Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Prabowo Diminta Libatkan Petani Jika Rumuskan Kebijakan

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 28 Mei 2025 | 13:32 WIB
Prabowo Diminta Libatkan Petani Jika Rumuskan Kebijakan
Presiden Prabowo Subianto hadir di Monas, Jakarta dalam memperingati hari buruh sedunia, Kamis (1/5/2025). [Antara]

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk terus mendorong kesejahteraan petani Indonesia melalui deregulasi dan penyederhanaan aturan di sektor pertanian. Hal itu disampaikan dalam Sarasehan Ekonomi yang digelar belum lama ini.

Menurut Presiden, saat ini kondisi kehidupan petani di Indonesia menunjukkan perbaikan signifikan seiring dengan meningkatnya hasil panen dan produksi pertanian secara keseluruhan.

"Kalau saya ketemu petani, petani gembira. Harga pangan, peningkatan hasil mereka naik secara drastis, produksi naik secara drastis. Kita potong semua regulasi yang enggak benar, kita sederhanakan," ujar Presiden Prabowo dalam pernyataannya yang ditulis Rabu (28/5/2025).

Langkah konkret dari deregulasi yang dilakukan pemerintah terlihat dalam proses pengadaan pupuk yang kini tidak lagi memerlukan banyak lapisan persetujuan dari pemerintah pusat maupun daerah. Hal ini diharapkan dapat mempercepat distribusi dan efektivitas bantuan pupuk kepada petani.

Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Mohammad Yadi Sofyan Noor, menyambut baik kebijakan deregulasi yang diambil pemerintah. Menurutnya, kebijakan tersebut telah dirasakan langsung manfaatnya oleh para petani di lapangan, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan pupuk yang kini dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah.

"Betul apa yang disampaikan oleh Presiden Prabowo. Kami selaku petani yang kesehariannya berkutat di lahan pertanian lebih tenang dan cukup gembira karena ada beberapa kebijakan yang membuat panen kami menjadi lebih baik," kata Yadi.

Yadi mengungkapkan bahwa saat ini petani telah berhasil memproduksi 818 ton gabah kering panen (GKP) hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini, angka yang menurutnya sangat signifikan dan menjadi bukti keberhasilan kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian.

Selain itu, Yadi juga menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian sebagai industri padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja. Ia berharap ke depan pemerintah terus melahirkan kebijakan yang berpihak pada petani, mengingat kontribusi besar sektor ini terhadap perekonomian nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sektor pertanian menyumbang sekitar 11,31 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia secara tahunan (year-on-year) berdasarkan lapangan usaha dalam laporan pertumbuhan ekonomi tahun 2024.

Ini menempatkan sektor pertanian sebagai kontributor ketiga terbesar terhadap PDB, setelah perdagangan dan industri pengolahan. Bahkan sektor konstruksi dan pertambangan berada di bawah sektor pertanian.

Hal ini mencerminkan betapa pentingnya peran petani Indonesia, terutama dalam komoditas unggulan seperti tembakau, kakao, dan kopi, yang menjadi motor penggerak ekonomi di berbagai daerah.

Namun demikian, Yadi juga menyampaikan keprihatinan atas sejumlah regulasi yang dianggap masih membebani petani, khususnya petani tembakau.

Ia menyinggung kebijakan cukai rokok yang dinilai berdampak besar terhadap industri hasil tembakau dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani komoditas tersebut.

"KTNA saat ini menaruh perhatian khusus terhadap petani tembakau yang sering kali ditekan oleh regulasi, seperti kebijakan cukai rokok yang berpengaruh besar terhadap industri hasil tembakau. Karena itu, semoga apa pun aturan dari pemerintah yang terkait dengan petani bisa dikaji lebih dalam lagi," kata dia.

Di sisi lain, Yadi menekankan pentingnya pelibatan petani dalam proses perumusan kebijakan. Ia berharap pemerintah tidak hanya membuat kebijakan dari atas ke bawah, melainkan turut mengajak petani berdiskusi untuk memastikan bahwa regulasi yang diterapkan benar-benar berpihak kepada mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Besok, Prabowo Ajak Presiden Macron ke Akmil Magelang: Pamer Prajurit Mahir Bahasa Prancis!

Besok, Prabowo Ajak Presiden Macron ke Akmil Magelang: Pamer Prajurit Mahir Bahasa Prancis!

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 12:27 WIB

Bikin Merinding, Momen Prabowo Ceritakan Kisah Heroik I Gusti Ngurah Rai ke Presiden Macron

Bikin Merinding, Momen Prabowo Ceritakan Kisah Heroik I Gusti Ngurah Rai ke Presiden Macron

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 12:06 WIB

Lukisan Soekarno di Istana Bikin Salfok! Presiden Macron ke Prabowo: This Is Your?

Lukisan Soekarno di Istana Bikin Salfok! Presiden Macron ke Prabowo: This Is Your?

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 11:14 WIB

Terkini

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:31 WIB

IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat

IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:03 WIB

Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?

Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 12:59 WIB

Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan

Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 12:04 WIB

Volume Bongkar Muat IPC TPK Tumbuh Tipis 0,9% di Kuartal I-2026

Volume Bongkar Muat IPC TPK Tumbuh Tipis 0,9% di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 11:54 WIB

CMNP Optimistis Menang Gugatan Rp 119 T Lawan Hary Tanoe, Incar Aset di Beverly Hills

CMNP Optimistis Menang Gugatan Rp 119 T Lawan Hary Tanoe, Incar Aset di Beverly Hills

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 11:45 WIB

Indonesia Cari Pasokan Energi Baru, Bahlil Temui Menteri Energi Rusia

Indonesia Cari Pasokan Energi Baru, Bahlil Temui Menteri Energi Rusia

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 11:39 WIB

Strategi Cegah Stunting Jasindo, dari Sawah ke Meja Makan

Strategi Cegah Stunting Jasindo, dari Sawah ke Meja Makan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 11:23 WIB

Harga Minyak Turun Makin Dalam, Kabar Gencatan Senjata AS-Iran Menguat

Harga Minyak Turun Makin Dalam, Kabar Gencatan Senjata AS-Iran Menguat

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 10:37 WIB

Konflik Timur Tengah Mereda? Harga Minyak Langsung Terkoreksi

Konflik Timur Tengah Mereda? Harga Minyak Langsung Terkoreksi

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 10:09 WIB