Hubungan Dagang dengan China Jadi Sumber Investasi Besar untuk Indonesia

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Selasa, 20 Mei 2025 | 14:51 WIB
Hubungan Dagang dengan China Jadi Sumber Investasi Besar untuk Indonesia
Hubungan Dagang dengan China Jadi Sumber Investasi Besar untuk Indonesia

Suara.com - Akademisi dan pengamat menilai Kawasan Asia Tenggara saat ini berada dalam keadaan genting. Kawasan Asia Tenggara, tepatnya wilayah Laut China Selatan (LCS), kini menjadi tempat di mana kekuatan-kekuatan besar dunia saling berhadapan sehingga meningkatkan ketegangan Kawasan. 

Bahkan bisa membuat arus lintas perdagangan Indonesia terganggu. Diplomat Madya Direktorat Asia Timur Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia, Dino R Kusnadi, menyampaikan bahwa dalam konteks hubungan Indonesia China, diplomasi menjadi salah satu ujung tombak dalam membangun jembatan. 

Apalagi, hubungan dagang China dengan Indonesia sangat menjadi sumber investasi bagi kedua negara. " Kita memang kerjasama hubungan dagang dengan Indonesia sudah sangat lama, bahkan sempat surplus: China telah menjadi salah satusahabat Indonesia sekaligus sumber investasi teratas bagi Indonesia,"tambahnya.

Namun menurut beliau, ini bukan berarti Indonesia telah condong atau tergantung pada China. Menurutnya, tingginya kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China adalah fenomena saat ini saja, karena China menjadi salah satu negara yang dapat memberikan apa yang Indonesia butuhkan.

“Ini karena ASEAN menginginkan untuk menunjukkanASEAN sebagai sentralitas, karena kawasan Asia Tenggara merupakan kawasan di mana ASEAN berada,” tuturnya. 

Dengan demikian, menurut Dino, penyelesaian berbagai isu yang ada diharapkan untuk dilakukan sesuai denganmekanisme ASEAN. 

Bagi Dino, mekanisme yang berpusatpada sentralitas ASEAN itu harus dilandaskan pada Treaty of Amity and Cooperation (Perjanjian Persahabatan dan KerjaSama), Deklarasi Code of Conducy (COC atau kode etikperilaku) di LCS, dan penyelesaian COC itu sendiri. 

Berita baiknya, menurut Dino, pada forum keamanan maritimdi Manila pada 25 April 2025, Menteri Luar Negeri Filipina telah menyatakan bahwa ASEAN dan Tiongkok“berkomitmen secara politik” menuntaskan COC yang mengikat secara hukum paling lambat 2026.

Sementara itu, bagi Ketua Forum Sinologi Indonesia (FSI) JohanesHerlijanto, agresivitas China dalam sekitar 15 tahun terakhirini menjadi salah satu faktor yang berkontribusi bagiterciptanya ketegangan di atas. 

baca juga

"Pada masa lalu, sejak zaman Deng Xiaoping hinggapemerintahan Hu Jintao, meski sudah memupuk kekuatan, China mempertahankan sikap low profile dan berupayamenyembunyikan kekuatannya. Meski terjadi keteganganantara China dengan negara-negara Asia Tenggara, sepertikonflik dengan Vietnam tahun 1974 dan 1988, sertaketegangan dengan Filipina di tahun 1995, namun ketegangansaat itu tidak meningkat seperti saat ini,”katanya.

Menurutnya, China terlihat semakin memperlihatkankekuatannya, dan bahkan aktif melakukan apa yang oleh para ahli disebut sebagai aktivitas zona abu-abu (greyzone), yaitu memobilisasi unsur-unsur maritim sipil dengan didukung olehunsur Penjaga Pantai China dan Angkatan Laut TentaraPembebasan Rakyat, untuk beraktivitas di wilayah ZonaEkonomi Eksklusif (ZEE) negara-negara Asia Tenggara. 

Ia berujar bahwa beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Malaysia, pernahmengalami hal serupa, yaitu menjadi sasaran dari aktivitaspelanggaran hak berdaulat oleh China, yang dilakukan China dengan berdasar pada 10 garis putus-putus yang hanya dilandasi oleh apa yang  China sebut sebagai “hak sejarah”.

"Ini sebenarnya tidak sah berdasarkan hukum lautinternasional, yaitu UNCLOS (United Nation Convention on the Law of the Sea)," katanya

Dia beranggapan bahwa negara-negara Asia Tenggara, khususnya yang tergabung dalamAsosiasi Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) perlumeningkatkan persatuan, dan kemampuan dalam menghadapisikap agresif China tersebut. Peningkatan persatuan itu penting karena menurut RistianAtriandi Supriyanto, dosen Hubungan InternasionalUniversitas Indonesia, negara-negara ASEAN justru sedangterbelah dalam menghadapi prilaku agresif China di atas. 

“Sebagian dari negara-negara ASEAN mengambil pendekatanlunak karena merasa lemah menghadapi China, atau merasaChina terlalu penting, terutama secara ekonomi,” tuturnya. 

Sementara itu, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Salim, S.E., M.Phil., M.Tr Opsla, sekaligus Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal), juga sepakat dengan pandangan bahwa Asia Tenggara saat ini sedang menghadapi tantangan yang muncul dari adanyarivalitas dua kekuatan besar dunia. 

Oleh karenanya, menurut perwira tinggi TNI AL itu, negara-negara kawasan Asia Tenggara harus berupaya menghadirkan stabilitas dan kedamaian kawasan, antara lain dengan menggalakkan dialog dan diplomasi maritim untuk menemukan solusi bagi sengketa-sengketa maritim regional. 

“Salah satunya adalah dengan mengedepankan pemahaman mengenai UNCLOS dan kepentingan-kepentingan bersama, bukan hanya dalam konteks kawasan, tetapi juga kepentingan internasional,” ujarnya. 

Salim juga menekankan pentingnya penyelesaian dokumenkode perilaku (Code of Conduct) di LCS dan pembuatan aturan pencegahan tabrakan di laut di kawasan Indo-Pasifik(Indo-Pacific Prevention Collision at Sea atau IPCS).

Bagi Laksma Salim, kesatuan ASEAN merupakan salah satu kubci dalam menemukan solusi bagi tantangan yang sedang dihadapi kawasan Asia Tenggara di atas. 

“ASEAN harus memperkuat kekuatan tawar (bargaining power) dalam berhadapan baik dengan China maupunAmerika Serikat, serta mengadopsi diplomasi aktifberdasarkan hukum internasional,” tuturnya. 

Salim juga beranggapan bahwa negara-negara ASEAN perlumeningkatkan kemampuan maritimnya melalui berbagai kerjasama regional. Pada saat yang sama, ia juga mengimbau agar China mempromosikan resolusi sengketa berdasarkan kerjasama yang bersifat menang-menang (win-win), menghormatihukum internasional, meningkatkan transparansi aktivitasnyadi LCS, dan mengurangi tindakan militer yang provokatifyang berpotensi memunculkan ketegangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:20 WIB

PDB Per Kapita Vietnam Diproyeksi Salip Indonesia, Bukti Ekonomi RI Tertinggal?

PDB Per Kapita Vietnam Diproyeksi Salip Indonesia, Bukti Ekonomi RI Tertinggal?

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 15:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Ekonomi Vietnam Bakal jadi Raja di ASEAN, Indonesia Terancam Turun Kasta

Ekonomi Vietnam Bakal jadi Raja di ASEAN, Indonesia Terancam Turun Kasta

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:34 WIB

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:17 WIB

The Lament of Autumn: Drama Republik dalam Vibes Love Hate yang Bikin Baper

The Lament of Autumn: Drama Republik dalam Vibes Love Hate yang Bikin Baper

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Wantimpres Bedah Isu Geopolitik hingga Kedaulatan Ekonomi untuk Siapkan Masukan ke Prabowo

Wantimpres Bedah Isu Geopolitik hingga Kedaulatan Ekonomi untuk Siapkan Masukan ke Prabowo

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:14 WIB

Dijejali Jargon NKRI tapi Warga Perbatasan Melarat: Di Mana Keadilan Itu?

Dijejali Jargon NKRI tapi Warga Perbatasan Melarat: Di Mana Keadilan Itu?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×