Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

Update Bursa: Wall Street Anjlok Tajam, BI Rate Turun, IHSG Terancam Melemah Hari Ini

M Nurhadi

Kamis, 22 Mei 2025 | 07:34 WIB
Update Bursa: Wall Street Anjlok Tajam, BI Rate Turun, IHSG Terancam Melemah Hari Ini
Ilustrasi

Suara.com - Pasar keuangan global menunjukkan dinamika yang berbeda pada Rabu (21/5/2025 atau Kamis untuk zona waktu WIB), dengan Wall Street yang anjlok tajam sementara bursa Asia-Pasifik ditutup bervariasi. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran baru mengenai defisit anggaran AS menjadi pemicu utama aksi jual masif di pasar saham Paman Sam.

Sementara itu, di tengah sentimen global, Bank Indonesia (BI) justru mengambil langkah tak terduga dengan menurunkan suku bunga acuan.

Indeks-indeks utama di Wall Street mencatatkan penurunan signifikan. Indeks Dow Jones Industrial Average ambruk 1,91%, diikuti oleh S&P 500 yang melemah 1,61%, dan Nasdaq Composite terkoreksi 1,41%. Tekanan jual ini sebagian besar disebabkan oleh melonjaknya imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Imbal hasil obligasi 30 tahun AS melonjak ke level 5,09%, mencapai titik tertinggi sejak Oktober 2023. Sementara itu, imbal hasil obligasi acuan 10 tahun juga naik ke 4,59%. Kenaikan imbal hasil ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) anggaran baru yang dinilai akan memperburuk defisit fiskal AS. RUU tersebut diperkirakan akan disahkan menjelang tenggat waktu Memorial Day oleh Ketua DPR Mike Johnson, setelah tercapainya kompromi mengenai pemotongan pajak negara bagian dan lokal.

Di sisi saham individu, beberapa emiten besar juga mengalami tekanan. Saham Target anjlok 5,2% setelah perusahaan memangkas proyeksi penjualan tahunan. Manajemen menyebut ketidakpastian tarif serta reaksi publik terhadap penarikan program keberagaman sebagai faktor utama penyebab penurunan tersebut. Saham UnitedHealth juga terpukul, menurun 5,8%, setelah mendapatkan penurunan peringkat dari HSBC. Bahkan, raksasa teknologi seperti Apple dan Amazon turut terkoreksi signifikan akibat dampak dari kenaikan imbal hasil obligasi yang meningkatkan biaya pinjaman bagi perusahaan.

Pasar Saham Asia-Pasifik Bervariasi, BI Turunkan Suku Bunga

Berbeda dengan Wall Street yang terpuruk, pasar saham di kawasan Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada Rabu (21/5), meskipun sentimen global cenderung negatif. Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,61% dan Topix turun 0,22%. Namun, bursa saham lainnya di kawasan ini justru menguat.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,91% dan Kosdaq menguat 1,13%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 bertambah 0,52%. Sementara itu, di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 0,51%, indeks CSI 300 China menguat 0,47%, dan indeks Taiex Taiwan melonjak 1,29%.

Pasar di Asia-Pasifik juga mencermati rilis data ekonomi dari berbagai negara di kawasan. Jepang mencatatkan perlambatan ekspor untuk bulan kedua secara beruntun, di tengah tekanan dari kebijakan tarif impor besar-besaran yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump.

baca juga

Di sisi domestik, Bank Indonesia (BI) membuat kejutan dengan memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan (BI-rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 20-21 Mei 2025. Kebijakan ini berpotensi memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.

IHSG: Potensi Koreksi di Tengah Tekanan Global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, Rabu (21/5), ditutup menguat 0,67%. Penguatan ini disertai dengan aksi net buy asing yang cukup signifikan, mencapai sekitar Rp993 miliar. Saham-saham yang paling banyak diborong oleh investor asing antara lain adalah BBCA, ANTM, BBRI, BMRI, dan GOTO.

Meskipun menguat kemarin, IHSG pada perdagangan hari ini, Kamis (22/5), berpotensi mengalami koreksi jika gagal menembus level resistance di 7170.

Analisis harian BNI Sekuritas mengungkapkan, support IHSG hari ini berada di angka 7040 - 7070 dan resistance pada zona 7170 - 7230.

Investor perlu mencermati pergerakan pasar global, terutama sentimen dari AS, serta dampak dari kebijakan penurunan suku bunga BI terhadap pasar saham domestik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Berakhir Menguat ke Level 7.142, Ini Saham-saham yang Cuan

IHSG Berakhir Menguat ke Level 7.142, Ini Saham-saham yang Cuan

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 16:25 WIB

Ekonomi Global Belum Mereda, BI Turunkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen

Ekonomi Global Belum Mereda, BI Turunkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 15:38 WIB

IHSG Berbalik Menguat Pagi Ini, Cek Saham-saham yang Cuan

IHSG Berbalik Menguat Pagi Ini, Cek Saham-saham yang Cuan

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 09:15 WIB

Wall Street Terkoreksi di Tengah Pelemahan Saham Teknologi, Bursa Asia Menguat

Wall Street Terkoreksi di Tengah Pelemahan Saham Teknologi, Bursa Asia Menguat

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 07:54 WIB

IHSG Masuk Fase Konsolidasi, Tunggu Keputusan BI Rate

IHSG Masuk Fase Konsolidasi, Tunggu Keputusan BI Rate

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 07:32 WIB

IHSG Berakhir Terkoreksi, Tapi Masih di Level 7.000

IHSG Berakhir Terkoreksi, Tapi Masih di Level 7.000

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 16:27 WIB

Terkini

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:46 WIB

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:38 WIB

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:55 WIB

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026

Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT

Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:45 WIB

×