'Kiamat' Baru di Depan Mata, 432 Ribu Pekerjaan Hilang Tahun Ini Akibat AI

Chandra Iswinarno, Rina Anggraeni

Senin, 09 Juni 2025 | 12:36 WIB
'Kiamat' Baru di Depan Mata, 432 Ribu Pekerjaan Hilang Tahun Ini Akibat AI
Ilustrasi Artificial Intelligence. Tahun ini, 432 ribu pekerjaan akan hilang karena pengembangan AI.

Suara.com - Kecerdasan buatan (AI) membuat pekerjaan yang selama ini ada bakal menghilang baik cepat maupun lambat.

Bahkan, ratusan ribu pekerjaan disebut telah hilang dikarenakan banyaknya penggunaan AI yang digunakan perusahaan-perusahaan.

Dilansir dari News Trade U, pekerjaan yang akan hilang pada tahun ini berjumlah 432 ribu.

Hal itu sudah terlihat di beberapa perusahaan seperti Microsoft, IBM, Apple, Duolingo, Dropbox, dan beberapa menggunakan AI dan memangkas karyawan manusianya.

Padahal, janji bahwa AI akan menciptakan pekerjaan baru tidak memberikan banyak kenyamanan bagi keluarga yang menghadapi kehancuran finansial langsung. 

Apalagi, pilihan yang dihadapi pekerja bukanlah apakah akan beradaptasi dengan A. Melainkan apakah mereka dapat beradaptasi cukup cepat untuk bertahan dalam transisi tersebut.

Tentunya AI akan merenggut manusia lebih cepat, daripada masyarakat dapat melatih mereka untuk masa depan yang tidak pasti.

Selain itu, masa depan pekerjaan tidak akan segera datang hingga menghancurkan karier di seluruh Amerika serta beberapa dunia.

Para eksekutif teknologi berjanji bahwa kecerdasan buatan akan menciptakan peluang baru, namun kenyataan pahit sedang terjadi di ruang rapat perusahaan dan pemecatan karyawan di mana-mana.

baca juga

Lebih dari 22 ribu pekerja teknologi telah diberhentikan secara global pada tahun 2025, menyusul 150 ribu PHK teknologi pada tahun 2024 dan 260 ribu pekerjaan federal dihilangkan, dengan banyak perusahaan dan DOGE secara eksplisit menyebut AI sebagai faktor pendorong.

Sedangkan, jumlah total penghapusan pekerjaan khusus AI di semua industri tidak dilacak secara pasti. 

Perusahaan besar seperti IBM, Microsoft, pemerintah AS, dan lainnya telah menghilangkan ribuan posisi saat menerapkan sistem AI. 

Kenyataannya hal ini bukan ancaman yang jauh atau transisi bertahap, namun kenyataan ini merupakan restrukturisasi tenaga kerja Amerika yang cepat dan brutal.

Ini bukan sekadar statistik—ini mewakili keluarga, hipotek, dan mimpi yang hancur oleh algoritma.

Forum Ekonomi Dunia melaporkan bahwa 41 persen pengusaha di seluruh dunia bermaksud mengurangi tenaga kerja mereka karena otomatisasi AI.

AI: Pisau Bermata Dua

Sementara itu, AI kini menjadi pisau bermata dua bagi dunia kerja. Pada satu sisi, teknologi ini mengancam jutaan pekerjaan rutin. 

Tetapi di sisi lain, ia membuka peluang baru yang lebih kompleks.

Berdasarkan laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum. Kecerdasan buatan akan segera menghilangkan pekerjaan manusia.

Lantaran, perusahaan dunia akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan digantikan oleh teknologi AI.

Pekerjaan yang Bakal Punah Digantikan AI
Pekerjaan yang Bakal Punah Digantikan AI

Sebanyak 41 persen tenaga kerja bakal dikurangi di beberapa perusahaan dunia  karena AI.

Serta  ratusan perusahaan besar yang disurvei di seluruh dunia, 77 persen juga mengatakan bahwa mereka berencana untuk meningkatkan dan melatih kembali pekerja mereka yang ada antara tahun 2025-2030 agar dapat bekerja lebih baik bersama AI.

"Kemajuan dalam AI dan energi terbarukan sedang membentuk kembali pasar (tenaga kerja) — mendorong peningkatan permintaan untuk banyak teknologi atau peran spesialis sambil mendorong penurunan untuk yang lain, seperti desainer grafis," tulis laporan World Economic Forum (WEF).

Adapun, jenis pekerjaan yang bakal banyak melakukan phk adalah Petugas layanan pos, sekretaris eksekutif, dan petugas penggajian.

“Kehadiran desainer grafis dan sekretaris hukum yang berada di luar 10 peran pekerjaan yang paling cepat menurun, prediksi pertama yang tidak terlihat dalam edisi laporan masa depan pekerjaan sebelumnya, dapat menggambarkan peningkatan kapasitas GenAI untuk melakukan pekerjaan berbasis pengetahuan,” katanya.

Namun, CEO AI Google DeepMind Demis Hassabis menilai bahwa risiko terbesar AI bukan menghilangkan pekerjaan manusia.

Hassabis justru mewaspadai dua masalah besar, pertama, khawatir jatuh ke tangan yang salah. Kedua, batasan untuk menjaga AI yang canggih itu tetap bertindak otonom.

"Kedua risiko tersebut penting dan menantang," ujar Hassabis.

Oleh karena itu, Hassabis mendorong batasan terhadap sistem kecerdasan buatan.

Ia menekankan langkah ini penting untuk mencegah penyelewengan oleh orang jahat atau oknum tidak bertanggung jawab.

"Seseorang yang jahat bisa menggunakan teknologi yang sama (kecerdasan buatan/AI) untuk tujuan merugikan," wanti-wanti bos Google itu.
 
Hassabis lantas menyarankan adanya kesepakatan internasional mengenai dasar atau pakem AI. Ia ingin kecerdasan buatan itu benar-benar dipakai untuk hal baik.

Biro Investigasi Federal (FBI) sebelumnya menemukan aksi peretas yang menggunakan AI untuk mencari mangsa.

Para peretas itu sengaja membuat pesan yang mirip dengan suara pejabat Pemerintah AS.

AI juga disebut-sebut disalahgunakan sebagai alat untuk membuat konten pornografi palsu alias deepfake porn.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga di Balik Inovasi AI: Ada Lonjakan Emisi yang Terus Membebani Bumi

Harga di Balik Inovasi AI: Ada Lonjakan Emisi yang Terus Membebani Bumi

News | Sabtu, 07 Juni 2025 | 08:32 WIB

Di Balik Gegap Gempita Kemajuan AI Generatif: Ada Dampak Lingkungan yang Jarang Dibicarakan

Di Balik Gegap Gempita Kemajuan AI Generatif: Ada Dampak Lingkungan yang Jarang Dibicarakan

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 09:45 WIB

AI Bukan Sekadar Tren, Tapi Kunci Ekonomi Digital Indonesia

AI Bukan Sekadar Tren, Tapi Kunci Ekonomi Digital Indonesia

Tekno | Rabu, 28 Mei 2025 | 07:21 WIB

Terkini

Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI

Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI

Jawa Tengah | Jum'at, 25 September 2026 | 17:02 WIB

Minta Tolong di Hadapan Profesor, Prabowo: Saya Paling Hormat Sama Pakar

Minta Tolong di Hadapan Profesor, Prabowo: Saya Paling Hormat Sama Pakar

News | Jum'at, 25 September 2026 | 17:02 WIB

Nonton Pestapora 2026 Makin Praktis, Ada Cashback 20 Persen Pakai QRIS BRImo

Nonton Pestapora 2026 Makin Praktis, Ada Cashback 20 Persen Pakai QRIS BRImo

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 17:00 WIB

Tak Semudah Hompimpa: Nostalgia yang Berujung Nyesek di Playlist Galau

Tak Semudah Hompimpa: Nostalgia yang Berujung Nyesek di Playlist Galau

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 17:00 WIB

Siapa Juru Gedor Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Luke Vickery atau Mitchell Baker?

Siapa Juru Gedor Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Luke Vickery atau Mitchell Baker?

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 17:00 WIB

Bek Veteran Singapura Sudah Tak Sabar Jegal Pemain Timnas Indonesia di SUGBK Malam Ini

Bek Veteran Singapura Sudah Tak Sabar Jegal Pemain Timnas Indonesia di SUGBK Malam Ini

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 16:58 WIB

Pestapora 2026 Hadirkan Ragam Keseruan, Ada Promo dan Hadiah dari BRI

Pestapora 2026 Hadirkan Ragam Keseruan, Ada Promo dan Hadiah dari BRI

Jakarta | Jum'at, 25 September 2026 | 16:57 WIB

Ke Pestapora 2026? Ada Cashback 20 Persen dari QRIS BRImo

Ke Pestapora 2026? Ada Cashback 20 Persen dari QRIS BRImo

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 16:55 WIB

Samsung Galaxy A08 Resmi di Indonesia, Baterai 6.000 mAh, Fitur AI dan Update 6 Tahun

Samsung Galaxy A08 Resmi di Indonesia, Baterai 6.000 mAh, Fitur AI dan Update 6 Tahun

Sumut | Jum'at, 25 September 2026 | 16:53 WIB

Pestapora 2026 Makin Meriah Bareng BRImo, Ada Cashback hingga Aktivitas Berhadiah

Pestapora 2026 Makin Meriah Bareng BRImo, Ada Cashback hingga Aktivitas Berhadiah

Sumsel | Jum'at, 25 September 2026 | 16:52 WIB

×