IHSG Berpotensi Alami Koreksi Hari Ini, Cermati Saham-saham Pilihan

Achmad Fauzi

Selasa, 20 Mei 2025 | 07:54 WIB
IHSG Berpotensi Alami Koreksi Hari Ini, Cermati Saham-saham Pilihan
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi alami koreksi pada perdagangan, Selasa, 20 Mei 2025. Meskipun IHSG ditutup di level 7.141 atau naik 0,486 persen pada Senin kemarin, di tengah tekanan sentimen eksternal yang memengaruhi pergerakan pasar Asia secara keseluruhan.

Salah satu sentimen negatif yang sempat menekan IHSG adalah penurunan peringkat utang Amerika Serikat oleh lembaga pemeringkat Moody’s, serta data ekonomi dari Tiongkok yang menunjukkan pelemahan pada bulan April.

Meski begitu, investor memanfaatkan tekanan tersebut untuk melakukan aksi beli, sehingga IHSG mampu berbalik arah dan menguat di akhir perdagangan.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat bahwa indikator Stochastic saat ini berada di area overbought, yang mengindikasikan adanya potensi tekanan jual dalam jangka pendek.

Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memperkirakan bahwa IHSG berpotensi mengalami koreksi teknikal dalam waktu dekat.

"IHSG diperkirakan berpotensi koreksi jangka pendek dengan menguji level support di 7.080, mengingat indikator teknikal seperti Stochastic menunjukkan kondisi overbought," ujar Ratna Lim dalam riset hariannya, Selasa (20/5/2025).

Adapun level resistance IHSG berada di kisaran 7.180, dengan pivot di sekitar 7.100. Pergerakan indeks dalam beberapa hari ke depan kemungkinan besar akan dipengaruhi oleh sentimen global, terutama hasil pertemuan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G7 yang akan berlangsung pada 20–22 Mei 2025 di Kanada.

Pertemuan tersebut akan membahas berbagai isu penting, termasuk perkembangan ekonomi global, ketahanan ekonomi, situasi geopolitik di Ukraina, kejahatan keuangan, dan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI). Hasil dari pertemuan ini akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) para Kepala Negara G7 yang dijadwalkan berlangsung pada 15–17 Juni 2025 di Kanada.

Pekerja beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dari Asia, pelaku pasar juga mencermati keputusan suku bunga oleh bank sentral Tiongkok yang dijadwalkan diumumkan hari ini, Selasa (20/5). Setelah mempertahankan suku bunga pinjaman acuan selama enam bulan berturut-turut, pasar memproyeksikan adanya pemangkasan.

baca juga

Suku bunga pinjaman 1 tahun diperkirakan akan diturunkan ke level 3,0 persen dari sebelumnya 3,1 persen di bulan April, sedangkan suku bunga pinjaman 5 tahun diperkirakan turun ke 3,5 persen dari sebelumnya 3,6 persen.

Langkah ini dinilai sebagai respons terhadap tanda-tanda pelemahan aktivitas ekonomi China, di mana data produksi industri bulan April tercatat tumbuh 6,1 persen YoY, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 7,7 persen YoY. Meski masih lebih tinggi dari estimasi pasar sebesar 5,5 persen YoY, perlambatan terjadi hampir di seluruh sektor utama.

Sementara itu, penjualan ritel China juga menunjukkan tren melambat, hanya tumbuh 5,1 persen YoY pada April, turun dari 5,9 persen YoY di bulan sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan konsumsi domestik yang lebih berhati-hati, di tengah ketidakpastian ekonomi, pertumbuhan pendapatan yang melambat, serta kekhawatiran terhadap dampak kenaikan tarif dari Amerika Serikat.

Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat pada perdagangan 19 Mei ditutup menguat. Awalnya, indeks-indeks utama Wall Street sempat tertekan akibat kenaikan yield US-Treasury yang dipicu kekhawatiran atas penurunan peringkat utang AS. Namun penurunan yield selanjutnya dan aksi beli investor yang memanfaatkan koreksi, mendorong rebound di pasar saham.

Obligasi 10 tahun AS dengan imbas hasil atau yield naik 2 basis poin menjadi 4,459 persen, setelah sebelumnya sempat menembus 4,5 persen. Kenaikan yield terjadi akibat penurunan peringkat utang yang menurunkan harga obligasi pemerintah.

Di tengah kondisi tersebut, harga emas naik sekitar 1,4 persen ke level USD3.232 per troy ounce, didorong oleh peningkatan permintaan aset safe haven.

Phintraco Sekuritas menyarankan agar investor tetap selektif dan mencermati pergerakan pasar secara teknikal dan fundamental. Untuk perdagangan hari ini, saham-saham pilihan atau top picks dari Phintraco Sekuritas meliputi: LSIP, ESSA, SSIA, AUTO, dan CLEO

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Berbalik Rebound Menguat Hingga Akhir Perdagangan Senin ke Level 7.141

IHSG Berbalik Rebound Menguat Hingga Akhir Perdagangan Senin ke Level 7.141

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 16:18 WIB

Muhammadiyah dan BSI Rujuk?

Muhammadiyah dan BSI Rujuk?

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 14:59 WIB

Kinerja Saham Hijau: Fluktuatif di Masa Kini, Menjanjikan di Masa Depan

Kinerja Saham Hijau: Fluktuatif di Masa Kini, Menjanjikan di Masa Depan

News | Senin, 19 Mei 2025 | 11:16 WIB

Terkini

BRIvolution Reignite Jadi Semangat BRI Sambut Usia ke-131

BRIvolution Reignite Jadi Semangat BRI Sambut Usia ke-131

Malang | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Pemberdayaan UMKM dan Aksi Hijau Warnai Kick-Off HUT ke-131 BRI

Pemberdayaan UMKM dan Aksi Hijau Warnai Kick-Off HUT ke-131 BRI

Bogor | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Keruntuhan Wibawa Mataram di Perlawanan Penguasa Madura Atas Hegemoni Jawa

Keruntuhan Wibawa Mataram di Perlawanan Penguasa Madura Atas Hegemoni Jawa

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Jadikan Jakarta 'Kota Sinema' bak Busan, Rano Karno Akui Tantangan Terberat Ada di Birokrasi

Jadikan Jakarta 'Kota Sinema' bak Busan, Rano Karno Akui Tantangan Terberat Ada di Birokrasi

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Prabowo Sentil Pejabat yang Gelisah Belum Dapat Peran: Jangan Frustrasi, Nanti Dimainkan

Prabowo Sentil Pejabat yang Gelisah Belum Dapat Peran: Jangan Frustrasi, Nanti Dimainkan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Menuju 131 Tahun, BRI Teguhkan Peran Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat

Menuju 131 Tahun, BRI Teguhkan Peran Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat

Bali | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Pilopiu Ubah Konten Romantis Jadi Profesi, Begini Perjalanan Kariernya

Pilopiu Ubah Konten Romantis Jadi Profesi, Begini Perjalanan Kariernya

Entertainment | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Tunggu Tanda Tangan Presiden, Pigai Janji Tuntaskan Hak 7.000 Korban HAM Berat

Tunggu Tanda Tangan Presiden, Pigai Janji Tuntaskan Hak 7.000 Korban HAM Berat

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Urutan Pemakaian Sunscreen Wardah dan Moisturizer Pagi Hari

Urutan Pemakaian Sunscreen Wardah dan Moisturizer Pagi Hari

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Resmi Debut! Seventeen JxJ Naksir Sosok Misterius di Lagu 12 o'clock

Resmi Debut! Seventeen JxJ Naksir Sosok Misterius di Lagu 12 o'clock

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:24 WIB

×