Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Menhub Murka Pengusaha Truk Lebih Pentingkan Cuan Dibanding Nyawa Orang

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 09 Mei 2025 | 16:19 WIB
Menhub Murka Pengusaha Truk Lebih Pentingkan Cuan Dibanding Nyawa Orang
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi/(suara.com/Achmad Fauzi).

Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi geram masih dengan kelakukan pengusaha truk yang mementingkan cuan dibandingkan keselamatan nyawa seseorang.

Hal ini, karena masih adanya kecelakaan akibat truk yang mengangkut barang lebih muatan atau Over Dimension Over Load (ODOL). Kecelakaan tersebut bahkan hingga menghilangkan nyawa.

Dia memberi contoh truk tronton ODOL yang tergelincri angkot di Purworejo, Jawa Tengah, mengakibat 11 orang orang tewas dan 6 lainnya luka-luka.

Menurut Menhub, pengusaha jangan hanya melihat angka saja. Sebab, dia menegaskan, nyawa seseorang tidak bisa dinilai lewat angka saja.

"Satu truk itu bisa ngambil 11 nyawa, satu bis bisa ngambil 12 nyawa. Itu rasanya buat saya enggak bisa, enggak bisa kita bandingkan nyawa. Enggak bisa kita bandingkan nyawa dengan angka," ujar Menhub di Jakarta, seperti dikutip Jumat (9/5/2025).

"Apakah kita harus saksikan terus setiap hari ada yang meninggal, enggak mungkin juga. Nah ini yang ingin saya sampaikan, bahwa nyawa manusia tidak bisa kita sandingkan dengan angka," sambung dia.

Menhub kekinian bakal tegas tidak akan ada truk ODOL yang berseliweran. Dia bilang, upaya ini tidak hanya dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saja, perlu dukungan Kementerian/Lembaga lain dan kepolisian.

Selain itu dia menghimbau para pengusaha untuk mulai sadar keselamatan dan tidak lagi mengoperasikan truk Odol. Apalagi, penegasan ODOL ini sudah mundur, yang awalnya bebas ODOL berlakuk pada tahun 2023.

Ilustrasi truk ODOL di Lampung. Pemprov Lampung desak pengusaha hentikan gunakan truk ODOL untuk mengangkut komoditas. [ANTARA]
Ilustrasi truk ODOL di Lampung. Pemprov Lampung desak pengusaha hentikan gunakan truk ODOL untuk mengangkut komoditas. [ANTARA]

"Jadi ini sudah sampai 2025, sepertinya memang sudah harus kita laksanakan. Dan pada kesempatan ini juga kami sebenarnya ingin mengibau kepada para pengguna jasa maupun pula usaha logistik ya, supaya sudah lah ini sudah terlalu banyak korban jiwa yang terjadi tidak bisa kita teruskan lagi, nyawa manusia ini terlalu berharga. Jadi kita nggak bisa selalu mengatasamakan nilai-nilai angka ya," ucap dia.

"Kalau usaha selalu bilang untung dan segala macam, nggak bisa lagi. Saya berpikir ini sudah gak bisa ditawar lagi, melihat korban yang berjatuhan karena ODOL ini. Jadi ini saya bisa sampaikan ke depan akan lebih akan lebih tegas lagi untuk melakukan pengaturan terhadap ODOL," beber dia.

Namun demikian, Menhub mengakui, ada dampak besar jika memang penegakkan truk ODOL ini diberlakukan. Salah satunya, bisa memicu inflasi, di mana harga barang akan mengalami kenaikan akibat baya logistik yang tinggi.

Tetapi, Menhub kembali menegaskan bahwa, nyawa seseroang tidak bisa dinilai dengan angka, hingga memang harus segera ditegakkan.

"Bahwa ini akan berdampak (terhadap ekonomi), pasti akan berdampak. Tapi saya sampaikan ada hal yang enggak bisa kita ukur dengan angka, nyawa manusia. Ini yang selalu saya sampaikan kepada teman-teman, enggak bisa," beber dia.

Maka dari itu, Menhub tidak akan memberlakukan penindakan truk Odol langsung serentak di seluruh Indonesia. Kemenhub akan menerapkan kebijakan zero ODOL di dua daerah Riau dan Jawa Barat.

"Ya harapan saya kalau memang Pemerintah Daerah sudah menyiapkan tempat-tempatnya, kita juga akan mengusulkan di wilayah mana saja. Misalnya di Jawa Barat, di kawasan tertentu, di wilayah ini. Kita harapkan Juni sudah mulai di Jawa Barat dan Riau," kata dia.

Selain itu, Menhub menambahkan, jika memang ada pengusaha yang tetap melanggar truk obesitas, maka dirinya meminta kementerian lain untuk mencabut izin usahanya.

"Jadi ada dua, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah memungkinkan untuk melakukan penjabutan usaha apapun terjadi apabila terjadi pelanggaran-pelanggara," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengusaha H Isam Ikut Dampingi Prabowo Temui Bill Gates di Istana

Pengusaha H Isam Ikut Dampingi Prabowo Temui Bill Gates di Istana

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 13:35 WIB

Kurangi PHK, Pengusaha Usul Pemerintah Deregulasi Aturan di Industri Padat Karya

Kurangi PHK, Pengusaha Usul Pemerintah Deregulasi Aturan di Industri Padat Karya

Bisnis | Rabu, 30 April 2025 | 19:01 WIB

Menhub Beberkan Progres Proyek Pengembangan Pelabuhan Patimban

Menhub Beberkan Progres Proyek Pengembangan Pelabuhan Patimban

Bisnis | Minggu, 27 April 2025 | 19:03 WIB

Terkini

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB