Meningkat, 24 Juta Masyarakat Punya Utang Paylater Tembus Rp22,78 Triliun

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Jum'at, 09 Mei 2025 | 18:09 WIB
Meningkat, 24 Juta Masyarakat Punya Utang Paylater Tembus Rp22,78 Triliun
Meningkat, 24 juta masyarakat punya utang di paylater tembus Rp22,78 Triliun

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan produk buy now pay later (BNPL) atau paylater perbankan senilai Rp 22,78 triliun sampai April 2025. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan untuk porsi kredit Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan tercatat sebesar 0,29 persen, namun terus mencatatkan pertumbuhan yang tinggi secara tahunan.

"Untuk porsi kredit, Buy Now Pay Later atau BNPL, perbankan tercatat sebesar 0,29%, namunterus mencatatkan pertumbuhan yang tinggi secara tahunan. Per Maret 2025 bagi debit kredit," kata Dian di Jakarta, Jumat (9/5/2025)

BNPL sebagaimana dilaporkan dalam slik, tumbuh sebesar 32,18% year-on-year. Februari sebelumnya tercatat 36,60% year-on-year, menjadi Rp22,78 triliun dengan jumlah rekening mencapai Rp24,56 juta. Adapun Februari sebelumnya tercatat sebesar Rp23,66 juta.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 13,36%. Diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 9,32%, sedangkan kredit modal kerja tumbuh 6,51% YoY. Selain itu, industri perbankan menyalurkan kredit senilai Rp 7.908 triliun per Maret 2025, naik 9,16% secara tahunan (yoy). Adapun, kinerja intermediasi perbankan hingga Maret 2025 ditopang oleh bank pelat merah. "Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN yang utama, naik 9,49% [secara tahunan]," bebernya.

Selain itu, kredit investasi menjadi penopang pertumbuhan dengan kenaikan 13,36% yoy. Lalu kredit konsumsi naik 9,32% yoy dan kredit investasi naik 6,51% yoy. Seluruh jenis kredit tersebut tumbuh melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

" Kontribusi sektor perbankan terhadap rekomendasi nasional juga tidak hanya tersermin dari penyeluruhan kredit kepada masyarakat dan pelaku usaha tetapi juga melalui kepemilikan pada instrumen keuangan yang mendukung penguatan kebijakan fiskal dan moneter," bebernya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan saat ini kondisi perekonomian didominasi oleh ketidakpastian ekonomi global seiring dengan tarif impor dari Presiden AS Donald Trump.

"Dapat kami sampaikan bhw rdk pada apr 2025 yg diselenggarakan 30 apr menilai stabllitas sektor jasa keuangan tetap terjaga," bebernya.

Menurutnya, seiring ketidakpsatian akibat tarif dagang dan indikator ekonomi global yang melemah, OJK terus monitor dinamika global dan melakukan stress test secara berkala. OJK menilai industri keuangan saat ini tetap kuat dan mampu menyerap risiko ke depan.

baca juga

"OJK juga meminta lembaga jasa keuangan proaktif asesmen perkembangan terkini dan asesmen lanjutan atas dampak kebijakan tarif yang dapat berdampak pada kinerja debitur khususnya yang memiliki eksposur kesektor terdampak," katanya.

Tidak hanya itu, perkembangan yang terjadi pada April ini didominasi oleh meningkatnya ketidakpastian perdagangan global sejalan dengan rencana pengenaan tarif resiprokal atau timbal balik oleh AS. Meningkatnya ketidakpastian perdagangan global dengan rencana pengenaan tarif impor resiprokal oleh AS, yang mendorong kenaikan tajam volatilitas di pasar keuangan global.

"Meskipun presiden Trump menunda pemberlakukan tarif selama 90 hari, tensi perdagangan antara AS dan China tetap tereskalasi," jelasnya. Selanjutnya, tingginya ketidakpastian global ini direspons oleh lembaga internasional dengan merevisi turun pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global.

Sedangkan WTO, merevisi proyeksi volume perdagangan barang global menjadi terkontraksi 0,2 persen dari perkiraan sebelumnya yang tumbuh 2,7 persen.

"IMF menurunkan revisi pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2025 menjadi 2,8 persen jauh lebih rendah dibandingkan historis tahun 2000-2019 sebelum Covid di level 3,7 persen,"bebernya.

Dia pun terus memonitor dinamika global dan domestik, serta melakukan stress test untuk melihat dampaknya terhadap sektor jasa keuangan.

"Meskipun presiden Trump mengumumkan penundaan pemberlakuan tarif selama 90 hari, tensi perdagangan antara AS dan Tiongkok tetap tereskalasi," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Perketat Restitusi Pajak Tahun Depan, Menkeu Bisa Audit Khusus

Pemerintah Perketat Restitusi Pajak Tahun Depan, Menkeu Bisa Audit Khusus

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 19:13 WIB

Pemerintah & DPR Sepakat Anggaran Sekolah Gratis SD-SMA Rp5 Triliun di APBN 2027

Pemerintah & DPR Sepakat Anggaran Sekolah Gratis SD-SMA Rp5 Triliun di APBN 2027

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 18:46 WIB

Diiming-imingi Kerja, Calon ABK di Muara Baru Dijebak Utang hingga Gaji Dipotong

Diiming-imingi Kerja, Calon ABK di Muara Baru Dijebak Utang hingga Gaji Dipotong

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:40 WIB

Rating Waskita Kembali Anjlok, PEFINDO Soroti Penundaan Bayar Utang

Rating Waskita Kembali Anjlok, PEFINDO Soroti Penundaan Bayar Utang

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 11:07 WIB

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 07:31 WIB

Maybank Indonesia Kembangkan Bisnis Etiqa melalui Sinergi Grup Keuangan Terintegrasi

Maybank Indonesia Kembangkan Bisnis Etiqa melalui Sinergi Grup Keuangan Terintegrasi

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:42 WIB

Pengadilan Pajak Dialihkan ke MA Akhir Tahun, Kemenkeu Siapkan Masa Transisi SDM & IT

Pengadilan Pajak Dialihkan ke MA Akhir Tahun, Kemenkeu Siapkan Masa Transisi SDM & IT

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 18:50 WIB

Kemenkeu Telah Lunasi Utang Gagal Bayar Waskita Senilai Rp722 Miliar

Kemenkeu Telah Lunasi Utang Gagal Bayar Waskita Senilai Rp722 Miliar

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 17:57 WIB

Purbaya Bikin Aturan Baru Sebelum Dipecat dari Menkeu: Dana SAL Tak Lagi Disimpan di BI

Purbaya Bikin Aturan Baru Sebelum Dipecat dari Menkeu: Dana SAL Tak Lagi Disimpan di BI

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 17:51 WIB

Saat Rumah Jadi Solusi: Wujudkan Beragam Kebutuhan Bersama Danamon HomeCash KMG (Kredit Multiguna)

Saat Rumah Jadi Solusi: Wujudkan Beragam Kebutuhan Bersama Danamon HomeCash KMG (Kredit Multiguna)

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 11:34 WIB

Terkini

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 07:15 WIB

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:10 WIB

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:09 WIB

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 06:44 WIB

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

News | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

×