

Selasa, 06 Mei 2025 | 17:00 WIB
Indonesia Buncit di Indeks Perdagangan Global, Peluang Emas di Era Prabowo?
Ilustrasi aktivitas perdagangan. [ANTARA]

Suara.com - Center for Market Education (CME) bekerja sama dengan Tholos Foundation mengeluarkan indeks perdagangan atau Trade Barier Index (TBI) negara-negara seluruh dunia. TBI merupakan,indikator global yang menilai hambatan perdagangan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

TBI dikeluarkan dalam rangkaian Innovation Summit Southeast Asia (ISSA) 2025, sebuah konferensi internasional di mana Indonesia menjadi tuan rumahnya.

Konferensi ini bertujuan untuk menggugah kesadaran publik dan pembuat kebijakan mengenai pentingnya inovasi yang tidak hanya terbatas pada teknologi, tetapi juga meliputi produk, proses, dan kebijakan. Inovasi dalam ketiga dimensi ini dinilai sebagai motor penggerak utama untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Kendati demikian, dalam laporan TBI tersebut, Indonesia berada dalam posisi buncit alias terakhir diantara 122 negara.

Phillip Thompson dari Tholos Foundation mengungkapkan, posisi paling terakhir bukan berarti jelek. Akan tetapi, peluang untuk melakukan lompatan besar.

"Justru ini menunjukkan potensi luar biasa. Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, ada harapan besar untuk reformasi. Banyak perusahaan dari AS dan Eropa saat ini mencari alternatif rantai pasok di Asia. Jika Indonesia menerapkan reformasi berbasis akal sehat (common sense), negara ini bisa melompat ke era ekonomi baru," ujar Phillip di Jakarta, Selasa (6/5/2025).

Alih-alih terus melindungi industri lewat tarif dan pembatasan kandungan lokal, ISSA 2025 mendorong Indonesia untuk mengandalkan inovasi dan persaingan sehat. Datanya jelas. isolasi menghambat kemajuan, sementara keterbukaan memicu produktivitas dan ketahanan.

Peluncuran TBI 2025 juga mengangkat case study kontroversi pelarangan penjualan Apple iPhone 16 di Indonesia. Di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan akibat perang tarif, tentu muncul pertanyaan di masyarakat: apa yang harus dilakukan Indonesia?

Penelitian menyimpulkan bahwa proteksionisme justru menghambat kemajuan. Daya saing muncul dari keterbukaan dan inovasi, bukan isolasi.

baca juga

Selain membahas perdagangan dan kebijakan, ISSA 2025 juga menyoroti potensi besar inovasi di sektor-sektor tradisional seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan. Selama ini, sektor-sektor seperti pertanian, komoditas, dan sumber daya alam kerap dipandang miring.

Padahal, justru di sektor-sektor tradisional inilah peluang inovasi terbuka lebar,mulai dari sustainable farming, sistem logistik modern, hingga ekspor berbasis added-value.

Sektor-sektor ini menyumbang 12,61 persen dari PDB Indonesia pada 2024, dengan perkebunan memberikan kontribusi sebesar 4,17 persen. Industri tembakau juga memberikan sumbangan besar terhadap penerimaan negara, mencapai lebih dari Rp150 triliun per tahun.

"Pemerintah harus membiarkan sektor-sektor ini tumbuh secara organik, dengan insentif yang tepat dan iklim usaha yang sehat—tanpa intervensi berlebihan," kata Alfian Banjaransari, Country Manager CME.

Sektor energi terbarukan, perumahan, dan industri kreatif juga dibahas sebagai sektor masa depan yang potensial untuk didorong lewat kolaborasi antar sektor dan keterlibatan masyarakat.

Konferensi ini juga menyuarakan pentingnya institusi yang sehat dan mendukung kebebasan pasar, sejalan dengan pemikiran Daron Acemoglu, Simon Johnson, dan James Robinson, para penerima Nobel Ekonomi 2024. Mereka menekankan bahwa perlindungan hak milik dan pembatasan intervensi negara adalah prasyarat bagi lahirnya inovasi yang produktif dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengusaha Ritel Menjerit, Minta Prabowo Cabut Inpres Efisiensi Anggaran

Pengusaha Ritel Menjerit, Minta Prabowo Cabut Inpres Efisiensi Anggaran

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2025 | 15:44 WIB

Prabowo Keluarkan Perpres, Aturan TKDN Kini 25 Persen

Prabowo Keluarkan Perpres, Aturan TKDN Kini 25 Persen

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2025 | 12:56 WIB

Ekonomi Tahun Pertama Prabowo dengan Bayang-bayang Tarif Trump

Ekonomi Tahun Pertama Prabowo dengan Bayang-bayang Tarif Trump

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2025 | 11:55 WIB

Terkini

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Jatim | Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB

×