Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

UMKM Rempah-rempah RI Tembus Pasar Kanada

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 07 Mei 2025 | 08:15 WIB
UMKM Rempah-rempah RI Tembus Pasar Kanada
Ilustrasi rempah-rempah (pexels.com)

Suara.com - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo  mendorong kemandirian usaha mikro, kecil, dan menengah (UMK) dengan memfasilitasi partisipasi CV Agradaya Indonesia di ajang pameran Canadian Health Food Association (CHFA) Now 2025. 

Pameran bergengsi yang berlangsung di Vancouver Convention Centre West, Kanada, pada 26–27 April 2025 ini merupakan platform penting bagi para pelaku industri produk kesehatan alami, organik, serta gaya hidup sehat di Kanada.

CHFA Now menjadi magnet bagi ribuan pelaku industri dari berbagai penjuru dunia. Mulai dari produsen inovatif, distributor berskala besar, peritel terkemuka, hingga para profesional kesehatan berkumpul untuk menjalin relasi bisnis, bertukar informasi, dan memperkenalkan produk-produk unggulan mereka. Kehadiran Agradaya di tengah ramainya pameran ini menjadi bukti nyata dukungan Pelindo dalam membuka pintu pasar global bagi UMK Indonesia.

Agradaya Indonesia, sebagai salah satu UMK binaan Pelindo yang terpilih, memanfaatkan kesempatan emas ini untuk memperkenalkan ragam produk minuman herbalnya yang kaya akan khasiat rempah-rempah asli Indonesia. Kunyit yang terkenal dengan sifat anti-inflamasi, jahe yang menghangatkan dan meningkatkan kekebalan tubuh, serta temulawak yang baik untuk kesehatan pencernaan menjadi bintang utama dalam produk-produk Agradaya. Keunggulan produk Agradaya ini semakin terjamin kualitasnya karena telah melalui proses kurasi ketat oleh Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver, memastikan bahwa produk yang ditampilkan memiliki daya saing di pasar internasional.

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, menegaskan bahwa partisipasi Agradaya dalam pameran CHFA Now 2025 merupakan implementasi dari visi Direksi Pelindo untuk memandirikan UMK binaan. “Kami memiliki aspirasi yang besar agar UMK binaan Pelindo tidak hanya unggul dalam produksi, tetapi juga mampu menembus dan bersaing di kancah perdagangan internasional. Melalui Program Gedor Ekspor UMK yang mendapatkan dukungan penuh dari Direksi, Pelindo secara aktif berupaya membuka akses promosi dan membangun jejaring global yang luas bagi para pelaku usaha lokal,” ungkap Ali di Jakarta dikutip Rabu (7/5/2025).

Lebih lanjut, Ali menjelaskan bahwa Pelindo akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak strategis, termasuk perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas eksposur produk-produk UMK Indonesia ke pasar ekspor yang potensial. Dukungan yang diberikan kepada Agradaya diharapkan dapat menjadi inspirasi dan contoh keberhasilan bagi UMK lainnya dalam mengembangkan usaha mereka hingga mencapai level internasional melalui program pemberdayaan yang diinisiasi oleh BUMN.

Selain fokus pada promosi produk-produk herbal andalannya, tim Agradaya juga aktif melakukan penjajakan kemitraan strategis dengan para pelaku usaha lokal di Kanada. Salah satu mitra potensial yang saat ini dalam tahap pembicaraan adalah Archipelago Foods, sebuah perusahaan distribusi yang memiliki fokus yang kuat dalam memasarkan produk-produk asal Indonesia di wilayah Amerika Utara.

“Kami sangat berharap kerja sama dengan Archipelago Foods dapat menjadi jembatan emas bagi produk-produk Agradaya untuk memasuki jaringan ritel yang lebih luas di Kanada. Selain itu, kami juga menargetkan pasar komunitas diaspora Indonesia yang semakin menghargai produk-produk otentik dari tanah air, serta konsumen lokal Kanada yang semakin sadar akan manfaat produk herbal alami,” imbuh Ali.

Pameran CHFA Now 2025 yang mengusung konsep business to business (B2B) ini menjadi platform yang ideal bagi Agradaya untuk membangun hubungan dengan para calon mitra dagang dan distributor. Dalam pameran ini, Agradaya tidak melakukan penjualan langsung kepada konsumen akhir, melainkan lebih fokus pada upaya membangun kesepakatan kerja sama yang saling menguntungkan dengan para pemain kunci di industri makanan dan minuman kesehatan Kanada.

Partisipasi Agradaya di CHFA Now 2025 membuahkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan catatan tim Agradaya, estimasi potensi transaksi yang berhasil dijajaki selama pameran mencapai ratusan ribu dollar AS. Angka ini mencerminkan antusiasme yang tinggi dari para pelaku industri di Kanada terhadap produk-produk berbasis rempah-rempah Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jepang dan Singapura Jadi Buyer Tetap UMKM Dimas Batik

Jepang dan Singapura Jadi Buyer Tetap UMKM Dimas Batik

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 07:42 WIB

Erick Thohir Tegaskan UU Baru Tak Lindungi Koruptor BUMN, Termasuk Direksi

Erick Thohir Tegaskan UU Baru Tak Lindungi Koruptor BUMN, Termasuk Direksi

News | Selasa, 06 Mei 2025 | 17:37 WIB

Petinggi BUMN Tak Bisa Dijerat Korupsi? DPR: Silakan Gugat UU BUMN ke MK

Petinggi BUMN Tak Bisa Dijerat Korupsi? DPR: Silakan Gugat UU BUMN ke MK

News | Selasa, 06 Mei 2025 | 17:19 WIB

Terkini

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:10 WIB

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:28 WIB

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:23 WIB

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:18 WIB

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:17 WIB

Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks

Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:06 WIB

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:49 WIB