Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Cuman Masalah Baju, 2000 Barista Starbuck Mogok Kerja

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 19 Mei 2025 | 08:02 WIB
Cuman Masalah Baju, 2000 Barista Starbuck Mogok Kerja
Ilustrasi Starbucks Foto oleh Dom J via Pexel

Suara.com - Karyawan Starbucks kembali melakukan aksi mogoknya. Adapun, para barista Starbucks memprotes aturan berpakaian baru perusahaan itu yang membuat mereka tidak nyaman.

Sebanyak 2.000 barista Starbucks di 120 toko AS telah mogok kerja sejak Minggu untuk memprotes aturan berpakaian baru itu. Hal itu dilaporkan oleh serikat Starbucks Workers United yang mewakili pekerja raksasa kopi itu di AS.

Starbucks menetapkan batasan baru mulai Senin tentang apa yang boleh dikenakan barista di balik celemek hijau mereka. Aturan berpakaian itu mengharuskan karyawan di toko-toko yang dioperasikan dan berlisensi perusahaan di AS dan Kanada untuk mengenakan kemeja hitam polos dan bawahan denim khaki, hitam, atau biru.

Di bawah aturan berpakaian sebelumnya, barista dapat mengenakan lebih banyak warna gelap dan kemeja bermotif. Starbucks mengatakan aturan baru itu akan membuat celemek hijaunya menonjol dan menciptakan rasa keakraban bagi pelanggan karena mencoba menciptakan suasana yang lebih hangat dan lebih ramah di tokonya. 

Namun Starbucks Workers United, serikat pekerja yang mewakili pekerja di 570 dari 10.000 gerai Starbucks milik perusahaan di AS, mengatakan bahwa aturan berpakaian harus tunduk pada perundingan kolektif.

“Starbucks telah kehilangan arah. Alih-alih mendengarkan barista yang membuat pengalaman Starbucks seperti sekarang, mereka justru berfokus pada hal-hal yang salah, seperti menerapkan aturan berpakaian baru yang ketat,” kata Paige Summers, seorang pengawas shift Starbucks dari Hanover, Maryland dilansie NBC News, Senin (19/5/2035).

“Pelanggan tidak peduli warna pakaian kami saat mereka menunggu 30 menit untuk menikmati latte," tambahnya.

Summers dan yang lainnya juga mengkritik perusahaan karena menjual berbagai jenis pakaian bermerek Starbucks yang tidak lagi boleh dikenakan karyawan untuk bekerja di situs web internal. Starbucks mengatakan akan memberikan dua kaos hitam gratis kepada setiap karyawan saat mengumumkan aturan berpakaian baru tersebut.

Sebelumnya, Starbucks Workers Union mengatakan total 1.000 pekerja telah melakukan aksi mogok kerja di 75 gerai di AS. Starbucks mengatakan pada saat itu bahwa pemogokan itu berdampak terbatas pada 10.000 tokonya yang dioperasikan perusahaan di AS. 

Dalam beberapa kasus, pemogokan menutup toko selama kurang dari satu jam, kata perusahaan itu.  "Akan lebih produktif jika serikat pekerja melakukan upaya yang sama untuk kembali ke meja perundingan seperti yang mereka lakukan untuk memprotes mengenakan kemeja hitam ke tempat kerja," kata Starbucks dalam sebuah pernyataan. 

"Lebih dari 99% toko kami buka hari ini melayani pelanggan dan telah buka sepanjang minggu," tambahnya.

Serikat pekerja mengatakan minggu ini bahwa mereka mengajukan keluhan kepada Dewan Hubungan Perburuhan Nasional yang menuduh kegagalan Starbucks untuk berunding mengenai aturan berpakaian yang baru.

Sementara itu, Starbucks Workers United telah menyatukan toko-toko di AS sejak 2021. Starbucks dan serikat pekerja belum mencapai kesepakatan kontrak, meskipun setuju untuk kembali ke meja perundingan pada Februari 2024. 

Sebagai informasi, Starbucks Corporation (Nasdaq: SBUX) hari ini melaporkan hasil keuangan untuk kuartal kedua fiskal 13 minggu yang berakhir pada 30 Maret 2025. Rinciannya penjualan toko yang sebanding secara global turun 1 persen didorong oleh penurunan 2 persen dalam transaksi yang sebanding. Sebagian diimbangi oleh peningkatan 1 persen dalam tiket rata-rata.

Penjualan toko yang sebanding di Amerika Utara turun 1 persen didorong oleh penurunan 4 persen dalam transaksi yang sebanding. Sebagian, diimbangi oleh peningkatan 3 persen dalam tiket rata-rata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:22 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:48 WIB

Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026

Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:27 WIB

Purbaya Bantah Luhut, Tugas Bea Cukai Tak Diganti BUMN Ekspor PT DSI!

Purbaya Bantah Luhut, Tugas Bea Cukai Tak Diganti BUMN Ekspor PT DSI!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:14 WIB

Purbaya Akui Dana Pemulihan Bencana Sumatra Rp 60 T Baru Terserap Sedikit

Purbaya Akui Dana Pemulihan Bencana Sumatra Rp 60 T Baru Terserap Sedikit

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 09:23 WIB

Literasi Keuangan Jadi Bekal Anak Muda Hadapi Risiko Finansial Masa Depan

Literasi Keuangan Jadi Bekal Anak Muda Hadapi Risiko Finansial Masa Depan

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:00 WIB

Terkini

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:15 WIB

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:15 WIB

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:22 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB