Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kapan Pertama Kali VISA dan Mastercard Masuk Indonesia, Mulai Diisukan Terancam QRIS

M Nurhadi

Jum'at, 23 Mei 2025 | 06:07 WIB
Kapan Pertama Kali VISA dan Mastercard Masuk Indonesia, Mulai Diisukan Terancam QRIS
Ilustrasi MasterCard. [Shutterstock]

Suara.com - Dalam dunia transaksi keuangan global, dua nama besar yang hampir selalu mendominasi adalah VISA dan Mastercard. Kedua perusahaan penyedia layanan pembayaran ini sudah lama hadir dan menjadi bagian penting dalam sistem keuangan Indonesia.

Namun, kini posisi mereka mulai terancam oleh inovasi sistem pembayaran digital lokal bernama QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Lantas, kapan pertama kali VISA dan Mastercard masuk Indonesia? Mengapa QRIS kini menjadi ancaman nyata bagi dominasi mereka?

Kita pahami dulu kapan pertama kali Visa dan Mastercard masuk Indonesia. VISA dan Mastercard adalah perusahaan yang berasal dari Amerika Serikat. VISA didirikan pada tahun 1958 sebagai BankAmericard dan berubah nama menjadi VISA pada tahun 1976. Mastercard berdiri lebih awal, pada tahun 1966, dengan nama awal Interbank Card Association (ICA).

Kedua merek ini mulai memasuki pasar Indonesia pada akhir tahun 1970-an hingga awal 1980-an, bertepatan dengan semakin berkembangnya sistem perbankan dan kebutuhan akan metode pembayaran internasional di Indonesia. Kala itu, Indonesia mulai membuka diri terhadap dunia luar, terutama dari sektor perdagangan dan pariwisata. Kartu kredit dan debit internasional menjadi penting bagi ekspatriat, pebisnis, dan kalangan ekonomi atas.

Beberapa bank nasional seperti Bank BNI, Bank Mandiri, dan BCA mulai menjadi mitra penerbit kartu kredit VISA dan Mastercard, memudahkan masyarakat Indonesia melakukan transaksi di dalam dan luar negeri.

Selama puluhan tahun, VISA dan Mastercard mendominasi sistem pembayaran non-tunai di Indonesia. Baik untuk transaksi di toko fisik, e-commerce, maupun penarikan uang di ATM, kedua merek ini menjadi simbol utama kemudahan bertransaksi secara global. Mereka memiliki jaringan internasional luas, kecepatan transaksi tinggi, dan keamanan yang terpercaya.

Namun dominasi ini tidak datang tanpa biaya. Biaya transaksi (merchant discount rate) untuk penggunaan VISA dan Mastercard cenderung lebih tinggi dibanding sistem domestik. Selain itu, sistem mereka sepenuhnya bergantung pada infrastruktur luar negeri, sehingga dana dari transaksi harus melewati jaringan global terlebih dahulu sebelum kembali ke Indonesia.

Munculnya QRIS: Inovasi Pembayaran Nasional
Pada tahun 2019, Bank Indonesia secara resmi meluncurkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). QRIS adalah sistem pembayaran berbasis QR code yang terstandarisasi secara nasional. Tujuannya adalah menyederhanakan berbagai metode pembayaran QR yang sebelumnya berbeda-beda antar penyedia (misalnya OVO, GoPay, Dana, LinkAja, dan lainnya).

Sistem QRIS memungkinkan semua transaksi QR dapat dibaca oleh satu sistem yang sama, meningkatkan efisiensi dan keterhubungan antar penyedia jasa pembayaran. Sejak pandemi COVID-19 melanda, penggunaan QRIS meningkat drastis. Sistem ini dinilai lebih aman karena minim kontak fisik, cepat, dan mudah diakses oleh masyarakat luas, termasuk UMKM dan sektor informal.

baca juga

Kini, QRIS tak hanya menjadi alternatif, tetapi juga kompetitor serius bagi VISA dan Mastercard. Ada beberapa alasan utama mengapa QRIS mulai mengancam posisi dua raksasa tersebut. Berikut beberapa kemungkinan kenapa QRIS bisa mengancam posisi VISA dan Mastercard.

1. Biaya Lebih Murah

QRIS hanya mengenakan tarif maksimal 0,7% dari transaksi merchant, jauh lebih rendah dibandingkan biaya sistem kartu kredit internasional yang bisa mencapai 2%-3%. Hal ini membuat QRIS lebih menarik bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

2. Dukungan Pemerintah
Bank Indonesia dan pemerintah aktif mendorong masyarakat untuk menggunakan QRIS, termasuk lewat kebijakan pembayaran digital di pasar, transportasi publik, bahkan di masjid dan tempat ibadah.

3. Kedaulatan Data dan Ekonomi
Dengan QRIS, data transaksi dan dana sepenuhnya dikelola di dalam negeri. Ini sejalan dengan semangat kedaulatan ekonomi digital, di mana Indonesia ingin mengurangi ketergantungan terhadap infrastruktur pembayaran asing.

4. Akses Luas hingga ke Daerah Terpencil
Berbeda dengan kartu kredit yang membutuhkan jaringan bank dan mesin EDC (Electronic Data Capture), QRIS cukup menggunakan smartphone dan internet. Ini memungkinkan jangkauan yang lebih luas, termasuk ke wilayah pelosok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Kepanjangan QRIS yang Bikin Transaksi Lebih Cepat & Aman

Ini Kepanjangan QRIS yang Bikin Transaksi Lebih Cepat & Aman

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 14:15 WIB

QRIS Bisa Digunakan di Jepang dan China! India, Korsel dan Arab Saudi Segera Menyusul

QRIS Bisa Digunakan di Jepang dan China! India, Korsel dan Arab Saudi Segera Menyusul

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 14:10 WIB

Panduan Lengkap Bikin QRIS untuk Bisnis Anda, Plus Rincian Biayanya

Panduan Lengkap Bikin QRIS untuk Bisnis Anda, Plus Rincian Biayanya

Lifestyle | Kamis, 22 Mei 2025 | 12:08 WIB

5 Manfaat QRIS Bagi Pelaku UMKM, Tak Perlu Khawatir Dicurangi Pembeli

5 Manfaat QRIS Bagi Pelaku UMKM, Tak Perlu Khawatir Dicurangi Pembeli

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 21:05 WIB

Mana Lebih Unggul: QRIS Indonesia, UPI India, atau PromptPay Thailand?

Mana Lebih Unggul: QRIS Indonesia, UPI India, atau PromptPay Thailand?

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 20:38 WIB

Hore,  QRIS Bisa Digunakan di Jepang Mulai 17 Agustus

Hore, QRIS Bisa Digunakan di Jepang Mulai 17 Agustus

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 06:40 WIB

Terkini

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 23:31 WIB

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:07 WIB

Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas

Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:39 WIB

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:24 WIB

19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum

19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:59 WIB

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:34 WIB

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:54 WIB

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:06 WIB

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:46 WIB

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:19 WIB

×