Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.273

Pengamat: Indonesia Sulit Tarik Investasi Jika Masih Ada Hambatan Ormas dan Kebijakan

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 02 Juni 2025 | 15:25 WIB
Pengamat: Indonesia Sulit Tarik Investasi Jika Masih Ada Hambatan Ormas dan Kebijakan
Ilustrasi investasi. [Ist]

Suara.com - Indonesia sudah menandatangani 12 kerja sama antara Indonesia dan China seusai Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok, Li Qiang, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Minggu (25/5/2025).

Dengan kerja sama tersebut, diharapkan akan semakin banyak investasi dari China yang akan masuk ke Indonesia.

Asal tahu saja, kehadiran Perdana Menteri Li Qiang turut membawa prospek kerja sama konkret, termasuk implementasi investasi senilai 10 miliar dolar AS atau setara Rp 162 triliun (asumsi kurs Rp 16.200 per dolar AS).

Beberapa di antaranya berada di sektor transportasi, klaster industri, hilirisasi mineral, hingga industri kimia. Proyek-proyek tersebut melibatkan kolaborasi perusahaan swasta, badan usaha milik negara (BUMN), dan mitra asing.

Akan tetapi, upaya Pemerintahan Prabowo ini diprediksi akan sulit terjadi, apabila belum menyelesaikan hambatan investasi yang ada di Indonesia.

Pengamat Pertambangan dan Energi, Ferdy Hasiman mengatakan, selama persoalan investasi yang dihadapi investor seperti gangguan organisasi masyarakat (Ormas)/Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan aturan perijinan yang tidak jelas, maka membuat investasi sulit direalisasikan di Indonesia.

"Percuma saja Presiden Prabowo kunjungi negara ke negara untuk yakinkan investor, jika tidak benahi birokrasi dan aturan main investasi di negeri ini. Karena, mereka (investor) ingin Indonesia itu harus ramah investor, malas yang gaduh-gaduh. Untuk itu, ego antar sektor kementerian dan keberadaan ormas atau LSM harus dihilangkan untuk mengejar tercapainya Asta Cita," ucap dia ditulis Senin (2/6/2025).

Masalah gangguan ormas/LSM pernah dihadapi beberapa perusahaan/investor di Indonesia, seperti tekanan ormas kepada perusahaan otomotif, BYD di Subang, pemalakan tender oleh anggota Kadin kepada Chengda Engineering Co, kontraktor dari Proyek Strategis Nasional (PSN) di Cilegon, Banten, permasalahan nikel yang dikelola Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah hingga permasalahan AMDAL yang dihadapi PT Dairi Prima Mineral (DPM) di Dairi, Sumatera Utara.

Peneliti Alpha Research Database Indonesia itu meminta pemerintah agar lebih serius untuk menyelesaikan hambatan-hambatan investasi, khususnya bagi investor China.

"Pemerintah harus lebih tegas dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha asal China, apalagi China merupakan salah satu negara asal investasi terbesar di Indonesia," jelas dia.

Berdasarkan data BKPM, nilai investasi China daratan di Indonesia sebesar 8,1 miliar dolar AS selama 2024. Sedangkan, akumulasi investasi China daratan ke Indonesia sejak 2019 mencapai 36,4 miliar dolar AS.

Dia menambahkan, jangan sampai permasalahan yang dihadapi investor tidak dapat teratasi, sehingga membuat mereka menjadi takut untuk menanamkan modal di Indonesia. Selain itu, perlu aturan yang benar-benar dapat menguntungkan bersama, antara pemerintah dan investor.

"Sejak zaman Presiden Jokowi sampai sekarang, elit kerap main dengan hukum dan aturannya hanya untuk kepentingan mereka. Jadi aturan yang dibuat harus menguntungkan untuk banyak pihak, termasuk investor. Jangan regulasi dan birokrasi yang bertele-tele yang membuat investor memikirkan ulang untuk berinvestasi di Indonesia," pungkas dia.

Investasi adalah kunci membangun kekayaan jangka panjang. Dengan mengalokasikan dana ke berbagai aset seperti saham, obligasi, properti, atau reksa dana, Anda berpotensi mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi daripada hanya menyimpan uang di bank.

Penting untuk memahami profil risiko Anda dan melakukan riset sebelum berinvestasi. Diversifikasi portofolio, yaitu menyebar investasi ke berbagai aset, dapat membantu mengurangi risiko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta Ini Ungkap, Indonesia Masih Kalah Jauh dari China untuk Gunakan Energi Terbarukan

Fakta Ini Ungkap, Indonesia Masih Kalah Jauh dari China untuk Gunakan Energi Terbarukan

Bisnis | Senin, 02 Juni 2025 | 07:41 WIB

Anggota Ormas Grib Jaya Kembali Ditangkap Polisi, Kali Ini Gegara Edarkan Sabu di Cimahi dan Bandung

Anggota Ormas Grib Jaya Kembali Ditangkap Polisi, Kali Ini Gegara Edarkan Sabu di Cimahi dan Bandung

News | Sabtu, 31 Mei 2025 | 12:50 WIB

Kawasan Industri di Batam Dapat Sentuhan Langsung, Perlancar Arus Investasi

Kawasan Industri di Batam Dapat Sentuhan Langsung, Perlancar Arus Investasi

Bisnis | Kamis, 29 Mei 2025 | 14:23 WIB

Terkini

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:34 WIB

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 10:27 WIB

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 09:57 WIB

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 23:20 WIB

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:22 WIB

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:21 WIB

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:46 WIB