Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

Saham Nissan Justru Terbang Tinggi Meski Ingin PHK 10.000 Orang

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 13 Mei 2025 | 14:18 WIB
Saham Nissan Justru Terbang Tinggi Meski Ingin PHK 10.000 Orang
Logo Nissan. (Pexels)

Suara.com - Saham Nissan Motor Co. justru mengalami kenaikan tajam hingga 5,5 persen dalam perdagangan awal Selasa, 13 Mei 2025. Padahal, perusahaan otomotif raksasa asal Jepang tersebut baru saja mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10.000 karyawan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi restrukturisasi besar-besaran untuk mengatasi tekanan keuangan yang kian dalam.

Seperti dilansir Japan Times, Nissan, yang sedang berjuang di tengah kerugian besar dan tekanan pasar kendaraan listrik, telah mengonfirmasi upaya pemangkasan tenaga kerja globalnya mencapai 15 persen.

Ini termasuk pemangkasan 9.000 posisi yang telah diumumkan sebelumnya pada November, dan kini ditambah 10.000 posisi baru, menjadikannya total 19.000 pekerjaan yang tereliminasi.

Meski keputusan ini berpotensi berdampak sosial besar, pelaku pasar melihatnya sebagai sinyal kuat komitmen Nissan untuk menyelamatkan keuangan perusahaan, sehingga justru memicu optimisme investor.

Perusahaan yang masuk dalam 10 besar produsen mobil dunia berdasarkan volume penjualan ini diperkirakan akan mencatat kerugian bersih tahunan hingga USD 5,1 miliar, menjadikannya rekor kerugian tertinggi sejak krisis keuangan 1999-2000.

Nissan pada bulan lalu telah mengeluarkan peringatan laba, dengan estimasi kerugian antara 700 hingga 750 miliar yen untuk tahun keuangan 2024–2025.

Restrukturisasi ini datang setelah rencana penggabungan dengan Honda gagal terlaksana. Pembicaraan yang sempat dianggap sebagai penyelamat oleh para analis akhirnya terhenti pada Februari lalu, ketika Honda mengusulkan struktur integrasi yang menjadikan Nissan sebagai anak perusahaan, sebuah proposal yang ditolak oleh Nissan.

Nissan N7 (CarnewsChina)
Nissan N7 (CarnewsChina)

Seiring dengan kerugian yang membengkak, Nissan juga menghadapi berbagai hambatan lain, mulai dari persaingan ketat dengan produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, tarif 25 persen atas kendaraan impor yang diberlakukan oleh pemerintahan Donald Trump, hingga penurunan permintaan di pasar-pasar utama seperti AS dan Eropa.

Lembaga pemeringkat Moody’s bahkan telah menurunkan status utang Nissan ke tingkat "junk bond" (obligasi sampah), dengan alasan profitabilitas yang melemah, serta portofolio model kendaraan yang mulai usang dan tak lagi kompetitif di pasar global.

Sinyal tekanan ini juga ditandai dengan keputusan Nissan membatalkan rencana pembangunan pabrik baterai senilai $1 miliar di Jepang selatan, yang sebelumnya disetujui, akibat "lingkungan bisnis yang sulit".

Di tengah semua itu, penunjukan CEO baru pada bulan Maret memberikan harapan akan arah manajemen yang lebih tegas dan fokus pada efisiensi operasional.

Mantan bos Nissan, Carlos Ghosn, yang pernah dianggap sebagai penyelamat perusahaan pada awal 2000-an, juga terus membayangi reputasi Nissan setelah ia ditangkap pada 2018 atas tuduhan pelanggaran keuangan dan kemudian kabur ke Lebanon dengan cara dramati, bersembunyi dalam kotak peralatan musik.

Analis dari Bloomberg Intelligence, Tatsuo Yoshida, memperkirakan bahwa Nissan akan menjadi produsen mobil Jepang yang paling terdampak oleh kebijakan tarif AS.

"Nissan secara historis lebih sensitif terhadap harga dibanding Toyota atau Honda, sehingga tidak bisa membebankan biaya tambahan ke konsumen tanpa kehilangan volume penjualan yang signifikan," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hary Tanoesoedibjo Siapkan Aksi Korporasi IPTV di Tengah Laba Anjlok

Hary Tanoesoedibjo Siapkan Aksi Korporasi IPTV di Tengah Laba Anjlok

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2025 | 13:50 WIB

PHK Massal Panasonic Global Tak Sentuh RI, Tapi Utilitas Pabrik Elektronik Nasional Mengkhawatirkan

PHK Massal Panasonic Global Tak Sentuh RI, Tapi Utilitas Pabrik Elektronik Nasional Mengkhawatirkan

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2025 | 10:53 WIB

Lagi, 200 Karyawan Google Kena PHK

Lagi, 200 Karyawan Google Kena PHK

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2025 | 11:43 WIB

Terkini

Trump Kerahkan Militer Blokade Selat Hormuz, Iran Berikan Respon Dingin

Trump Kerahkan Militer Blokade Selat Hormuz, Iran Berikan Respon Dingin

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 14:21 WIB

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 14:05 WIB

Lolos dari Tekanan Global, IHSG Melenggang ke Zona Hijau di Sesi I

Lolos dari Tekanan Global, IHSG Melenggang ke Zona Hijau di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 13:12 WIB

Ramadan-Lebaran 2026 Jadi 'Booster' Konsumsi, Program Belanja Tembus Rp184,02 Triliun

Ramadan-Lebaran 2026 Jadi 'Booster' Konsumsi, Program Belanja Tembus Rp184,02 Triliun

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 13:11 WIB

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:13 WIB

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:01 WIB

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:53 WIB

OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun

OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB

Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025

Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:36 WIB

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:59 WIB